Jateng

Bukan Sarang Penadah, Ini Lho Ada 5 Potensi Wisata di Sukolilo Pati, Memadukan Alam dan Budaya Lokal

Theo Adi Pratama | 25 Juni 2024, 23:20 WIB
Bukan Sarang Penadah, Ini Lho Ada 5 Potensi Wisata di Sukolilo Pati, Memadukan Alam dan Budaya Lokal

JATENG.AKURAT.CO, Bukan Sarang Penadah, Ini Lho Ada 5 Potensi Wisata di Sukolilo Pati, Memadukan Alam dan Budaya Lokal. 

Belakangan ini netizen dihebohkan oleh kasus pengeroyokan main hakim sendiri oleh warga di sebuah desa di Kecamatan Sukolilo Pati. Kejadian itu menewaskan bos rental asal Jakarta.

Atas kejadian itu, warganet geram dan melabeli negatif Kecamatan Sukolilo Pati. Bahkan di Google Maps daerah itu ditandai dengan cap negatif “Kampung Penadah”.

Baca Juga: Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: Jelajahi Beberapa Destinasi Wisata Hits di Purworejo

Walaupun begitu, tak semua warga Sukolilo Pati suka melakukan tindak kejahatan, bahkan mereka sendiri mengecam warganya yang main hakim sendiri.

Terlepas dari kasus itu, kini Sukolilo Pati menjadi sorotan seantero negeri. Namun dibalik itu, ada lho sisi positif yang ada di Sukolilo Pati.

Aslinya, kawasan Sukolilo Pati masih banyak daerah hijau dan kawasan hutan yang asri. Di sekelilingnya juga terdapat pegunungan Kendeng yang masih berpotensi jadi objek wisata.

Berada di kawasan perbukitan di wilayah Pegunungan Kendeng, kecamatan ini memiliki sejumlah wisata alam seperti Gua Wareh di Desa Kedumulyo, air terjun tadah hujan di Desa Sukolilo, serta rawa teratai di Desa Kasiyan.

Ini 5 Potensi Wisata yang ada di kawasan Sukolilo Pati yang Memadukan Alam dan Budaya Lokal 

Baca Juga: Hanya Bisa Ditemukan di Kopeng, Salatiga! Temukan Keindahan Wisata Hits yang Bikin Kamu Gak Mau Pulang

  1. Air Terjun Tadah Hujan

Air Terjun Tadah Hujan setinggi 75 meter menjadi salah satu destinasi wisata alam di Sukolilo yang populer di kalangan masyarakat setempat.

Meskipun airnya tidak begitu jernih dan bagian bawah air terjun kurang nyaman untuk mandi, suasana tenang dan romantis oleh tebing-tebing di sekitarnya menjadikan tempat ini tetap menarik.

Selain itu, terdapat kolam renang berair jernih tidak jauh dari air terjun yang bisa menjadi tempat berenang.

  1. Tradisi Meron

Potensi wisata budaya lainnya, yakni tradisi meron yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud Ristek pada 2016. 

Tradisi ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap 13 Rabiul Awal. Berdasarkan catatan sejarah, meron pertama kali dilakukan oleh abdi dalem Kesultanan Mataram di Pati pada abad ke-17.

Setiap tahun, penonton dari berbagai daerah memadati kanan kiri jalan yang dilalui rombongan kirab gunungan meron. 

Kirab ini mengusung makanan yang terbuat dari beras ketan, seperti once dan, ampyang yang disusun menjadi tiga tingkatan.

  1. Gua Wareh

Dilansir dari laman resmi pemerintah Kabupaten Pati, Gua Wareh mempunyai lorong ke kiri sepanjang 100 meter. 

Ini merupakan salah satu objek wisata alam yang dikelola Pemerintah Kabupaten Pati.

Sejak lama objek wisata tersebut ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. 

Baca Juga: Liburan Seru di Blora Anti Mainstream? Ini Dia 5 Destinasi Wisata Keren 2024 yang Wajib Dikunjungi

Panorama alam di Gua Wareh tidak akan ditemukan di daerah lain, karena kawasan gua ini memiliki lorong yang di dalamnya terdapat sungai sepanjang 50-an meter serta terdapat gambar pewayangan semar. 

Pengunjung bisa menikmati kesejukan airnya untuk mandi atau sekadar mencuci muka.

  1. Kolam Renang Air Jernih

Desa Sukolilo juga telah membangun wisata kolam renang memanfaatkan kolam air jernih yang sebelumnya dijadikan tempat penampungan air bersih oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk suplai air ke rumah-rumah warga yang kesulitan air bersih.

Camat Sukolilo Andri Sulaksono menceritakan bahwa objek wisata air yang baru tersebut, rencananya dikelola oleh pemerintah desa setempat, melalui badan usaha milik desa (BUMDes). 

Baca Juga: Pameran Wisata Pintar Bertajuk Jateng dalam Lensa: Kolaborasi Binus Semarang Bersama Generasi Pesona Indonesia Buat Kembangkan Wisata Jateng

Harapannya, pengelolaan wisata air tersebut bisa meniru keberhasilan Desa Ponggok di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang berhasil mengelola objek wisata air, sehingga menjadikan pendapatan asli desa setempat cukup besar dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga di sekitarnya.

  1. Omah Kendeng “Samin Surosentiko” 

Kecamatan Sukolilo juga menyimpan potensi yang selama ini cukup dikenal masyarakat dari berbagai daerah lain

di antaranya adalah Omah Kendeng. Ini merupakan rumah tradisional warga Sedulur Sikep atau dikenal dengan sebutan komunitas Samin. Komunitas ini merupakan sebutan dari nama seorang tokoh, yakni Samin Surosentiko. 

Di rumah ini terdapat aneka gamelan yang biasa dimainkan, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata budaya lokal. 

Ketika ada kunjungan wisatawan, warga Sedulur Sikep bisa menyambutnya dengan memainkan musik gamelan tersebut dengan menyanyikan aneka tembang-tembang jawa khas komunitas itu.

Samin Surosentiko merupakan seorang tokoh keturunan keraton, kemudian keluar dari lingkungan keluarganya, berbaur dengan masyarakat biasa untuk mengadakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. 

Baca Juga: Terbongkar! Rahasia Wisata Hits dan Hidden Gems yang Anti Mainstream di Limbangan Kendal Ini Wajib Harus Kamu Kunjungi!

Bentuk perlawanannya dengan cara membangkang tidak membayar pajak, menolak membenahi jalan, dan menolak ikut ronda atau kebijakan apapun ditentang leluhur beserta pengikutnya. 

Setelah diasingkan ke Digul lalu ke Sawah Lunto (Sumatera Barat), Samin Surosentiko memberikan petuah nantinya ketika Indonesia merdeka harus mau membayar pajak dan kebijakan pemerintah lainnya.

Itulah ulasan mengenai 5 potensi objek wisata di Sukolilo Pati, Memadukan Alam dan Budaya Lokal. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.