Jateng

Dari Sadtember hingga No Nut November: Deretan Plesetan Bulan Akhir Tahun yang Lagi Hits di Kalangan Anak Gaul

Theo Adi Pratama | 3 September 2026, 08:53 WIB
Dari Sadtember hingga No Nut November: Deretan Plesetan Bulan Akhir Tahun yang Lagi Hits di Kalangan Anak Gaul
Plesetan bulan akhir tahun 2026

JATENG.AKURAT.CO, Begitu kalender menunjukkan angka 1 September, dunia maya langsung berubah. Timeline media sosial tiba-tiba dipenuhi unggahan bertema musim gugur, postingan Natal yang terlalu pagi, dan satu frasa yang selalu muncul berulang: "Ber Months" akhirnya tiba.

Istilah ini merujuk pada empat bulan terakhir dalam setahun—September, Oktober, November, dan Desember—yang dinamai demikian karena semua namanya berakhiran "-ber". Tapi di kalangan anak muda Indonesia, keempat bulan ini tidak hanya disebut "Ber Months".

Ada deretan plesetan dan julukan gaul yang tak kalah lucu dan kreatif. Mulai dari September yang berubah jadi "Sadtember", Oktober yang sering disebut "Bulan Pasta", November dengan tantangan "No Nut November", hingga Desember yang punya teka-teki "D-nya apa".

Penasaran apa saja plesetan bulan-bulan akhir tahun yang lagi hits di kalangan anak gaul? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Kalender Jawa September 2026: Catat Daftar Hari Baik dan Hari Naas untuk Hajatan

September: Sadtember, Bulan Berduka yang Viral di Medsos

September mungkin dikenal sebagai bulan yang ceria, tapi di dunia maya, bulan ini justru punya julukan yang cukup melankolis: Sadtember. Istilah ini merupakan plesetan dari kata September dan "sad" dari bahasa Inggris yang berarti sedih atau berduka.

Jadi, Sadtember bisa diartikan sebagai "September yang berduka". Istilah ini sempat viral di media sosial, terutama Twitter, dan dijadikan sebagai hashtag untuk berbagai unggahan bernada sedih atau keluhan.

Biasanya, Sadtember dipakai untuk menyebut momen-momen di awal bulan yang terasa berat, entah karena kehabisan uang setelah liburan Agustus, mulai sibuk dengan tugas kuliah, atau sekadar merasa galau tanpa alasan jelas. Tak heran jika banyak anak muda yang menyebut September sebagai bulan yang "penuh kesedihan".

Selain Sadtember, ada juga istilah "September Dump" yang populer di akhir bulan. Istilah ini menggambarkan kebiasaan orang-orang yang "membuang" segala unggahan atau kenangan selama bulan September, biasanya sebagai bentuk refleksi atau persiapan menyambut bulan berikutnya.

Ada pula tren "No September Wishes", yaitu ketika seseorang memilih untuk tidak membuat harapan-harapan tertentu di bulan September dan hanya fokus menjalani hidup apa adanya.

Oktober: Dari Bulan Pasta sampai Hello October

Memasuki Oktober, suasana mulai berubah. Bulan ini sering dirayakan dengan semangat baru, terbukti dari banyaknya unggahan bertuliskan "Hello October" atau "Welcome October". Tapi di balik itu, Oktober juga punya julukan unik dari berbagai penjuru dunia.

Di beberapa negara, Oktober disebut sebagai Bulan Keju, Bulan Apel, Bulan Karamel, Bulan Cookie, hingga Bulan Pasta. Julukan-julukan ini muncul karena Oktober dianggap sebagai bulan yang penuh dengan makanan dan hidangan lezat.

Di Indonesia sendiri, Oktober sering dianggap sebagai bulan transisi—masih ada sisa-sisa "Sadtember" tapi sudah mulai terasa hangatnya perayaan akhir tahun. Banyak juga yang menyebut Oktober sebagai bulan paling "instagramable" karena nuansa musim gugur yang identik dengan warna-warna cokelat, oranye, dan nuansa hangat lainnya.

Uniknya, ada juga istilah "Bondtober" yang merujuk pada bulan Oktober. Istilah ini biasanya muncul di komunitas tertentu dan berkaitan dengan tantangan atau aktivitas spesifik selama bulan Oktober.

Tapi yang paling populer di kalangan anak muda Indonesia tetaplah "Hello October"—sebuah sapaan sederhana yang menandakan semangat baru di bulan kesepuluh.

November: No Nut November, Tantangan yang Jadi Perbincangan

November mungkin adalah bulan dengan plesetan paling kontroversial dan paling viral di kalangan anak muda, terutama di media sosial. Istilah yang paling terkenal adalah "No Nut November" atau sering disingkat NNN.

Istilah ini merupakan sebuah tantangan yang konon berasal dari plesetan tradisi "No Shave November"—di mana pria tidak boleh mencukur rambut, kumis, atau jenggot selama sebulan penuh.

Lalu apa itu "No Nut November"? Dalam bahasa gaul, kata "nut" sejak tahun 1970-an digunakan sebagai kata ganti untuk ejakulasi.

Jadi, No Nut November secara harfiah adalah tantangan bagi kaum pria untuk tidak melakukan aktivitas tersebut sepanjang bulan November. Meskipun terdengar konyol, tantangan ini benar-benar menjadi fenomena di TikTok dan platform lainnya setiap tahunnya.

Selain NNN, November juga sering disebut sebagai bulan penuh harapan setelah Oktober yang penuh dinamika. Banyak yang menjadikan November sebagai momen untuk introspeksi dan persiapan menuju akhir tahun.

Namun, yang paling melekat di ingatan anak muda tetaplah NNN—sebuah plesetan yang bikin ngakak sekaligus bikin penasaran.

Desember: D-nya Apa? Tebakan yang Bikin Ketawa

Bulan terakhir dalam setahun ini punya julukan yang unik dan menggelitik. Salah satu yang paling viral adalah pertanyaan "Desember D-nya apa?". Pertanyaan ini biasanya dijawab dengan berbagai plesetan lucu, seperti:

  • Dengar laraku (berdasarkan lagu "Separuh Aku")

  • Ditinggal pas sayang-sayangnya

  • Durian

  • Dulu sakit sekarang lega

  • Dan tak seharusnya aku bertemu dirimu

Selain teka-teki tersebut, Desember juga identik dengan istilah "Nataru"—singkatan dari Natal dan Tahun Baru. Tapi di tangan netizen Indonesia, Nataru punya banyak plesetan kocak, seperti:

  • Nawaitu Ta'arufin Kamu (Niat taarufan sama kamu)

  • Nangis terbakar api cemburu

  • Nakal tapi duit orang tua

  • Nikah tapi buru-buru

  • Nangis tahun baru

Desember juga dikenal sebagai bulan yang penuh dengan tanggal merah dan liburan. Tak heran jika banyak yang menyebut Desember sebagai bulan paling dinanti sepanjang tahun.

Tapi di balik euforia liburan dan perayaan, anak muda tetap kreatif menciptakan plesetan-plesetan yang bikin ngakak dan menghibur.

Ber Months: Istilah Global yang Menyatukan Semua

Di luar berbagai plesetan lokal, keempat bulan ini secara global dikenal sebagai "Ber Months". Istilah ini pertama kali muncul di internet sekitar tahun 2012 dan semakin populer sepanjang dekade 2020-an.

Setiap tanggal 1 September, media sosial dipenuhi dengan meme dan unggahan bertema "Ber Months" yang menandai dimulainya musim liburan—meskipun Natal masih beberapa bulan lagi.

Di Indonesia sendiri, istilah "Ber Months" juga dikenal. Bahkan di Manado, ada ungkapan populer "So Maso Ber-Ber" yang merujuk pada bulan-bulan berakhiran "ber" dan menandakan bahwa Natal sudah dekat.

Istilah ini menunjukkan bahwa fenomena "Ber Months" bukan hanya tren global, tapi juga telah meresap ke dalam budaya lokal dengan caranya sendiri.

Dari Sadtember yang melankolis, Oktober yang penuh warna, November yang kontroversial, hingga Desember yang penuh teka-teki—setiap bulan akhir tahun punya plesetan dan julukan gaul yang unik.

Fenomena ini menunjukkan betapa kreatifnya anak muda dalam menciptakan bahasa dan budaya digital mereka sendiri. Jadi, saat memasuki bulan September nanti, jangan kaget kalau timeline media sosialmu tiba-tiba dipenuhi ucapan "Happy Ber Months!" atau keluhan "Sadtember is coming".

Itu semua adalah bagian dari keseruan dunia maya yang tak pernah sepi dari plesetan dan kreativitas tanpa batas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.