Halalbihalal Gerbang Watugong Minta FKUB Jateng Diisi Keterwakilan Kepercayaan dan Aliran

JATENG.AKURAT.CO, Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Watugong menggelar Halalbihalal di Vihara Tanah Putih Jl Wahidin Candisari Semarang pada Minggu (28/4/2024).
Acara ini digelar dalam rangka mempererat tali silaturrahmi untuk lintas agama, kepercayaan, dan aliran sejawa Tengah yang selama ini sudah terjalin sekaligus perpisahan KH. Taslim Syahlan sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah periode 2019-2024.
Acara ini dihadiri oleh puluhan tokoh lintas agama, kepercayaan, dan aliran yang selama ini bahu membahu mewujudkan kerukunan di Jawa Tengah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Bernuansa Sejarah yang Ada di Kabupaten Jepara
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami apabila rekan-rekan jaringan Gerbang Watugong berkenan hadir dan mengikuti acara ini. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih," ujar Setyawan Budi selaku koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita).
Banthe Cathamano selaku Kepala Vihara Tanah Putih mengatakan halalbihalal ini adalah upaya untuk merawat kebhinekaan serta kebersamaan umat lintas agama dan kepercayaan.
"Kami ucapkan terimakasih kepada Pengurus FKUB Jateng periode 2019-2024 masa kepemimpinan KH Taslim karena telah memberikan keteladanan yang baik," ujarnya memberi salam perpisahan.
Dengan keteladanan yang baik ini, menurut Banthe, bisa membangun kedamaian dan ketentraman lintas agama serta nusa bangsa.
Kemudian KH Tasli Sahlan, Ketua FKUB Jateng periode 2019-2024 dan Sekjen FKUB Indonesia menyambut pernyataan Banthe Cathamano dengan mengatakan kepengurusan FKUB Jateng 2019-2024 sudah memberikan usulan kepada Pemprov Jateng dan Kemenang Kanwil Jateng.
Usulan tersebut berupa struktur dan komposisi kepengurusan FKUB Jateng 2024-2029 supaya lebih beragam lagi dengan mengakomodir aliran dan kepercayaan seperti Asosiasi Pendeta Indonesa dan tujuh aras lainnya.
Baca Juga: Mengenal Seni Ukir Macan Kurung, Simbol Perlawanan Zaman Kolonial Belanda
"Kemudian seperti aliran-aliran dalam Islam juga diakomodir seperti Ahmadiyah dan Syi'ah atau Ahlul Bait yang seringkali mendapat persekusi. Kemudian berbagai jenis kepercayaan yang ada di Jawa Tengah," terangnya.
"Jadi warna-warni bentuk kepercayaan yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan itu didengar suaranya. Sehingga tidak ada umat-umat yang direndahkan," tandasnya.
Sementara itu, Prof Suparman yang menjadi Wakil Ketua FKUB Jateng 2019-2024 juga menegaskan agar umat lintas agama Jawa Tengah tetap bersama dan bersatu.
"Kita memang berbeda keyakinan tapi satu tujuan," tegasnya.
Berbicara perbedaan keyakinan, Prof Suparman melanjutkan, silahkan beribadah sesuai dengan aqidah dan keyakinannya, sehingga ber FKUB harus bisa menguatkan keyakinannya masing-masing.
"Kita berbeda, tapi kita sepakat untuk bersatu," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










