Jateng

Gol Tandang Semen Padang ke Gawang Malut United Tak Dihitung, Kedua Tim Miliki Peluang Sama Lolos ke Final Liga 2, Ini Aturannya

Arixc Ardana | 26 Februari 2024, 11:14 WIB
Gol Tandang Semen Padang ke Gawang Malut United Tak Dihitung, Kedua Tim Miliki Peluang Sama Lolos ke Final Liga 2, Ini Aturannya

AKURAT.CO, Gol Tandang Semen Padang ke Gawang Malut United Tak Dihitung, Kedua Tim Miliki Peluang Sama Lolos ke Final Liga 2, Ini Aturannya

Semen Padang mampu meraih satu poin saat berhadapan dengan Malut United di kandang lawan dalam semifinal Liga 2 leg pertama

Laga Malut United vs Semen Padang tersebut tuntas dengan skor 1-1, namun dipastikan gol Semen Padang di laga tandang tersebut tidak dihitung, sebab aturan berikut ini.

Baca Juga: PSIS Kembali Tanpa Fredyan Wahyu dan Vitinho Saat Hadapi Persib Bandung di Laga Tandang, Agius Tetap Optimis Raih Kemenangan

Pertandingan sengit antara Semen Padang dan Malut United pada leg pertama semifinal Liga 2 di Stadion Madya, Jakarta, menyisakan kekecewaan bagi pelatih Semen Padang, Delfi Adri.

Meskipun memimpin terlebih dahulu melalui gol Firman Juliansyah pada menit ke-41, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan setelah Hari Nur Yulianto dari Malut United berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-88.

Skor akhir pun berakhir imbang 1-1.

Dalam wawancara pasca pertandingan, Delfi Adri mengutarakan rasa kekecewaannya.

"Sebagai pelatih saya tentu kecewa. Cuma tiga menit terakhir kami kemasukan. Akan tetapi, begitulah sepak bola. Kami tetap bersyukur karena itu yang diberikan tuhan," ungkapnya.

Penjelasan Delfi mengindikasikan bahwa meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, timnya tetap harus menerima kenyataan tersebut dan belajar dari pengalaman yang ada.

Menjelang gol penyama kedudukan oleh Hari Nur Yulianto, Malut United telah memberikan tekanan yang serius ke pertahanan Semen Padang.

Salah satu momen krusial adalah sepakan dari Gelandang Malut United, Dave Mustaine, yang mengenai mistar gawang dan memantul di garis gawang Semen Padang.

Namun, wasit tidak mengesahkan gol tersebut karena prosesnya berlangsung cepat, tanpa adanya teknologi VAR atau garis gawang yang diterapkan dalam Liga Indonesia saat ini.

Disisi lain, Semen Padang juga tidak tampil maksimal akibat striker andalan Semen Padang asal Nigeria, Kenneth Ngwoke masih belum diturunkan di leg pertama semifinal

Meskipun sempat melakukan pemanasan, namun kondisi Kenneth Ngwoke tidak memungkinkan untuk bermain.

Delfi Adri memilih untuk tidak mengambil risiko dan menyimpan Kenneth Ngwoke untuk pertarungan leg kedua.

"Kami perlu melihat dulu kondisinya apakah bisa menjadi starter atau tidak. Mudah-mudahan bisa main pada leg kedua," ungkapnya.

Pertarungan leg kedua antara Semen Padang FC dan Malut United akan menjadi laga penentu untuk menentukan tim mana yang akan melaju ke final dan mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Februari 2024, di mana kedua tim akan kembali bertarung dengan tekad dan semangat yang tinggi.

Kemenangan bukan hanya tentang mencetak gol, tetapi juga tentang semangat juang dan kerja keras.

Semen Padang FC harus memanfaatkan setiap peluang yang ada dan menunjukkan performa terbaik mereka agar dapat meraih kemenangan yang sangat diharapkan.

Dukungan dari para penggemar dan manajemen tim juga akan menjadi modal penting dalam meraih hasil positif dalam pertandingan yang akan datang.

Hal ini penting mengingat dalam semifinal Liga 2 musim ini, tidak mengenal gol tandang 

Sehingga satu gol tandang yang disarangkan Semen Padang ke gawang Malut United tidak dihitung. 

Jika pada laga leg kedua kembali imbang, maka pertandingan akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Jika masih tetap imbang, maka penentuan kemenangan pertandingan akan ditentukan dengan adu penalti.

Penghapusan Gol Tandang

Sebelumnya, aturan gol tandang telah menjadi penentu penting dalam pertandingan dengan sistem dua leg pada babak gugur di berbagai kompetisi sepak bola.

Aturan ini mengacu pada kemampuan sebuah tim untuk mencetak gol ketika bertindak sebagai tim tamu.

Sebagai hasilnya, tim yang berhasil mencetak lebih banyak gol tandang memiliki keunggulan jika kedudukan agregat pertandingan berakhir imbang.

Namun, dengan dihapuskannya aturan gol tandang, pertandingan tambahan waktu dan adu penalti akan digunakan sebagai penentu kemenangan jika kedua tim berimbang dalam jumlah gol agregat setelah dua leg.

Kebijakan penghapusan aturan gol tandang di Seminfinal Liga 2 ini salah satunya mengadopsi aturan UEFA untuk berbagai kompetisi antarklub Eropa seperti Liga Champions, Liga Europa, hingga Conference League, yang menerapkan regulasi tersebut sejak musim 2021/2022

Keputusan ini didasarkan pada sejumlah alasan yang kuat yang dijelaskan oleh UEFA melalui laman resminya.

Salah satu alasan utama di balik penghapusan aturan gol tandang adalah, adanya perubahan pola dan tren dalam pertandingan sepak bola selama beberapa dekade terakhir.

Sejak kompetisi antarklub Eropa dimulai pada tahun 1970-an, UEFA telah mencatat peningkatan rasio kemenangan tim tuan rumah atas tamunya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tim tuan rumah cenderung lebih unggul dalam pertandingan dengan keuntungan bermain di stadion sendiri.

Selain itu, terdapat tren yang muncul di mana tim tuan rumah cenderung menerapkan taktik yang lebih bertahan dan kurang terbuka saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kebobolan gol dari tim lawan yang bermain sebagai tim tamu.

Praktik ini tidak hanya mengurangi daya tarik pertandingan, tetapi juga mengurangi efektivitas aturan gol tandang dalam menyeimbangkan faktor keuntungan bermain di kandang bagi sebuah klub.

Dengan demikian, penghapusan aturan gol tandang diharapkan dapat mempromosikan pertandingan yang lebih terbuka, menarik, dan kompetitif.

Harapan ini juga diharapkan terjadi di Semifinal Liga 2 musim ini seiring dengan  penghapusan regulasi gol tandang

Meskipun keputusan ini dapat mempengaruhi strategi dan pendekatan tim dalam pertandingan, namun demikian, hal ini dianggap sebagai langkah yang lebih adil dan sesuai dengan evolusi permainan sepak bola modern.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.