Jateng

Budaya Wajib Ngopi Pekerja Semarang: Rp264 Ribu per Bulan, Setara 6,8 Persen Gaji UMK 2027

Theo Adi Pratama | 5 November 2026, 10:44 WIB
Budaya Wajib Ngopi Pekerja Semarang: Rp264 Ribu per Bulan, Setara 6,8 Persen Gaji UMK 2027
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Budaya “wajib ngopi” di kalangan pekerja kantor Semarang bukan sekadar gaya hidup: dengan UMK 2027 simulasi Rp3,98–4,05 juta dan gaji bersih sekitar Rp3,82–3,89 juta, pengeluaran kopi Rp200–300 ribu per bulan bisa menggerus 5–8 persen take home pay—cukup untuk membuat sisa gaji di akhir bulan makin tipis.

Bayangkan Dimas, staf kantor di Semarang. Setiap pagi ia mampir ke kafe dekat kantor.

Kopi susu Rp22.000. Kadang tambah roti Rp15.000. Ia merasa itu bukan pengeluaran besar. “Namanya juga kerja, butuh kopi,” katanya.

Tahun 2027, simulasi UMK Semarang naik. KSPI mengusulkan kenaikan 7,5–9,5 persen. Kalau skenario 9,5 persen dipakai, UMK Kota Semarang menjadi Rp4.053.371.

Setelah potong BPJS 4 persen, gaji bersihnya sekitar Rp3.891.236. Naik. Tapi apakah cukup untuk membiayai budaya “wajib ngopi” setiap hari?

Baca Juga: Nonton Bioskop Akhir Pekan dengan Gaji UMK Semarang: Modal Rp50 Ribu, Bisa 2 Kali Sebulan

Gaji Bersih 2027: Rp3,82–3,89 Juta

Skenario

UMK 2027 (Bruto)

Gaji Bersih (setelah potongan 4%)

Naik 7,5%

Rp3.979.337

±Rp3.820.164

Naik 9,5%

Rp4.053.371

±Rp3.891.236

Sumber: simulasi UMK Semarang 2026 dan usulan KSPI.

Setelah Kos dan Makan, Sisa Rp941 Ribu

Pakai skenario 9,5 persen: gaji bersih Rp3.891.236.

Pos

Nominal

Kos

Rp1.300.000

Makan

Rp1.100.000

Transportasi

Rp250.000

Listrik dan air

Rp200.000

Kuota internet

Rp100.000

Total dasar

Rp2.950.000

Sisa

Rp941.236

Ilustrasi pengeluaran pekerja lajang Semarang.

Sisa Rp941 ribu belum memasukkan laundry, pulsa, cicilan, dan keperluan darurat.

Baca Juga: Simulasi UMK Jateng 2027: Sisa Rp941 Ribu Setelah Kos dan Makan, Cukup Buat Cicilan HP?

Berapa Beban Kopi ke UMK 2027?

Harga kopi susu di kafe Semarang bervariasi. Kawasan kantor pusat kota: Rp22.000–Rp30.000. Kafe pinggiran: Rp18.000–Rp25.000.

Frekuensi Ngopi

Harga per Cup

Biaya Bulanan

Persentase Gaji Bersih

3x/minggu

Rp22.000

Rp264.000

6,8%

5x/minggu

Rp22.000

Rp440.000

11,3%

Setiap hari

Rp22.000

Rp660.000

17,0%

3x/minggu + snack

Rp35.000

Rp420.000

10,8%

Ilustrasi berdasarkan kisaran harga kafe Semarang dan gaji bersih Rp3,89 juta.

Frekuensi 3x seminggu dengan harga Rp22.000 sudah menghabiskan Rp264 ribu atau 6,8 persen gaji bersih.

Kalau ditambah camilan, angkanya naik jadi Rp420 ribu atau 10,8 persen.

Sisa gaji setelah kebutuhan dasar (Rp941 ribu) berkurang menjadi Rp521–677 ribu. Masih ada, tapi makin tipis.

Baca Juga: Gaji UMK Jateng 2027 Pas-pasan, Tapi Liburan Tetap Bisa: Ini 5 Strateginya

“Ngopi Itu Wajib, Tapi Nggak Harus Mahal”

Seorang pekerja kantor di Semarang, Rani, mengatakan bahwa ngopi sudah jadi semacam kewajiban sosial.

“Kalau nggak ikut ngopi, rasanya ketinggalan obrolan. Tapi saya sadar, tiap bulan uang kopi saya bisa Rp300 ribu,” ujarnya.

Ia kemudian mencoba strategi lain. “Sekarang saya bawa tumbler. Kopi sachet di kantor Rp3.000 per bungkus. Seminggu sekali baru beli kopi kafe. Pengeluaran turun jadi Rp120 ribu,” katanya.

Enam Strategi Menekan Beban Kopi

1. Bawa tumbler dan kopi sachet.
Kopi sachet Rp2.000–Rp3.000 per bungkus. Sebulan 20 kali = Rp60 ribu. Hemat Rp200 ribu.

2. Batasi ngopi kafe jadi 1–2 kali seminggu.
Sisakan untuk momen sosial. Sisanya, kopi kantor atau bawa sendiri.

3. Manfaatkan promo aplikasi.
Banyak kafe memberi promo buy 1 get 1 atau diskon jam tertentu.

4. Hindari camilan tambahan.
Snack Rp15.000 terasa kecil, tapi 12 kali sebulan = Rp180 ribu.

5. Buat kopi sendiri di kos.
French press kecil Rp80 ribu. Kopi bubuk 250 gram Rp40 ribu bisa untuk 20 cangkir.

6. Alokasikan pos kopi maksimal 5 persen gaji bersih.
Dengan gaji bersih Rp3,89 juta, 5 persen = Rp194 ribu. Itu cukup untuk 8–9 cup kopi Rp22.000 per bulan.

Budaya “wajib ngopi” memang sulit dihindari. Tapi dengan gaji UMK Rp3,89 juta dan sisa Rp941 ribu setelah kebutuhan dasar, pengeluaran kopi Rp200–300 ribu per bulan bukan angka kecil.

Ia bisa jadi tabungan, dana darurat, atau sekadar ruang napas di akhir bulan. Boleh saja ngopi.

Tapi jangan sampai kopi memakai uangmu lebih banyak daripada yang ia buat untukmu tetap terjaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.