Mbak Ita Pastikan Tahun Ini Tradisi Dugderan Bakal Lebih Meriah

AKURAT.CO, Penyelenggaraan tradisi Dugderan menyambut Ramadan di Kota Semarang tahun ini akan lebih meriah dengan adanya bedug raksasa dan gunungan ganjel rel lebih banyak.
Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balai Kota Semarang, Selasa (27/2/2024).
Mbak Ita, sapaannya menyebut, jika prosesi Dugderan akan diselenggarakan dua hari sebelum puasa. Namun sebelumnya akan diselenggarakan Pasar Dugderan mulai 28 Februari 2024.
"Rencananya pasar Dugderan akan berlangsung 28 Februari 2024 ini. Saya lagi menata dan merapatkan layoutnya," kata Mbak Ita.
Baca Juga: Seorang Mantan Suami Hampir Menghilangkan Nyawa Selingkuhan Mantan Istrinya karena Sakit Hati
Layout Pasar Dugderan telah disusun dan disampaikan kepada para pedagang yang hendak memeriahkan.
"Saya sudah mengundang seluruh (partisipasin-red) yang akan melakukan kegiatan biar tahu. Sehingga harus semua pihak mendapatkan lokasi yang terbaik dan strategis," imbuhnya.
Selain itu, prosesi halaqah, dia berharap bisa ditata lebih tertib dan bagus, sehingga Dugderan bisa menjadi tontonan tahunan.
Baca Juga: Pria 41 Tahun Ditangkap Polisi Karena Lakukan Rudapaksa Terhadap Bocah Usia 5 Tahun
"Seremonial halaqah, saya minta lebih bagus, lebih tertib, karena ini kan memang tontonan acara tahunan. Apalagi penyerahan roti ganjel rel. Saya ingin di tengah lapangan, ada beduk yang gede. Ini menunjukkan kekayaan budaya Kota Semarang yang harus dilestarikan," ujarnya.
Terlebih, kata Mbak Ita, Kampung Melayu, Kota Lama, Kauman sudah ditata sedemikian rupa sehingga Dugderan ini bisa menjadi kekayaan budaya untuk ditawarkan pada wisatawan.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan, Dugderan merupakan prosesi tahunan yang menjadi kearifan lokal ibu kota Jawa Tengah.
Dengan mengedepankan akulturasi budaya melalui Warak Ngendog, Dugderan sudah menjadi budaya masyarakat Kota Semarang saat menyambut bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Kapan KPU Umumkan Perolehan Suara Pemilu? Cek Tanggalnya!
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di tahun 2024 akan mengemas prosesi Dugderan lebih baik lagi dengan memamerkan beduk raksaksa di Alun-Alun MAS.
"Kita akan kemas lebih oke lagi. Insya-Allah untuk penyerahan dan pembacaan suhuf halaqah, kami akan coba ubah setting-nya, kami pamerkan pemukulan bedug dengan bedug raksaksa," paparnya.
Untuk memecah keramaian, kata Wing, akan ada gunungan ganjel rel besar di dekat bedug sebagai ciri khas makanan Kota Semarang tempo dulu.
Kemudian, akan ada empat gunungan ganjel rel kecil di empat sisi alun-alun.
"Sehingga, masyarakat tidak perlu saling berdesakan. Prosesi suhuf halaqah rombongan wali kota akan lebih oke lagi," ucapnya.
Dugderan 2024 juga akan semakin meriah dengan adanya kirab budaya, yang akan dilaksanakan mulai dari Balai Kota Semarang menuju ke Masjid Agung Semarang.
Bahkan, Wing menyampaikan, akan melombakan berkudo dari 16 kecamatan. Setiap kecamatan akan mengangkat budaya dan kearifan lokal masing-masing.
"Berkudo atau pasukan 40-an. Walaupun tahun ini baru 16 peserta, mereka akan ikut kirab dan dinilai. Didukung komunitas lain seperti Sam Poo Kong, Tay Kak Sie, Tosan Aji, dan lain-lain," beber Wing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 2Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 3Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 7Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 8Tiga Warga Gombel Lama Jalani Klarifikasi Polisi, Buntut Laporan Kerusakan Rumah Terkait Proyek Pakuwon Mall
- 9Jadi Cabor Unggulan di Porprov Jateng 2026, Barongsai Kota Semarang Diharapkan Sapu Bersih Medali
- 10Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG









