Jateng

JANGAN CUMA NABUNG! Ini 8 Strategi Investasi Ampuh buat Kamu yang Berani Ambil Risiko, Tapi Gak Mau Rugi Banyak!

Theo Adi Pratama | 26 Agustus 2025, 05:30 WIB
JANGAN CUMA NABUNG! Ini 8 Strategi Investasi Ampuh buat Kamu yang Berani Ambil Risiko, Tapi Gak Mau Rugi Banyak!

JATENG.AKURAT.CO, Kamu ingin investasi yang hasilnya lebih tinggi dari deposito, tapi takut kalau uangmu hilang karena pasar yang naik-turun?

Bisa jadi kamu termasuk dalam kategori investor moderat. Profil investor ini mencari keseimbangan antara potensi keuntungan dan keamanan.

Nah, kalau kamu merasa cocok, ini dia 8 strategi investasi yang pas banget buat kamu!

1. Diversifikasi Portofolio

Intinya, jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Campur investasimu!

  • Saham dan Obligasi: Kombinasi paling umum untuk investor moderat adalah 50% saham dan 50% obligasi. Saham memberikan potensi pertumbuhan, sementara obligasi memberikan stabilitas.
  • Saham Dividen: Pilih saham dari perusahaan mapan yang rutin membagikan dividen. Ini memberikan pendapatan pasif yang stabil.

2. Fokus pada Perusahaan yang Stabil

Hindari saham-saham spekulatif. Pilih perusahaan yang sudah punya reputasi baik dan performa yang stabil.

Saham dari sektor konsumsi, kesehatan, atau utilitas sering kali jadi pilihan karena cenderung lebih tahan banting saat ekonomi goyah.

3. Gunakan Reksa Dana atau ETF

Kalau kamu masih pemula atau gak mau pusing milih saham satu per satu, reksa dana campuran adalah solusinya.

Reksa dana ini sudah otomatis membagi investasimu ke saham dan obligasi.

Pilihan lain adalah ETF indeks yang lebih mudah dan biaya lebih rendah.

4. Terapkan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)

Jangan investasi sekaligus! Coba rutin investasikan dana dalam jumlah yang sama setiap bulan.

Strategi ini membantu kamu mengurangi risiko membeli saat harga sedang mahal dan meratakan harga beli dalam jangka panjang.

5. Investasi di Obligasi dan Instrumen Pendapatan Tetap

Untuk menyeimbangkan risiko, kamu bisa pilih obligasi pemerintah atau korporasi yang punya peringkat kredit bagus.

Obligasi dengan tenor menengah (5-10 tahun) bisa memberikan pendapatan yang stabil tanpa terlalu terpengaruh fluktuasi suku bunga.

6. Kelola Risiko dengan Rebalancing Portofolio

Cek lagi alokasi investasimu secara berkala. Kalau porsi sahammu terlalu besar karena harganya naik, jual sebagian dan belikan obligasi.

Ini disebut rebalancing, tujuannya untuk menjaga portofolio tetap sesuai dengan profil risiko moderatmu.

7. Pertimbangkan Aset Alternatif

Jika kamu punya toleransi risiko sedikit lebih tinggi, kamu bisa menambahkan real estat atau komoditas seperti emas ke dalam portofolio.

Aset-aset ini bisa jadi lindung nilai terhadap inflasi dan memberikan diversifikasi tambahan.

8. Investasi dengan Nilai (SRI)

Kamu juga bisa berinvestasi di perusahaan yang punya nilai sosial dan etis.

Pilih Saham Investasi Sosial dan Etis (SRI) atau reksa dana yang fokus pada perusahaan dengan praktik ramah lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (ESG).

Dengan begitu, kamu bisa meraih keuntungan sambil mendukung nilai-nilai yang kamu yakini.

Sudah siap mencoba strategi-strategi ini?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.