Jateng

DLH Akan Monitoring dan Uji Lab Kualitas Udara Pasca Kebakaran TPA Jatibarang

Theo Adi Pratama | 21 September 2023, 16:52 WIB
DLH Akan Monitoring dan Uji Lab Kualitas Udara Pasca Kebakaran TPA Jatibarang

AKURAT.CO SEMARANG, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang akan menurutkan jajarannya untuk melakukan monitoring kualitas udara, paska api yang membakar TPA berhasil dipadamkan.

Kepala DLH Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan lab link untuk mencermati kualitas udara akibat kebakaran TPA Jatibarang. 

"Akan kita tindaklanjuti, kawan-kawan dari bidang termasuk lab link untuk kualitas udaranya," katanya pada penyerahan penghargaan proklim di GOR Merah Jalan Bukit Beringin Ngaliyan pada Kamis (21/9/2023). 

Baca Juga: Agar Pedagang Nyaman, Dewan Minta Fasilitas Pasar Waru Diperbaiki

Bambang menjelaskan, pihaknya juga mendapat bantuan dari komunitas Eco Enzim Nusantara Semarang Hebat, yang memberikan cairan eco enzim.

Cairan ini kata dia, dicampurkan ke air mobil pemadam kebakaran, untuk mengurangi polusi udara.

"Cairan ini dicampurkan ke air saat pendinginan, tujuannya agar mengurangi asap polusi. Saat ini kondisi udara sudah sedikit lega," jelasnya.

Baca Juga: Forum Anak Kecamatan Tingkir Diharapkan Menjadi Percontohan Daerah Lain

Ia menjelaskan, jika pihaknya tetap mensiagakan enam truk tangki air untuk membantu pendinginan. Selain itu juga ada empat mobil damkar yang juga disiagakan .

"Jadi damkar nggak perlu keluar cari air, kita siagakan mobil tangki," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, jika proses pendinginan terus dilakukan karena masih keluar asap efek dari gas metan.

Mbak Ita sapaannya, sekolah yang ada disekitar TPA pun mulai masuk seperti biasa.

Baca Juga: Separuh Selang Seluruh Armada Damkar Semarang Bocor

Sebelumya kata dia memang diliburkan, sebagai antispasi agar anak-anak tidak terkena polusi.

"Karena ini kan rentan polusi, anak-anak sempat diliburkan tapi ini sudah mulai masuk, kita memang lakukan antispasi," jelasnya.

Pemkot kata dia, tetap akan meminta bantuan dari BNBP untuk melakukan water Boomber agar tidak terjadi kebakaran susulan.

Baca Juga: Polda Jateng Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Sejak Juli 2023

Apalagi tumpukan sampah yang terbakar, tingginya sekitar 30 sampai 68 meter.

"Nanti tetap didatangkan, tapi menunggu Solo selesai. Kemarin kita lihat dari drone titiknya dimana, tapi ini damkar tetap melakukan monitoring," pungkasnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.