Terkuak! Bangunan Tua Penuh Misteri di Kalasan, Ternyata Jadi Saksi Bisu Perjalanan Waktu!

JATENG.AKURAT.CO, Saat melintasi Jalan Raya Solo-Yogyakarta, tepatnya di kawasan Kalasan, Sleman, kamu mungkin sering melihat kompleks kantor kecamatan yang megah.
Tapi, di balik bangunan modern itu, tersimpan sebuah rahasia. Ada sebuah bangunan tua yang usianya sudah puluhan tahun, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah.
Inilah Kantor Kecamatan Kalasan Lama, sebuah cagar budaya yang punya arsitektur unik!
Arsitektur Indis yang Bertahan dari Waktu
Bangunan lama Kantor Kecamatan Kalasan ini menghadap ke arah tenggara dan memiliki arsitektur Indis yang khas.
Kamu bisa melihat ciri-cirinya dari dindingnya yang tebal, jendela dan pintu yang tinggi, serta atap limas yang ditutup genteng.
Bangunan ini tidak hanya sekadar gedung, tapi juga sebuah karya seni dengan tiga model pintu dan dua model jendela yang berbeda.
Tingginya plafon mencapai 4,51 meter, membuat ruangan terasa luas dan sejuk.
Dahulu, seluruh ruangan digunakan untuk kegiatan administrasi, tapi sekarang fungsinya sudah berubah sesuai kebutuhan.
Ruang-Ruang dengan Kisah Berbeda
Bangunan ini memiliki denah memanjang dengan sayap di kiri dan kanan, serta lima ruangan berjajar di bagian depan.
Ruang sayap kiri yang dulunya ruang administratif, kini menjadi ruang bermain anak. Sementara itu, ruang sayap kanan berfungsi sebagai gudang arsip.
Di bagian tengah, terdapat lima ruangan yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti ruang Panwas, PPK, dan PKH.
Setiap ruangan ini memiliki pintu dan jendela yang berbeda model, menunjukkan adanya perubahan dan penyesuaian seiring berjalannya waktu.
Bagian belakang bangunan juga punya cerita unik. Dulunya hanya berupa teras belakang dengan toilet, kini telah diubah menjadi lima ruangan tertutup yang berfungsi sebagai gudang dan toilet.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana bangunan bersejarah ini beradaptasi dengan kebutuhan modern tanpa kehilangan identitas aslinya.
Bangunan lama Kantor Kecamatan Kalasan adalah pengingat bahwa di tengah modernitas, masih ada tempat yang menyimpan memori masa lalu. Sebuah warisan arsitektur yang layak dijaga dan dilestarikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






