Hujan Seharian, Semarang Dikepung Banjir, Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

AKURAT.CO, Kota Semarang mengalami banjir di berbagai titik setelah diguyur hujan deras yang berlangsung sepanjang hari, Rabu (13/3/2024).
Banjir yang merendam jalanan dan permukiman ini menyebabkan gangguan aktivitas warga dan memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang jika kondisi ini terus berlanjut.
Area langganan banjir seperti Genuk, Kaligawe, Mangkang Kulon, Meteseh dan wilayah Banjir Kanal Timur juga terpantau banjir.
Baca Juga: Daftar Insiden Pohon Tumbang di Semarang Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang, Rabu, 13 Maret 2024
Pemicu utama banjir ini adalah intensitas hujan yang tinggi di wilayah Semarang dan sekitarnya, yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase kota.
Tak hanya banjir beberapa insiden pohon longsor pun terjadi di beberapa titik. Selain ada juga beberapa kejadian longsor.
Beberapa area yang biasanya aman dari banjir kali ini juga terkena dampak, menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi.
Laporan dari warga dan petugas di lapangan menunjukkan beberapa lokasi terparah, antara lain:
- **Kawasan Pusat Kota Semarang** seperti jalan Imam Bonjol, Simpanglima dan area protokola kota dimana air menggenangi jalan-jalan utama dan menyulitkan mobilitas kendaraan.
- **Permukiman di Pinggir Sungai**, seperti wilayah Purwoyoso dan Banjir Kanal Timur yang menjadi langganan banjir setiap musim hujan, kali ini terendam lebih dalam.
- **Wilayah Perbukitan**, area Meteseh yang biasanya terhindar dari banjir, kali ini mengalami longsor dan penumpukan air hujan.
Pemerintah kota Semarang, bersama dengan BPBD dan lembaga terkait lainnya, telah bergerak cepat merespons situasi ini dengan mengirimkan tim evakuasi dan bantuan logistik ke area-area yang paling terdampak.
Pusat-pusat pengungsian sementara telah didirikan untuk menampung warga yang rumahnya terendam banjir.
Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Upaya-upaya seperti peningkatan kapasitas drainase, pembersihan saluran air secara rutin, dan penanaman kembali area hijau dijadikan prioritas untuk mengurangi dampak banjir di masa yang akan datang.
Banjir yang melanda Semarang kali ini menjadi pengingat penting akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan infrastruktur kota yang baik, serta kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









