Jateng

Operasi Ketupat PDAM Semarang, 14 Ribu Pelanggan Menunggak Terancam Diputus, Tunggakan Capai Rp3 Miliar

Muhammad Husni Mushonifi | 9 Maret 2026, 12:21 WIB
Operasi Ketupat PDAM Semarang, 14 Ribu Pelanggan Menunggak Terancam Diputus, Tunggakan Capai Rp3 Miliar
Direksi PDAM Tirta Moedal berfoto bersama

JATENG.AKURAT.CO, Menjelang Hari Raya Idulfitri, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mengambil langkah tegas untuk menertibkan pelanggan yang menunggak pembayaran. 

Melalui program bertajuk “Operasi Ketupat”, PDAM menyasar sekitar 14.000 pelanggan yang tercatat memiliki tunggakan lebih dari tiga bulan.

Program penertiban ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin (9/3/2026) hingga Jumat (13/3/2026). 

Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kedisiplinan pelanggan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Semarang.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keadilan bagi pelanggan yang selama ini tertib membayar tagihan tepat waktu. Selain itu, tunggakan pelanggan juga berdampak langsung terhadap stabilitas operasional perusahaan.

“Semangatnya adalah menyambut Idulfitri dengan lahir dan batin yang suci. Pelayanan airnya baik, ibadahnya pun tenang. Kami menyasar sekitar 14.000 sambungan rumah atau sekitar 7 persen dari total pelanggan, dengan potensi tunggakan mencapai Rp3 miliar,” ujar Ady Setiawan yang akrab disapa Wawan, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan data PDAM, wilayah Semarang Utara dan Semarang Timur menjadi daerah dengan tingkat tunggakan tertinggi untuk kategori pelanggan rumah tangga. Petugas di lapangan akan melakukan penagihan langsung kepada pelanggan yang tercatat menunggak.

PDAM juga menegaskan bahwa sanksi akan diberikan secara langsung bagi pelanggan yang tidak segera melunasi kewajibannya saat didatangi petugas.

“Sanksinya tegas. Apabila hari ini dikunjungi dan tidak melakukan pembayaran hingga sore hari, maka petugas akan melakukan pemutusan sambungan air minum saat itu juga. Tagihan yang harus dibayar mencakup total rekening beserta denda keterlambatan setiap bulannya,” tegasnya.

Meski demikian, PDAM memahami bahwa sebagian pelanggan mungkin lupa atau menunda pembayaran hingga beberapa bulan. 

Namun, kontribusi pelanggan tetap menjadi faktor penting dalam mendukung operasional layanan air bersih bagi warga Kota Semarang.

Selain fokus pada penertiban, PDAM Tirta Moedal juga memastikan bahwa pasokan air bersih selama masa libur Lebaran tetap aman dan terjaga. Operasi Ketupat disebut sebagai tahap awal sebelum perusahaan memasuki masa siaga pelayanan Idulfitri.

Untuk memastikan distribusi air berjalan lancar, PDAM akan menyiagakan petugas khusus selama libur Lebaran dengan sistem piket tiga shift yang bekerja selama 24 jam.

“Kami akan menyiapkan petugas piket Lebaran yang terbagi dalam tiga shift untuk menjamin kelancaran air 24 jam nonstop. Bagi warga yang mudik ke Semarang, kami siapkan layanan yang kontinu,” tambah Wawan.

PDAM juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah saat mudik agar memastikan seluruh keran air telah dimatikan. 

Langkah sederhana ini penting untuk mencegah lonjakan pemakaian air yang tidak terkontrol sekaligus menghindari potensi kebocoran instalasi selama rumah ditinggal kosong.

Dengan langkah penertiban ini, PDAM Tirta Moedal berharap kesadaran masyarakat untuk membayar tagihan air tepat waktu semakin meningkat, sehingga pelayanan air bersih bagi seluruh warga Semarang dapat terus berjalan optimal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.