Jateng

ICONECOBIZ 2026 UPGRIS Soroti Ketahanan Ekonomi, Kolaborasi dan Tata Kelola Jadi Kunci

Arixc Ardana | 15 Oktober 2026, 15:06 WIB
ICONECOBIZ 2026 UPGRIS Soroti Ketahanan Ekonomi, Kolaborasi dan Tata Kelola Jadi Kunci
Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., yang hadir sebagai keynote speaker, mengatakan dunia ekonomi dan bisnis tengah menghadapi perubahan besar.

JATENG.AKURAT.CO, Ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tata kelola yang baik, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Transformasi digital pun perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam The 3rd International Conference of Economics and Business (ICONECOBIZ) 2026, yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang (FEB UPGRIS) di Balairung Universitas PGRI Semarang, Kamis (15/10/2026).

Mengusung tema “Digital Transformation and Sustainable Value Creation: Advancing Innovation, Governance, and Economic Resilience in Emerging Economies”, konferensi internasional ini menjadi ruang pertukaran gagasan bagi akademisi dalam dan luar negeri untuk mendorong inovasi, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan ketahanan ekonomi melalui transformasi digital yang berkelanjutan.

Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., yang hadir sebagai keynote speaker, mengatakan dunia ekonomi dan bisnis tengah menghadapi perubahan besar.

Kondisi tersebut menuntut kemampuan adaptasi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar transformasi yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita sedang menghadapi perkembangan besar di bidang ekonomi dan bisnis, dengan perubahan dan tantangan yang tidak sederhana. Bagaimana kita melakukan transformasi yang tepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sapto.

Menurutnya, ketahanan ekonomi tidak bisa dibangun hanya dengan mengandalkan kemampuan masing-masing organisasi.

Kolaborasi, tata kelola yang baik, dan organisasi yang adaptif menjadi faktor penting untuk menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra masyarakat dan dunia usaha.

Peran kampus tidak sebatas menyelenggarakan pendidikan, tetapi juga mencakup penguatan penelitian dan penyebarluasan pengetahuan yang relevan dengan persoalan ekonomi masyarakat.

“Ketahanan ekonomi membutuhkan kolaborasi dan tata kelola yang baik. Ketahanan ekonomi membutuhkan organisasi yang adaptif. Kampus harus jadi mitra strategis dalam menghadapi masalah ekonomi masyarakat,” katanya.

Sapto juga menekankan bahwa transformasi digital perlu diarahkan untuk memperluas kesempatan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi kesenjangan.

Sebab, perkembangan teknologi turut menghadirkan tantangan bagi negara berkembang, mulai dari kesenjangan akses digital dan keterbatasan sumber daya manusia hingga ketidakpastian ekonomi global.

Karena itu, pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya berorientasi pada efisiensi operasional dan peningkatan keuntungan.

Dunia usaha dan pemerintah perlu memastikan digitalisasi mampu memperkuat daya saing, membuka peluang bagi pelaku usaha, serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dekan FEB UPGRIS, Rr. Hawik Ervina Indiworo, S.E., M.M., mengatakan penyelenggaraan ICONECOBIZ merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik internasional, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis.

“Seminar ini adalah komitmen FEB UPGRIS untuk terus meningkatkan penelitian dan jejaring di tingkat internasional, terutama di bidang ekonomi dan bisnis,” ujarnya.

Konferensi ini juga diikuti mahasiswa FEB UPGRIS dari berbagai semester sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan mengenalkan perkembangan kajian ekonomi serta bisnis di tingkat internasional.

ICONECOBIZ 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara.

Mereka adalah Prof. M.B.A. Purwanto, M.B.A., Ph.D., dari Universitas Gadjah Mada; Prof. Fei Guo dari Zhongnan University of Economics and Law, China; Dr. Hailina Hassan dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia; serta Dr. Pramudassani Wattamawathie dari Wayamba University of Sri Lanka.

Melalui konferensi ini, FEB UPGRIS diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan penelitian yang relevan untuk menjawab tantangan transformasi digital serta memperkuat ketahanan ekonomi di negara berkembang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.