Jateng

Dorong Peningkatan Produksi Usaha Jamur Tiram, Tim PKM DIKTI Undip Beri Pendampingan UKM

Afri Rismoko | 6 September 2023, 16:19 WIB
Dorong Peningkatan Produksi Usaha Jamur Tiram, Tim PKM DIKTI Undip Beri Pendampingan UKM

AKURAT.CO KLATEN - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang diketuai Ir. Kustopo Budiraharjo, M.P, dengan anggota Dr. Sunarno, S.Si., M.Si., dan Kadhung Prayoga, S.P., M.Sc, beri pendampingan usaha jamur tiram di Kabupaten Klaten.

Pendampingan oleh Tim Pengabdi Undip tersebut, dalam upaya membantu pelaku usaha jamur tiram agar dapat meningkatkan produksi usaha.

Dalam kegitan ini, Tim Pengabdi Undip bermitra dengan Joko Sugiri, selaku pemilik Usaha Keripik Jamur Ngudi Rejeki di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Baca Juga: Ciptakan Inovasi Alat Penyiram Bawang Tenaga Surya, Undip Dorong Hilirisasi Teknologi di Bidang Pertanian

Tim Pengabdian Masyarakat Undip juga dibantu oleh mahasiswa, dalam memberikan pendampingan dan sosialisasi program, guna menunjang peningkatan produksi dan manajemen usaha dari UKM yang ditekuni Joko Sugiri sebagai mitra dalam kegiatan ini.

Dalam pendampingan tersebut, selain memberikan pelatihan, Tim Pengabdian Masyarakat Undip juga memberikan bantuan alat teknologi tepat guna berupa mesin boiler guna mempercepat proses produksi budidaya jamur.

"Sebelumnya, kami memerlukan waktu yang cukup lama untuk produksi, yaitu 1x24 jam dalam proses mensterilisasi dan mendinginkan baglog jamur, serta menghabiskan 5 tabung gas ukuran 3 kg untuk kapasitas 600 baglog dalam sekali proses produksi," papar Joko Sugiri, selaku pemilik Usaha Keripik Jamur Ngudi Rejeki.

Baca Juga: Usai Diwisuda Doktor Administrasi Publik Undip, Joko Berharap Penggunaan Dana Desa Tak Disetir

Kini, setelah adanya penerapan teknologi tepat guna berupa mesin boiler dari Tim Pengabdian Undip, dengan waktu produksi yang sama, pihaknya mampu mensterilisasikan sebanyak 1.200 baglog.

Tidak hanya itu, penggunaan bahan bakar berupa gas elpiji juga bisa dikurangi. Jika sebelumnya membutuhkan 5 tabung, kini, meski jumlah produksi berlipat, namun bahan bakar yang dibutuhkan hanya 3 tabung gas ukuran 3 kg.

"Artinya proses produksi 2 kali lebih cepat dari sebelumnya dan lebih hemat dalam penggunaan gas," tandasnya.

 

Baca Juga: Bangkitkan Kesadaran Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Undip Gelar Edukasi dan Demo Masak MPASI

Dalam kesempatan tersebut, Joko Sugiri selaku pemilik Usaha Keripik Jamur Ngudi Rejeki, juga menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang dilakukan Tim Pengabdi Undip.

"Kami sangat berterima kasih atas bimbingan serta pendampingan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Tim PKM Undip," tambahnya.

Sementara, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Undip Kustopo Budiraharjo, berharap dengan adanya pendampingan dan penerapan mesin tepat guna tersebut, dapat membantu meningkatkan skala produksi budidaya jamur dari mitra.

"Kami Tim Pengabdian Undip, dengan penyokong dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun anggaran 2023 ini, mencoba membantu peningkatan skala produksi Budidaya Jamur Milik Pak Joko di Klaten, mengingat jamur tiram ini sangat mudah untuk dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi yang baik serta membantu melengkapi kebutuhan pangan lokal," terang Kustopo.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya kegiatan pendampingan usaha tersebut, dapat menjadi tambahan semangat baru bagi pelaku usaha jamur tiram, agar mampu memperluas skala usaha di daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A