Jateng

OJK, BI, dan Pemda Bersinergi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Jawa Tengah

Arixc Ardana | 13 Juli 2024, 13:55 WIB
OJK, BI, dan Pemda Bersinergi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Jawa Tengah

AKURAT.CO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayahnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat melalui program Insan Penggerak Literasi dan Digitalisasi (Perintis) Keuangan.

Kegiatan ini diresmikan dalam acara "Kick Off dan Training of Trainer (ToT) Insan Penggerak Literasi dan Digitalisasi (Perintis) Keuangan" yang diadakan di Hotel Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, pada hari Selasa lalu.

Baca Juga: Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, OJK Jateng Dorong Akses Pembiayaan Semakin Dipermudah

Acara ini dihadiri oleh 103 peserta yang merupakan perwakilan Perintis Keuangan dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

“Penunjukan Insan Perintis merupakan ajang kompetisi yang diharapkan dapat menjadi penerus informasi pelaksanaan edukasi dalam rangka peningkatan literasi, inklusi dan digitalisasi keuangan kepada masyarakat di setiap Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah,” papar Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Sumarjono.

Lebih lanjut, Sumarjono menyampaikan bahwa kegiatan kick off dan training of trainer tersebut bertujuan untuk membekali Insan Perintis, dengan pengetahuan tentang OJK, Bank Indonesia, dan Industri Jasa Keuangan serta terkait optimalisasi media sosial dan pengelolaan keuangan yang disampaikan oleh narasumber.

Perintis Keuangan nantinya bertugas untuk menyebarluaskan materi edukasi keuangan, dan mengidentifikasi kebutuhan akses keuangan masyarakat di daerahnya masing-masing.

"Perintis Keuangan juga diharapkan dapat mengembangkan inovasi pengembangan ekonomi daerah melalui dukungan inklusi dan digitaliasi keuangan dengan perluasan akseptasi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS," tambahnya.

Selain itu, upaya peningkatan literasi keuangan dengan memperkenalkan Cinta Bangga Paham Rupiah agar masyarakat semakin memahami ciri keaslian uang Rupiah, bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan bijak dalam mengelola keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Nita Rachmenia, menjelaskan pentingnya digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan, memiliki manfaat yang bersifat luas bagi masyarakat, pelaku usaha, dalam meningkatkan efisiensi, kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antara Otoritas, Industri Jasa Keuangan dan Pemerintah Daerah menjadi kunci dalam memetik manfaat dari ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

"Perintis Keuangan merupakan program kelanjutan dari program tahun sebelumnya yaitu penguatan Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa/ Kelurahan (PIKD) dengan pemilihan Perintis keuangan," terangnya.

Sementara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah selaku Plh Sekda Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto dalam sambutannya, berpesan agar para insan Perintis Keuangan dapat memanfaatkan kesempatan ToT kali ini, untuk memperluas wawasan, menimba ilmu, dan menjalin networking.

"Hal tersebut penting, mengingat peran insan Perintis Keuangan untuk membantu pemerintah, dalam meningkatkan literasi, inklusi, dan digitalisasi keuangan masyarakat sampai pelosok desa/ kelurahan, dan pada akhirnya dapat mengembangkan potensi desa/kelurahannya dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat," tandasnya.


Implementasi Perintis Keuangan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli - 29 September 2024

Puncak kegiatan Insan Perintis Jawa Tengah direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober bersamaan dengan puncak Bulan Inklusi Keuangan dan dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda.

***

 

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Sumarjono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Perintis Keuangan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang OJK, Bank Indonesia, dan Industri Jasa Keuangan, juga 

  • Mengoptimalkan media sosial dan pengelolaan keuangan
  • Menyebarluaskan materi edukasi keuangan
  • Mengidentifikasi kebutuhan akses keuangan masyarakat
  • Mengembangkan inovasi pengembangan ekonomi daerah melalui inklusi dan digitalisasi keuangan
  • Meningkatkan akseptasi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS
  • Meningkatkan literasi keuangan dengan memperkenalkan Cinta Bangga Paham Rupiah

Peran Penting Perintis Keuangan

Sumarjono menekankan bahwa Perintis Keuangan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah meningkatkan literasi, inklusi, dan digitalisasi keuangan masyarakat sampai ke pelosok desa/kelurahan.

Peran ini diharapkan dapat membantu mengembangkan potensi desa/kelurahan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sinergi dan Kolaborasi Kunci Sukses

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia, dalam sambutannya menjelaskan bahwa digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi, kemudahan, dan keamanan dalam bertransaksi.

Nita Rachmenia juga menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antara Otoritas, Industri Jasa Keuangan, dan Pemerintah Daerah menjadi kunci dalam memetik manfaat dari ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Program Berkelanjutan

Program Perintis Keuangan merupakan program kelanjutan dari program tahun sebelumnya yaitu penguatan Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa/ Kelurahan (PIKD) dengan pemilihan Perintis keuangan.

Implementasi Perintis Keuangan akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli s.d. 29 September 2024.

Puncak kegiatan Insan Perintis Jawa Tengah direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober bersamaan dengan puncak Bulan Inklusi Keuangan dan dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.