Jateng

Viral! Netizen Ciptakan Kamus Satire, Nama Pejabat Jadi Bahasa Gaul Sehari-hari

Theo Adi Pratama | 3 September 2026, 09:34 WIB
Viral! Netizen Ciptakan Kamus Satire, Nama Pejabat Jadi Bahasa Gaul Sehari-hari
Foto Ilustrasi - Generated by Gemini AI

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah fenomena bahasa baru tengah merebak di media sosial. Warganet Indonesia dengan kreatif mengubah nama-nama pejabat dan tokoh publik menjadi kosakata gaul yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Tren yang dimulai dari percakapan santai di WhatsApp ini dengan cepat menyebar ke berbagai platform seperti Threads dan Instagram, memicu gelak tawa sekaligus kebingungan bagi mereka yang belum memahami maknanya.

Fenomena ini bahkan melahirkan "kamus satire" di mana setiap nama tokoh diberikan padanan makna baru yang seringkali bernada sindiran.

Mulai dari Gibran yang berarti "kosong", Prabowo yang disingkat "asbun" (asal bunyi), hingga Ganjar yang digunakan sebagai kata tanya pengganti "kapan".

Kreativitas warganet dalam mengolah bahasa ini dinilai sebagai bentuk ekspresi humor yang menyegarkan di tengah padatnya arus informasi. Lalu, apa saja daftar istilah gaul pejabat yang lagi viral ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Selamat Datang "Ber Months"! Ini Deretan Bahasa Gaul September yang Viral di Luar Negeri

Dari 'Ganjar' Jadi Kata Tanya: Asal-usul Tren Bahasa Gaul Pejabat

Fenomena ini berawal dari sebuah unggahan viral di platform Threads. Seorang warganet membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menggunakan nama-nama tokoh sebagai kata ganti dalam kalimat.

Dalam percakapan tersebut, muncul kalimat seperti "Besok kita ganjar jam berapa enaknya?" dan "Males banget sabtu-sabtu masih pramono". Unggahan ini sontak memancing reaksi beragam dan banyak warganet yang ikut mengembangkan istilah-istilah baru.

Fenomena semakin meluas ketika akun Instagram @nasehat_pendaki turut membagikan contoh kalimat dengan konteks serupa.

Dalam unggahannya, mereka menulis: "Daripada Anies di kamar terus kebiasaan Gibran bikin badan Prabowo pikiran Purbaya, mending naik gunung gapapa KDM juga, SBY aja asal jangan Bahlil". Kalimat yang mungkin terdengar asing ini justru menjadi viral dan memicu kreativitas warganet untuk membuat "kamus" sendiri.

Baca Juga: Dari Sadtember hingga No Nut November: Deretan Plesetan Bulan Akhir Tahun yang Lagi Hits di Kalangan Anak Gaul

Kamus Satire: Arti Nama Pejabat dalam Bahasa Gaul

Berdasarkan unggahan viral dari akun Threads drg. Mirza Mangku Anom dan rangkuman dari berbagai sumber, berikut daftar istilah gaul pejabat yang sedang hits:

Gibran = Kosong / Diam / Plonga-plongo

Prabowo = Asbun (Asal Bunyi) / Gemoy / Pikun

Jokowi = Pembohong / Keluyuran / Penipu

Teddy (Seskab) = Sok sibuk

Ganjar = (digunakan sebagai kata tanya pengganti 'kapan')

Anies = Nganggur

KDM = Caper / Sibuk ngonten

Nanik = Nangis

Cak Imin = Saya ga tau

Purbaya = Pusing

Bahlil = (digunakan sebagai kata larangan)

Pramono = (digunakan untuk menggambarkan aktivitas yang membosankan)

Baca Juga: Kalender Jawa September 2026: Catat Daftar Hari Baik dan Hari Naas untuk Hajatan

Dari Linguistik ke Humor: Eponim ala Netizen

Pergeseran makna nama menjadi kata kerja atau kata sifat sebenarnya dikenal dalam dunia linguistik sebagai eponim. Namun di tangan netizen Indonesia, konsep ini disulap menjadi tren bahasa gaul yang sangat kasual dan menghibur.

Fenomena ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bentuk kritik sosial yang disampaikan dengan cara yang ringan dan kreatif.

Meskipun terkesan satire, para pengguna media sosial menganggap tren ini sebagai bentuk ekspresi yang menyegarkan. Bagi yang belum mengikuti tren, memahami makna di balik nama-nama ini menjadi penting agar tidak ketinggalan zaman dalam percakapan di dunia maya.

Fenomena bahasa gaul pejabat ini menunjukkan betapa kreatifnya warganet Indonesia dalam menciptakan dan mengembangkan bahasa di era digital.

Dari sekadar candaan di WhatsApp, kini istilah-istilah tersebut telah menjadi bagian dari perbendaharaan kata sehari-hari di media sosial. Entah akan bertahan lama atau sekadar tren sesaat, yang pasti fenomena ini berhasil menghadirkan tawa di tengah hiruk-pikuk dunia maya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.