Jateng

BI Jateng Gelar Bedah Buku Rahasia Nusantara, Dorong Literasi Sejarah dan Pariwisata, Khususnya Bagi Generasi Muda

Arixc Ardana | 27 November 2024, 14:45 WIB
BI Jateng Gelar Bedah Buku Rahasia Nusantara, Dorong Literasi Sejarah dan Pariwisata, Khususnya Bagi Generasi Muda

AKURAT.CO, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah terus berkomitmen dalam memajukan sektor pariwisata dan meningkatkan literasi sejarah di masyarakat.

Salah satu upaya konkrit yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan acara bedah buku "Rahasia Nusantara" karya Youtuber Asisi Suhariyanto di Gedung Radjawali Cultural Center, Semarang, pada 26 November lalu.

Menggabungkan Sejarah dan Hiburan

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, khususnya terhadap sejarah, terutama di kalangan generasi muda.

Buku "Rahasia Nusantara" yang mengangkat tema sejarah candi-candi di Indonesia dengan gaya bahasa yang ringan dan menarik, dinilai sangat relevan dengan tujuan tersebut.

Kepala KPwBI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejarah bukan hanya sekadar pelajaran di sekolah, tetapi juga bagian penting dari identitas bangsa.

"Dengan memahami sejarah, kita akan lebih menghargai keberagaman budaya dan warisan leluhur," ujarnya.

Senada dengan Rahmat, Asisi Suhariyanto selaku penulis buku juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah.

Melalui bukunya, ia mengajak pembaca untuk menjelajahi berbagai candi di Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan informatif.

"Saya berharap buku ini dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap sejarah dan budaya bangsa," ungkapnya.

Jasirah: Jembatan Menuju Wisata Sejarah

Selain bedah buku, acara ini juga menjadi ajang promosi aplikasi Jasirah, sebuah platform digital yang dikembangkan oleh BI Jateng untuk memperkenalkan potensi wisata sejarah di Jawa Tengah.

Aplikasi ini menyediakan informasi lengkap mengenai berbagai destinasi wisata sejarah, mulai dari era Mataram Hindu hingga Mataram Islam, lengkap dengan rekomendasi kuliner dan pusat oleh-oleh.

"Jasirah merupakan upaya kami untuk mempermudah akses masyarakat terhadap informasi wisata sejarah. Dengan aplikasi ini, diharapkan dapat mendorong minat wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi sejarah di Jawa Tengah," tambah Rahmat.

Sinergi Akademisi dan Praktisi

Kehadiran Guru Besar Sejarah Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Prof. Dhanang Respati Puguh, semakin memperkaya acara ini.

Prof. Dhanang memberikan apresiasi atas inisiatif BI Jateng dalam menggabungkan dunia akademis dan industri kreatif untuk mempromosikan sejarah.

"Buku 'Rahasia Nusantara' dan aplikasi Jasirah merupakan contoh nyata bagaimana sejarah dapat dikemas dengan menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern," ujarnya.

Potensi Wisata Sejarah Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki potensi wisata sejarah yang sangat besar. Berbagai candi, situs purbakala, dan peninggalan sejarah lainnya tersebar di berbagai wilayah.

Dengan adanya aplikasi Jasirah dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan potensi wisata sejarah ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan para siswa SMA/SMK sederajat yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.