DLH Akan Monitoring dan Uji Lab Kualitas Udara Pasca Kebakaran TPA Jatibarang

AKURAT.CO SEMARANG, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang akan menurutkan jajarannya untuk melakukan monitoring kualitas udara, paska api yang membakar TPA berhasil dipadamkan.
Kepala DLH Kota Semarang, Bambang Suranggono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan lab link untuk mencermati kualitas udara akibat kebakaran TPA Jatibarang.
"Akan kita tindaklanjuti, kawan-kawan dari bidang termasuk lab link untuk kualitas udaranya," katanya pada penyerahan penghargaan proklim di GOR Merah Jalan Bukit Beringin Ngaliyan pada Kamis (21/9/2023).
Baca Juga: Agar Pedagang Nyaman, Dewan Minta Fasilitas Pasar Waru Diperbaiki
Bambang menjelaskan, pihaknya juga mendapat bantuan dari komunitas Eco Enzim Nusantara Semarang Hebat, yang memberikan cairan eco enzim.
Cairan ini kata dia, dicampurkan ke air mobil pemadam kebakaran, untuk mengurangi polusi udara.
"Cairan ini dicampurkan ke air saat pendinginan, tujuannya agar mengurangi asap polusi. Saat ini kondisi udara sudah sedikit lega," jelasnya.
Baca Juga: Forum Anak Kecamatan Tingkir Diharapkan Menjadi Percontohan Daerah Lain
Ia menjelaskan, jika pihaknya tetap mensiagakan enam truk tangki air untuk membantu pendinginan. Selain itu juga ada empat mobil damkar yang juga disiagakan .
"Jadi damkar nggak perlu keluar cari air, kita siagakan mobil tangki," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, jika proses pendinginan terus dilakukan karena masih keluar asap efek dari gas metan.
Mbak Ita sapaannya, sekolah yang ada disekitar TPA pun mulai masuk seperti biasa.
Baca Juga: Separuh Selang Seluruh Armada Damkar Semarang Bocor
Sebelumya kata dia memang diliburkan, sebagai antispasi agar anak-anak tidak terkena polusi.
"Karena ini kan rentan polusi, anak-anak sempat diliburkan tapi ini sudah mulai masuk, kita memang lakukan antispasi," jelasnya.
Pemkot kata dia, tetap akan meminta bantuan dari BNBP untuk melakukan water Boomber agar tidak terjadi kebakaran susulan.
Baca Juga: Polda Jateng Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Sejak Juli 2023
Apalagi tumpukan sampah yang terbakar, tingginya sekitar 30 sampai 68 meter.
"Nanti tetap didatangkan, tapi menunggu Solo selesai. Kemarin kita lihat dari drone titiknya dimana, tapi ini damkar tetap melakukan monitoring," pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional









