Jateng

6 Alasan Kenapa di Kabupaten Jepara Jarang Ada Mall dan Bioskop

Theo Adi Pratama | 24 Januari 2024, 20:56 WIB
6 Alasan Kenapa di Kabupaten Jepara Jarang Ada Mall dan Bioskop

AKURAT.CO, Inilah 6 alasan kenapa di Kabupaten Jepara jarang sekali ada mall dan bioskop.

Kabupaten Jepara adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang letaknya berada di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).

Jepara memang sudah terkenal dengan wisata pantai dan sentral industri mebel dan seni ukiran kayu yang telah mendunia.

Baca Juga: Info Event 2024: Jogja, Destinasi Wisata Budaya Penuh Kejutan, Nantikan 12 Event Menarik di Bulan Februari 2024

Namun berbeda kondisinya dengan industri hiburan, utamanya mall dan bioskop.

Bisa dibilang Kabupaten Jepara jarang ada mall atau gedung bioskop. 

Melansir dari akun Instagram @infoseputarjepara, berikut ini ada 6 alasan kenapa di Kabupaten Jepara jarang ada Mall atau Bioskop. 

  1. Letak Jepara Berada di Ujung Utara Pulau Jawa yang Kurang Strategis

Secara letak geografis, posisi Kabupaten Jepara berada di ujung Pulau Jawa dan dihimpit oleh tiga kabupaten tetangganya, yakni Demak, Kudus dan Pati.

Baca Juga: Proyek Wisata Agro di Bandungan Tak Kunjung Rampung, Jalan Mayor Soeyoto Bandungan Tergenang Lumpur

Selain itu Kabupaten Jepara juga tidak dilewati jalan nasional Pantura. 

Hal ini membuat Kabupaten Jepara kurang dilirik investor property untuk membuka proyek mall atau bioskop di Jepara. 

  1. Warga Jepara Gampang Bosan, Cuma Penasaran di Awal Muncul Hal Baru

Selain letak geografis, faktor kondisi kultur masyarakat Jepara juga mempengaruhi kenapa Jepara jarang ada mall dan bioskop.

Kebanyakan warga Jepara gampang bosan. Mereka biasanya penasaran dan ingin mencoba jika ada sesuatu yang baru. 

Jika sudah pernah dan bosan, lama-lama akan jarang membeli atau berkunjung ke tempat tersebut. 

  1. Warga Jepara Lebih Suka Jajan di Angkringan dan Pasar Tradisional

Warga Jepara lebih suka jajan dan nongkrong di angkringan atau warung. Sedangkan untuk berbelanja mereka lebih suka membeli ke pasar tradisional.

Selain faktor harga yang lebih murah, suasanya juga lebih santai dan dekat. Apalagi jika untuk nongkrong dengan waktu yang lama. 

  1. Warga Jepara Bagian Timur Lebih Dekat ke Kudus

Warga Jepara di wilayah bagian timur seperti Kecamatan Mayong, Welahan, Kalinyamatan dan Nalumsari lebih suka berbelanja atau hangout ke kota kudus.

Baca Juga: Bersenang-senang Bersama Hewan Peliharaan di 5 Destinasi Wisata Pet Friendly di Indonesia

Dibandingkan pusat Kota Jepara, Kota Kudus lebih ramai dan banyak pilihan tempat hangout atau berbelanja.

Selain itu di Kudus juga ada beberapa mall dan 1 gedung bioskop, yakni New Star Cineplex yang jaraknya kurang dari 1 jam dari Jepara bagian timur. 

  1. Warga Jepara Bagian Utara Lebih Dekat ke Pati

Sama halnya warga Jepara bagian timur, warga Kabupaten Jepara bagian utara juga lebih memilih untuk hangout dan wisata belanja ke wilayah kota Pati.

Jika dilihat dari segi geografis, wilayah Jepara seperti Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo lebih dekat wilayah Pati.

Di kota Pati bisa dibilang lebih ramai, di sana ada beberapa mall dan 1 gedung bioskop New Star Cineplex yang sama seperti di Kudus. 

Baca Juga: Wisata Pantai Ngandong Gunung Kidul: Pesona Alam yang Memikat di Pesisir Selatan Jogja

  1. Untuk Hiburan Warga Jepara Lebih Suka ke Pasar Malam dan Bazar UMKM

Jika perlu hiburan warga Jepara lebih suka mendatangi pasar malam dan Bazar UMKM

Di Kabupaten Jepara sering ada pasar malam. Biasanya lokasinya di lapangan besar di setiap Kecamatan.

Misalnya lapangan Kenari yang ada di Kecamatan Kalinyamatan atau di lapangan Mayong Kecamatan Mayong.

Pasar Malam ini juga ramai diadakan menjelang bulan Ramadhan atau setelah lebaran.

Terlepas dari faktor diatas, di pusat Kota Jepara masih ada pusat perbelanjaan yang cukup familiar bagi masyarakat Jepara, yakni Saudara Swalayan yang sudah ada sejak awal tahun 90an. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.