Jateng

Cuaca Ekstrem di Jateng, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Bisa Memicu Fenomena Hujan Es, Ini Tanda-tanda Awal Pemicu Hujan Es

Arixc Ardana | 16 Maret 2024, 16:30 WIB
Cuaca Ekstrem di Jateng, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Bisa Memicu Fenomena Hujan Es, Ini Tanda-tanda Awal Pemicu Hujan Es

AKURAT.CO, Cuaca Ekstrem di Jateng, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Bisa Memicu Fenomena Hujan Es, Ini Tanda-tanda Awal Pemicu Hujan Es

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Jateng, yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang

Akibat cuaca ekstrem ini, sejumlah wlayah di Jateng pun dilanda bencana banjir hingga tanah longsor, tak hanya itu potensi terjadinya hujan es pun bisa terjadi, berikut penjelasannya

Baca Juga: UPDATE! Gempa Pangandaran Terbaru, Dua Kali Gempa Terasa di Wilayah Pangandaran Getaran Terasa Sampai Tasikmalaya Pengalengan

Hujan es dan angin kencang merupakan fenomena alamiah yang sering terjadi di berbagai belahan dunia.

Fenomena ini lebih sering terjadi pada masa transisi musim, saat cuaca berubah dari musim kemarau ke musim hujan, atau sebaliknya.

Termasuk ketika terjadi cuaca ekstrem, seperti saat ini yang melanda sejumlah wilayah di Jateng

Namun, bagaimana kita bisa mengenali tanda-tanda akan terjadinya hujan es dan angin kencang?

Indikasi Terjadinya Hujan Lebat dan Es

Sebelum hujan es dan angin kencang terjadi, ada beberapa tanda yang bisa diamati:

Udara Panas dan Gerah: Satu hari sebelumnya, udara terasa panas dan gerah, terutama pada malam hingga pagi hari.

Perubahan Suhu Udara dan Kelembaban: Radiasi matahari yang kuat mengakibatkan perbedaan suhu udara yang signifikan antara siang dan malam hari (> 4.5°C), disertai kelembaban udara yang tinggi (> 60%).

Pertumbuhan Awan Cumulus: Awalnya, terlihat pertumbuhan awan Cumulus yang berlapis-lapis, dengan salah satu jenis awan memiliki batas tepi yang jelas dan warna abu-abu menjulang tinggi, mirip bunga kol.

Perubahan Awan Menjadi Cumulonimbus: Kemudian, awan tersebut berubah warna menjadi abu-abu atau hitam, yang dikenal sebagai awan Cumulonimbus, yang seringkali menandakan adanya hujan lebat dan es.

Gerakan Pepohonan: Dahan atau ranting pohon mulai bergoyang cepat akibat adanya sentuhan angin yang semakin kuat.

Sentuhan Udara Dingin: Terkadang, terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.

Hujan Deras Tiba-tiba: Hujan pertama kali yang turun biasanya deras tiba-tiba, jika hujan hanya gerimis, maka kemungkinan besar angin kencang akan terjadi di tempat yang jauh dari kita.

Ketidakberadaan Hujan Berturut-turut: Jika tidak ada hujan selama 1-3 hari berturut-turut pada masa transisi musim, ada potensi hujan lebat diikuti dengan angin kencang.

Sifat-sifat Angin Kencang dan Putting Beliung

Angin kencang dan putting beliung memiliki beberapa sifat khas:

Lokal dan Singkat: Angin kencang dan putting beliung cenderung terjadi secara lokal dengan luasan berkisar 5-10 kilometer dan durasi kurang dari 10 menit.

Terjadi pada Masa Transisi Musim: Lebih sering terjadi pada masa transisi musim, baik dari kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Terjadi pada Siang atau Sore Hari: Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, terkadang menjelang malam.

Gerakan Lurus: Angin kencang biasanya bergerak secara garis lurus.

Prediksi yang Tidak Spesifik: Tidak dapat diprediksi secara spesifik, hanya bisa diperkirakan sekitar 0.5-1 jam sebelum kejadian, dengan tingkat keakuratan kurang dari 50%.

Berasal dari Awan Cumulonimbus: Angin kencang dan putting beliung biasanya berasal dari awan Cumulonimbus, meskipun tidak semua awan Cb menghasilkan fenomena ini.

Kemungkinan Kecil Terjadi Kembali: Kemungkinan kejadian kembali di tempat yang sama relatif kecil.

Dengan memahami tanda-tanda dan sifat-sifat dari fenomena hujan es dan angin kencang, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi bencana alam yang mungkin terjadi, serta dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi dampaknya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.