Jateng

Ternyata Indonesia Memiliki Beragam Hantu Legendaris yang Sudah Tercatat Dalam Naskah Kuno Kakawin Sena, Apa Saja Itu?

Theo Adi Pratama | 23 Januari 2025, 05:30 WIB
Ternyata Indonesia Memiliki Beragam Hantu Legendaris yang Sudah Tercatat Dalam Naskah Kuno Kakawin Sena, Apa Saja Itu?

JATENG.AKURAT.CO, Indonesia, dengan kekayaan budaya dan tradisinya, memiliki banyak cerita horor dan mitos yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu aspek menarik dari budaya ini adalah kepercayaan terhadap hantu dan makhluk gaib, terutama yang berasal dari zaman Jawa kuno.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa hantu legendaris yang muncul dalam naskah kuno, seperti Kakawin Sena, dan memahami makna di balik kisah-kisah tersebut.

Kakawin Sena: Naskah Kuno yang Menceritakan Pertarungan Melawan Hantu

Kakawin Sena adalah sebuah naskah puisi yang ditulis di sekitar lereng Gunung Merapi dan Merbabu, diperkirakan ditulis antara abad ke-16 hingga 18 Masehi.

Naskah ini menceritakan perjalanan seorang tokoh bernama Sena yang berhadapan dengan berbagai makhluk gaib, termasuk hantu dan dewa.

Dalam perjalanannya, Sena bertemu dengan Dewi Durga dan terlibat dalam pertempuran yang menegangkan, yang akhirnya membawanya pada penemuan makna hidup yang lebih dalam.

Hantu-Hantu dalam Kakawin Sena

Dalam Kakawin Sena, terdapat berbagai entitas hantu yang menjadi lawan Sena. Berikut adalah beberapa hantu yang terkenal dalam cerita tersebut:

1. Raksasa:

Dalam mitologi Hindu, raksasa digambarkan sebagai makhluk besar yang jahat dan kanibal.

Mereka sering kali digambarkan dengan wajah buruk dan tubuh besar, serta memiliki banyak tangan dan mata.

Raksasa ini menjadi simbol dari kekuatan jahat yang harus dihadapi oleh Sena.

2. Hantu Kamang:

Hantu ini dikenal di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sering muncul dalam bentuk bola api yang melayang-layang.

Konon, jika seseorang bertemu dengan hantu Kamang, mereka bisa mengalami gangguan jiwa.

3. Banaspati:

Hantu ini memiliki wujud terbalik, dengan kaki di udara dan berjalan menggunakan tangan.

Banaspati dikenal sebagai penghisap darah dan sering kali menakut-nakuti orang-orang di sekitarnya.

4. Hantu Kuranda:

Dikenal sebagai hantu yang sering menculik manusia, Kuranda biasanya muncul dalam bentuk iring-iringan pengantar jenazah.

Hantu ini dipercaya dapat menculik roh manusia yang sedang tidur.

5. Wewe Gombel:

Hantu wanita tua ini terkenal karena sering menculik anak-anak yang berkeliaran di malam hari.

Wewe Gombel digambarkan dengan rambut terurai dan payudara yang menjulur panjang.

6. Hantu Genderuwo:

Makhluk ini dikenal sebagai sosok besar dan kekar yang tinggal di tempat lembab.

Genderuwo sering kali berkomunikasi dengan manusia dan bisa berubah bentuk.

7. Hantu Poponting:

Hantu ini merupakan sosok bayi yang lahir dari hubungan gelap dan dibunuh.

Poponting sering kali digambarkan dengan tali pusar yang masih terhubung.

Makna di Balik Cerita Hantu

Cerita-cerita hantu dalam budaya Jawa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral dan filosofi.

Hantu-hantu ini sering kali mencerminkan norma dan aturan masyarakat pada masa itu.

Misalnya, hantu yang lahir dari tindakan jahat, seperti membunuh bayi, menjadi pengingat akan konsekuensi dari perbuatan buruk.

Selain itu, kisah-kisah ini juga mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama dan dengan alam.

Dalam banyak cerita, mereka yang rajin beribadah dan berbuat baik akan dilindungi dari gangguan makhluk halus.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.