Gagalkan Penalti Australia, Ini Profil Ernando Ari Kiper Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Ernando Ari berhasil menyelamatkan gawang Indonesia dari tendangan penalti pemain Australia, Mohamed Toure pada babak pertama Piala Asia U-23 tahun 2024 di Qatar.
Indonesia menghadapi tekanan berat pada laga kedua turnamen ini setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Qatar pada laga pertama.
Bermain di Stadion King Abdullah bin Al-Khalifa, Indonesia harus memenangkan pertandingan melawan Australia demi memperbesar peluang lolos ke 16 besar.
Sebenarnya Indonesia cukup mampu mengontrol pertandingan, namun Handsball yang dilakulkan Komang Teguh saat menghadang tendangan lawan membuat pendukung merah putih berdebar kencang karen wasit menunjuk titik putih setelah melihat VAR.
Namun bersyukur, Ernando Ari sigap menghadang tendangan penalti Mohamed Toure yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang sehingga Indonesia terselamatkan dari ketertinggalan.
Karena penyelamatan tersebut, Ernando tampil sebagai bintang pada pertandingan melawan Australia dan mendapat standing aplaus dari suporter.
Perjalanan Karir
Ernando Ari Sutaryadi lahir pada. 27 Februari 2002 di Kota Semarang. Dia merupakan pemain sepak bola Indonesia yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Persebaya Surabaya dan tim nasional Indonesia.
Perjalanan karier Ernando Ari tidak selalu mulus. Dia pernah mengalami cedera parah akibat ulah dokter gadungan yang merusak ligamennya. Dia juga baru saja mengalami cedera engkel yang mengancam keikutsertaannya di Piala Asia.
Bagaimana kisah Ernando Ari dari masa kecil hingga menjadi kiper timnas Indonesia? Simak ulasannya berikut ini.
Masa Kecil dan Awal Karier
Ernando Ari lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 Februari 2002. Dia tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya di kediaman orang tuanya yang terletak di Jl. Wanamukti, Sambiroto, Semarang.
Sejak kecil, dia sudah gemar bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan dekat rumahnya.
Bakat Ernando Ari sebagai kiper mulai terlihat saat dia berusia 10 tahun. Dia bergabung dengan klub sepak bola lokal bernama PS Wanamukti. Di sana, dia mendapat bimbingan dari pelatihnya, Agus Riyanto, yang mengajarkan dasar-dasar menjadi kiper. Ernando Ari pun semakin serius menekuni posisi tersebut.
Pada 2016, Ernando Ari mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi tim nasional Indonesia U-16. Dia berhasil lolos dan menjadi bagian dari skuad Garuda Muda yang ditangani oleh Fachri Husaini. Bersama timnas U-16, Ernando Ari mengikuti berbagai turnamen, seperti Japan-ASEAN U-16 Youth Football Tournament JENESYS 2018, Piala AFF U-16 2018, dan Piala Asia U-16 2018.
Baca Juga: Legenda Dibalik Keindahan Alam Gunung Ruang: Menghormati Alam dan Budaya
Di turnamen JENESYS, Ernando Ari berhasil membawa timnas U-16 menjuarai kompetisi setelah mengalahkan Vietnam di final. Di Piala AFF U-16, Ernando Ari juga menjadi kiper utama yang membantu timnas U-16 meraih gelar juara setelah menang adu penalti melawan Thailand di final. Namun, di Piala Asia U-16, Ernando Ari dan kawan-kawan harus tersingkir di babak perempat final setelah kalah dari Australia.
Setelah mengikuti turnamen-turnamen tersebut, Ernando Ari mendapat tawaran dari Persebaya Surabaya untuk bergabung dengan tim U-16 mereka yang akan berlaga di Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Ernando Ari pun menerima tawaran tersebut dan resmi menjadi pemain Persebaya pada Oktober 2018.
Cedera Parah Akibat Dokter Gadungan
Pada 2019, Ernando Ari mendapat panggilan dari timnas Indonesia U-19 yang saat itu dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-20 2021. Dia menjadi salah satu kiper yang dipilih oleh pelatih Fakhri Husaini untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta.
Namun, nasib nahas menimpa Ernando Ari saat dia mengikuti pemusatan latihan tersebut. Dia mengalami cedera lutut yang membuatnya harus menjalani operasi. Sayangnya, operasi yang dilakukan oleh dokter yang ditunjuk oleh PSSI ternyata tidak berhasil. Malah, operasi tersebut membuat ligamen Ernando Ari rusak parah.
Ernando Ari pun harus absen selama setahun untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi. Dia juga gagal membela timnas U-19 di Piala Dunia U-20 2021 yang akhirnya dibatalkan karena pandemi COVID-19. Dia mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut dan merasa dicurangi oleh dokter yang tidak bertanggung jawab.
Bangkit dari Cedera dan Kembali ke Timnas
Meski mengalami cedera parah, Ernando Ari tidak menyerah dengan mimpinya untuk menjadi kiper profesional. Dia berusaha untuk pulih dari cederanya dengan bantuan dokter dan fisioterapis yang lain. Dia juga mendapat dukungan dari keluarga, teman, dan klubnya, Persebaya Surabaya. Di Liga 1 2023-2024 dia juga menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak.
Profil Ernando
Tanggal lahir : 02 Februari 2002 (umur 22)
Tempat lahir : Semarang, Indonesia
Tinggi : 178 cm (5 ft 10 in)
Posisi bermain : Goalkeeper
Klub yang dibela saat ini : Persebaya Surabaya
Nomor punggung 21
Karier junior
2018–2019 Persebaya Surabaya
2019 Garuda Select
Karier senior
2020 – sampai sekarang Persebaya Surabaya
2021 - sampai sekarang Tim nasional senior
2017–2018 Indonesia U17 13 (0)
2019 Indonesia U19 6 (0)
2021– Indonesia U23 24 (0)
2021– Indonesia 12 (0)
Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Juara Piala AFF U-16 tahun 2018
Juara ketiga Piala AFF U-19 tahun 2019
Juara Piala AFF U-23 Tahun 2023
Juara Sea Games 2023
Juara kedua Sea Games 2020
Juara ketiga Sea Games 2021
Nilai transfer berdasarkan data Transmermarkt saat ini, 4,35 Miliar rupiah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






