Jateng

Dari Depan Terminal Terboyo Semarang hingga Batas Kota, Satpol PP Tertibkan 57 Lapak PKL

Muhammad Husni Mushonifi | 3 November 2026, 18:30 WIB
Dari Depan Terminal Terboyo Semarang hingga Batas Kota, Satpol PP Tertibkan 57 Lapak PKL

JATENG.AKURAT.CO, Satpol PP Kota Semarang membongkar 57 lapak pedagang kaki lima atau PKL yang berdiri di sepanjang saluran air Jalan Kaligawe. Lokasi tepatnya mulai dari depan terminal Terboyo hingga Gerbang Perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Pembongkaran menindaklanjuti keputusan Kementerian Pekerjaan Umum yang pekan depan akan melaksanakan normalisasi saluran dan Sungai. Dalam penertiban ini, Satpol PP didampingi Ditjen Bina Marga dan Kecamatan Genuk serta Kecamatan Gayamsari.

“Senin pekan depan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sudah akan melakukan normalisasi saluran dari Terboyo sampai Batas kota arah ke Demak sepanjang kurang lebih 4 kilometer. Penertiban 57 Lapak PKL dilaksanakan agar pekerjaan normalisasi berjalan dengan lancar tidak terhalang oleh adanya PKL yang berdiri di atas saluran. 57 Lapak ini baik yang berada di sisi kiri maupun kanan jalan,” kata kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, Selasa (3/11/2026).

Dia menjelaskan, pembongkaran masih berlanjut esok hari. Sebab, masih ada enam lapak PKL yang belum dibongkar.

“Besok kami lanjutkan karena tadi ada enam pedagang sudah terlanjut memasak, jadinya kita beri dispensasi dan besok kami Bersama pedagang membongkar sisanya,” tegasnya.

Dia menjelaskan pembongkaran hari ini tak serta merta dilakukan secara mendadak. Kementerian Pekerjaan Umum Bersama Satpol PP Kota Semarang berulang kali telah memberikan peringatan pembongkaran secara mandiri.

“Kami sudah sampaikan peringatan ya, tapi karena tidak mau bongkar mandiri, ya hari ini kami bantu bongkar,” ucapnya.

Dia menegaskan pihaknya perlu mengawal proses normalisasi. Sebab, saat ini kondisi saluran makin memprihatinkan. Sehingga perlu dinormalisasi guna meminimalisir potensi banjir apalagi saat ini telah memasuki musim hujan.

“Kondisi saat ini saluran penuh dengan sedimen lumpur dan sampah.  Selain pengerukan saluran, juga akan ada penguatan pondasi kiri-kanan Saluran,” ujar dia.

Kedepan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan agar para pedagang bisa masuk ke area Terminal Terboyo. Sebab, selama ini para pedagang tersebut sudah empat kali ditertibkan dan selalu mendirikan lagi. Padahal Lokasi berjualan di tepi jalan dan diatas saluran mengganggu kelancaran lalu lintas serta mengganggu kelancaran saluran air.

“Nanti kita sampaikan Upaya tersebut kepada Dinas Perdagangan dan juga perlu kesadaran dari para pedagang,” tandas dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.