KSP Serap Aspirasi Petani Sragen, Edi Priyono : Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

JATENG.AKURAT.CO, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas menerima kunjungan dari Plt, Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden (KSP), Edi Priyono di Gedung Citarayasa rumah dinas Bupati Sragen.
Turut hadir juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen Dwiyanto, serta perwakilan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesi (APTRI) Kabupaten Sragen.
Bupati Sigit menekankan pentingnya dialog terbuka dalam menyampaikan kondisi riil sektor pertanian, perberasan, tebu, serta dinamika keuangan daerah.
“Beliau dari KSP bertugas memberi masukan langsung kepada Presiden terkait isu-isu strategis. Karena itu, apa pun permasalahan yang dihadapi di Sragen perlu disampaikan secara jelas dan apa adanya, agar pemerintah pusat dapat mengambil keputusan yang tepat,” katanya, Kamis (11/9/2025).
Sementara itu, Plt. Deputi II KSP, Edi Priyono mengungkapkan, bahwa kunjungan ke Sragen merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat mendengarkan langsung suara daerah, khususnya dari para petani dan pelaku usaha pangan.
“Kami ingin tahu kondisi beras di Sragen, baik dari sisi lahan maupun produksi. Selain itu, tata kelola pupuk bersubsidi juga menjadi perhatian, apakah kini sudah lebih mudah diakses tepat waktu dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Edi juga menyoroti pentingnya percepatan swasembada gula.
Perwakilan petani tebu, Sukadi dari Mojomulyo, menyampaikan harapannya agar pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan petani.
“Yang kami hadapi di lapangan adalah soal bibit unggul dan tata kelola panen. Jika ini bisa diperbaiki, produktivitas dan kualitas gula akan lebih baik. Kami berharap teknologi digital juga bisa membantu pengawasan sehingga hasil tebu lebih maksimal,” ujarnya.
Dari sektor perberasan, Ketua Harian Perpadi Sragen, Widyastuti, menuturkan pentingnya solusi agar harga gabah dan beras tetap stabil.
“Kenaikan harga gabah memang menguntungkan petani, tetapi di sisi lain menjadi beban bagi penggilingan karena biaya produksi meningkat dan margin keuntungan menipis. Kami berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan petani, penggilingan, maupun konsumen, sehingga semua pihak terlindungi,” bebernya.
Menutup kegiatan, Edi Priyono menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menjadikan masukan daerah sebagai pijakan kebijakan.
“Untuk beras, kita sudah berada di jalur swasembada. Untuk gula, kita juga optimistis bisa mempercepat target. Masukan dari Sragen ini sangat penting agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Bupati Sigit pun memastikan Pemerintah Kabupaten Sragen siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat.
“Apa yang menjadi program strategis nasional tentu akan kami kawal di daerah. Sragen akan terus bersinergi agar ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Kapolda Jateng Tegas: Tak Ada Ampun bagi Polisi yang Bekingi Kejahatan





