Geger! Terkubur Lahar Merapi, Candi Sambisari Berada 6,5 Meter di Bawah Tanah, Punya Kemiripan dengan Prambanan!

JATENG.AKURAT.CO, Yogyakarta memang surganya peninggalan sejarah. Tapi, ada satu candi yang benar-benar unik dan punya cerita dramatis: Candi Sambisari.
Candi ini bukan berdiri di atas permukaan tanah seperti candi-candi lain, melainkan berada 6,5 meter di bawah tanah, terkubur lahar dingin Gunung Merapi.
Candi Kuno yang Terpendam
Candi Sambisari pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani pada tahun 1966.
Setelah penggalian, terungkaplah sebuah kompleks candi Hindu yang masih sangat terawat.
Candi ini memiliki pola pembagian halaman yang mirip dengan Candi Prambanan, tapi dalam skala yang lebih sederhana.
Kompleksnya terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke barat dan tiga candi perwara di depannya.
Di dalam bilik candi utama, terdapat lingga-yoni yang merupakan simbol Dewa Siwa.
Di dinding luar candi, terdapat relung-relung yang berisi arca dewa-dewi Hindu, seperti Dewi Durga, Ganesa, dan Agastya.
Dibangun di Abad ke-9 dan Punya Pesan Rahasia
Karena tidak ada catatan sejarah yang pasti, para ahli memperkirakan tahun pendirian Candi Sambisari dari berbagai petunjuk.
Dari gaya arsitekturnya, diperkirakan dibangun sekitar abad ke-8 Masehi.
Namun, berdasarkan batu isian yang digunakan, beberapa ahli berpendapat candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi, sezaman dengan Candi Prambanan.
Pendapat terakhir didukung oleh penemuan lempengan emas bertuliskan prasasti.
Tulisannya berbunyi Om siwa sthana, yang berarti "Hormat, pembuatan tempat (rumah) bagi Dewa Siwa".
Prasasti ini memperkuat dugaan bahwa Candi Sambisari didirikan sebagai tempat pemujaan untuk Dewa Siwa di sekitar tahun 812-838 Masehi.
Candi Sambisari adalah bukti bisu betapa dahsyatnya letusan Gunung Merapi di masa lalu, yang mampu mengubur sebuah bangunan suci dan menjadikannya sebuah misteri yang menakjubkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






