Persebaya Tumbang 2-3 di Kaki Kendal Tornado, Terlalu Anggap Remeh Lawan? Ini Kata Pelatih

JATENG.AKURAT.CO, SOLO – Persebaya Surabaya mengawali perjalanan di Grup G I.League Cup 2026/2027 dengan hasil mengecewakan.
Sempat membalikkan keadaan dan unggul 2-1, Green Force justru tumbang 2-3 dari Kendal Tornado FC dalam pertandingan di Stadion Sriwedari, Selasa (3/11/2026).
Dua gol Kendal Tornado FC dalam sepuluh menit terakhir menghancurkan harapan Persebaya untuk mengamankan kemenangan pada laga perdana.
Kekalahan ini sekaligus menjadi tamparan bagi tim berjuluk Bajul Ijo yang datang dengan status sebagai peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Hasil tersebut memunculkan pertanyaan, apakah Persebaya terlalu meremehkan lawan yang berasal dari Pegadaian Championship?
Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya sejalan dengan peringatan yang sebelumnya disampaikan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut justru telah mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang sebelah mata kekuatan Kendal Tornado FC.
Sebelum pertandingan, Tavares menyoroti catatan impresif Kendal Tornado yang belum terkalahkan dalam delapan pertandingan di kompetisi Championship. Mereka mengoleksi empat kemenangan dan empat hasil imbang serta telah mencetak 16 gol.
Menurut Tavares, Kendal Tornado merupakan tim yang kompetitif, agresif, dan memiliki organisasi permainan yang baik. Ia juga mengingatkan bahwa lawannya mempunyai sejumlah pemain berpengalaman di Super League.
Dengan demikian, kekalahan Persebaya bukan serta-merta membuktikan bahwa mereka meremehkan lawan. Namun, hasil di Stadion Sriwedari memperlihatkan bahwa peringatan sang pelatih belum cukup untuk membawa timnya mengatasi perlawanan Kendal Tornado.
Persebaya Gagal Memanfaatkan Peluang pada Babak Pertama
Persebaya sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Peluang pertama hadir melalui tendangan bebas Dicky Kurniawan, tetapi bola masih mampu diamankan penjaga gawang Kendal Tornado FC.
Tuan rumah juga beberapa kali memberikan ancaman ke pertahanan Green Force. Ernando Ari harus bekerja keras untuk menjaga gawang Persebaya tetap aman, termasuk ketika menggagalkan peluang berbahaya pemain Kendal pada menit ke-7 dan ke-18.
Di sisi lain, Persebaya berusaha membongkar pertahanan lawan melalui sejumlah peluang.
Pada menit ke-14, Dicky melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang.
Peluang berikutnya datang melalui Sananta pada menit ke-24. Mendapatkan kesempatan di dalam kotak penalti, ia belum mampu mengarahkan bola tepat ke sasaran.
Dicky kembali menguji penjaga gawang Kendal pada menit ke-27, tetapi tembakannya berhasil diamankan. Semenit berselang, Sananta mencoba melepaskan tendangan placing dari luar kotak penalti, tetapi belum membuahkan hasil.
Persebaya kembali mengancam melalui tendangan bebas Risto Mitrevski pada menit ke-35. Sayangnya, bola meluncur tipis di atas mistar.
Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu mencetak gol. Skor 0-0 menjadi gambaran pertandingan yang berlangsung ketat, tetapi juga memperlihatkan belum efektifnya penyelesaian akhir Persebaya.
Tiga Pergantian Pemain, Persebaya Sempat Bangkit
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares langsung melakukan tiga pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang timnya.
Francisco Rivera, Miguel Pereira, dan Toni Firmansyah dimasukkan untuk menggantikan Dicky Kurniawan, Sadida, dan Alan.
Perubahan tersebut langsung memberikan dampak terhadap permainan Persebaya. Toni mendapatkan peluang melalui sepakan jarak dekat pada menit ke-45, tetapi upayanya masih mampu digagalkan penjaga gawang Kendal.
Kesempatan emas berikutnya hadir melalui Sananta. Berhadapan satu lawan satu dengan kiper, penyerang Persebaya tersebut gagal memaksimalkan peluang yang terbuka untuk mencetak gol.
Alih-alih membuka keunggulan, Persebaya justru kebobolan lebih dahulu.
Kendal Tornado berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-50. Gol tersebut membuat Green Force tertinggal 0-1 dan harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Tertinggal satu gol, Persebaya berusaha meningkatkan tekanan. Tavares kemudian memasukkan Catur Pamungkas pada menit ke-58 untuk menggantikan Koko.
Upaya Green Force akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Francisco Rivera mengirimkan umpan matang yang disambut Sananta melalui sundulan terarah.
Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali harapan Persebaya untuk membawa pulang kemenangan.
Toni Firmansyah Bawa Persebaya Berbalik Unggul
Gol penyeimbang membuat Persebaya semakin percaya diri dalam membangun serangan.
Pada menit ke-71, umpan silang Malik Risaldi menciptakan kemelut di area pertahanan Kendal Tornado. Namun, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol tambahan.
Lima menit berselang, kerja sama Francisco Rivera dan Toni Firmansyah kembali menghasilkan gol bagi Green Force.
Menerima umpan Rivera, Toni melepaskan sepakan datar yang berhasil menaklukkan penjaga gawang Kendal Tornado FC.
Persebaya pun berbalik unggul 2-1 pada menit ke-76.
Situasi tersebut sempat membuat Green Force berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin pada pertandingan pembuka Grup G I.League Cup 2026/2027.
Namun, keunggulan itu ternyata tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Dua Gol dalam Sepuluh Menit Menghancurkan Persebaya
Kendal Tornado tidak menyerah meski sempat tertinggal. Tuan rumah terus memberikan tekanan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-81.
Gol tersebut mengubah momentum pertandingan. Persebaya yang sebelumnya berada di atas angin justru harus menghadapi tekanan besar dari tuan rumah.
Situasi semakin buruk bagi Green Force setelah Kendal Tornado kembali mencetak gol pada menit ke-85.
Kedudukan berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Kendal Tornado FC.
Dua gol dalam rentang waktu empat menit tersebut menjadi pukulan telak bagi Persebaya. Keunggulan yang dibangun melalui gol Sananta dan Toni Firmansyah lenyap dalam waktu singkat.
Persebaya berusaha menyelamatkan pertandingan pada sisa waktu yang tersedia. Wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit, tetapi Green Force tidak mampu mencetak gol penyeimbang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Kendal Tornado FC.
Persebaya pun harus mengawali kiprahnya di I.League Cup 2026/2027 dengan kekalahan yang menyakitkan.
Peringatan Tavares Terbukti Bukan Tanpa Alasan
Sebelum pertandingan, Tavares sudah mengingatkan bahwa Kendal Tornado bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Catatan delapan pertandingan tanpa kekalahan menjadi salah satu alasan pelatih Persebaya itu meminta para pemainnya tetap waspada.
Tavares juga menilai Kendal Tornado mempunyai kemampuan bermain dengan empat maupun lima pemain di lini belakang. Selain itu, tim tersebut dinilai memiliki dinamika permainan yang baik di lini tengah dan depan.
Pelatih asal Portugal itu turut menyoroti keterbatasan waktu pemulihan Persebaya. Green Force memiliki waktu istirahat dan persiapan satu hari lebih singkat dibandingkan Kendal Tornado.
Meski demikian, ia tetap menargetkan kemenangan karena hasil pertandingan pembuka dapat memberikan keuntungan penting dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase berikutnya.
Kekalahan di Stadion Sriwedari memperlihatkan bahwa Kendal Tornado mampu membuktikan kualitasnya di lapangan. Mereka tidak hanya mampu memberikan perlawanan, tetapi juga bangkit ketika tertinggal dan memanfaatkan momentum pada menit-menit akhir.
Bagi Persebaya, persoalannya bukan sekadar gagal mencetak gol atau kehilangan keunggulan. Green Force juga harus mengevaluasi bagaimana mereka mengelola pertandingan setelah berbalik unggul 2-1.
Dua gol yang bersarang pada menit ke-81 dan ke-85 menjadi pekerjaan rumah serius bagi Tavares, terutama dalam menjaga konsentrasi, mengantisipasi tekanan lawan, dan mempertahankan keunggulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Agenda Bulan Bahasa, Tadris Bahasa Indonesia UIN SATU, Gelar Lomba Presenter se-Jawa Timur
- 2PMII Jateng Soroti Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, Polisi Dinilai Abaikan Aspek Humanis
- 3Link Live Streaming PSMS vs Persija! Tonton Gratis Tinggal Klik, Cek Prediksi Skor di League Cup 2026/2027: Macan Kemayoran Tetap Mengincar Kemenangan
- 4Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam
- 5APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 6Festival Tring! by Pegadaian Hadir di Solo Paragon, Suguhkan Hiburan hingga Edukasi Investasi Emas
- 7Dari Kolam Lele hingga Olahan Pangan, PLN dan UNNES Kembangkan Kampung Minapolitan Siroto
- 8Iswar Aminuddin Suntikkan Semangat untuk PSIS Semarang Usai Gagal Raih Kemenangan
- 9PPP Kota Semarang Mulai Panaskan Mesin Politik, Bidik Kebangkitan pada Pemilu 2029
- 10Lampion Terangi Langit Borobudur, Andrea Bocelli Hadirkan Konser Penuh Warna




