Jateng

Kalender Jawa 2–8 November 2026: Weton, Neptu, dan Pantangan yang Sering Disebut

Theo Adi Pratama | 2 November 2026, 18:39 WIB
Kalender Jawa 2–8 November 2026: Weton, Neptu, dan Pantangan yang Sering Disebut
Kalender November 2026. - Kemenag RI

JATENG.AKURAT.CO, Kalender Jawa 2–8 November 2026 bukan sekadar deretan tanggal: di balik weton Senin Pon sampai Minggu Wage, ada Wuku Sinta yang berganti ke Wuku Landep, neptu yang naik-turun, dan sejumlah hari yang “katanya” kurang baik buat menanam atau menikah.

November baru saja mulai, dan bagi sebagian orang Jawa—terutama yang masih percaya pada “hari baik” dan “pantangan”—kalender Masehi cuma separuh cerita.

Separuh lainnya ada di weton, pasaran, dan neptu. Bukan untuk mendramatisasi, tapi karena banyak keputusan kecil—kapan pindahan kos, kapan menggelar syukuran, kapan menghubungi orang penting—masih sering “dilihat dulu harinya”.

Minggu ini, 2–8 November 2026, adalah pekan yang cukup sibuk di kalender Jawa.

Ada pergantian wuku, ada hari yang disebut “Samparwangke”, dan ada tanggal Jawa yang berjalan dari 21 Jumadilawal menuju 27 Jumadilawal 1960. Buat kamu yang penasaran atau sekadar ingin tahu, ini rangkumannya.

Tabel: Weton, Neptu, dan Tanggal Jawa 2–8 November 2026

Tanggal

Weton

Tanggal Jawa

Neptu

2 November (Senin)

Senin Pon

21 Jumadilawal 1960

11

3 November (Selasa)

Selasa Wage

22 Jumadilawal 1960

7

4 November (Rabu)

Rabu Kliwon

23 Jumadilawal 1960

15

5 November (Kamis)

Kamis Legi

24 Jumadilawal 1960

13

6 November (Jumat)

Jumat Pahing

25 Jumadilawal 1960

15

7 November (Sabtu)

Sabtu Pon

26 Jumadilawal 1960

16

8 November (Minggu)

Minggu Wage

27 Jumadilawal 1960

9

Neptu adalah angka hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran. Senin bernilai 4, Pon bernilai 7, jadi Senin Pon punya neptu 11.

Sabtu bernilai 9, Pon bernilai 7, jadi Sabtu Pon neptunya 16. Angka-angka ini sering dipakai untuk menghitung kecocokan, termasuk dalam perjodohan atau memilih hari untuk acara penting.

Wuku Sinta: Pekan yang “Berat” tapi Juga “Berkah”

Sepanjang 2–7 November, kalender Jawa masih berada di Wuku Sinta. Wuku ini punya karakter yang agak ambivalen. Di satu sisi, Wuku Sinta melambangkan sifat “besar nafsunya, sering mendapatkan celaka, tetapi berbudi lembut, sejuk perkataannya dan hatinya tenteram”. Lambang burungnya gagak, pohonnya kendhayaan, dan wataknya “menjadi pengayom orang yang kesusahan”.

Di sisi lain, Wuku Sinta juga diasosiasikan dengan Dewa Bathara Yamadipati—dewa kematian dalam mitologi Jawa. Karena itu, beberapa sumber menyebut wuku ini kurang cocok untuk hajatan besar. Tapi jangan panik dulu. Dalam primbon, Wuku Sinta juga sering disebut sebagai waktu yang baik untuk mengobati orang sakit atau menolong orang yang sedang kesusahan.

Pada 8 November, wuku berganti ke Wuku Landep. Peralihan ini menandai dimulainya pekan baru dalam siklus pawukon, dan biasanya dianggap sebagai waktu yang lebih “ringan” untuk memulai aktivitas.

“Samparwangke” dan Pantangan yang Sering Disebut

Tanggal 2 November 2026 disebut sebagai hari Samparwangke (ringkel jalma). Dalam primbon Jawa, hari ini dianggap kurang baik untuk melaksanakan pernikahan maupun bepergian jauh. Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tapi banyak orang tua yang masih menyarankan untuk menghindari tanggal ini jika ada acara besar.

Sepanjang 2–8 November, pantangan yang berulang disebut adalah “menanam atau membuka pekarangan”. Bagi kamu yang hobi berkebun di kos atau berencana memulai proyek tanam-menanam, mungkin bisa menunda dulu—atau tidak, tergantung seberapa percaya.

Hari yang “baik” untuk mengobati atau menolong orang sakit justru muncul berulang di pekan ini. Kalau ada teman kos yang sedang demam atau butuh bantuan, minggu ini—menurut primbon—adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kepedulian.

Kenapa Kalender Jawa Masih Relevan?

Bagi sebagian anak muda, weton mungkin terdengar seperti warisan nenek yang tidak ada kaitannya dengan hidup di era aplikasi dan deadline.

Tapi kenyataannya, banyak keputusan kecil di sekitar kita masih melibatkan kalender ini. Mulai dari menentukan tanggal pernikahan, hari pindahan, sampai memilih nama usaha.

Ia adalah cara orang Jawa menandai waktu, mengingat leluhur, dan menjaga tradisi. Tidak harus percaya sepenuhnya untuk menghormatinya.

Jadi, mau percaya atau tidak, kalender Jawa 2–8 November 2026 tetap menarik untuk dilihat.

Setidaknya, kamu jadi tahu kenapa tanggal 2 November disebut “Samparwangke”, dan kenapa Wuku Sinta sering dikaitkan dengan Bathara Yamadipati. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memahami.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.