Tarung Derajat Kota Semarang Bidik Tiga Emas di Tengah Persaingan Ketat Porprov Jateng 2026

JATENG.AKURAT.CO, Tarung Derajat Kota Semarang mengandalkan konsistensi pembinaan selama hampir 10 bulan untuk menjaga peluang meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Dengan menurunkan 16 atlet di 13 nomor pertandingan, kontingen ini membidik hasil minimal tiga medali emas, lima perak, dan dua perunggu seperti yang diraih pada Porprov sebelumnya di Pati Raya.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim Tarung Derajat Semarang. Pasalnya, persaingan antardaerah diperkirakan berlangsung ketat, terutama dengan Kabupaten Pati yang berstatus juara umum cabang olahraga tersebut pada Porprov sebelumnya. Sementara itu, Kota Semarang menempati posisi kedua.
Pelatih Tarung Derajat Kota Semarang, Maruf Setiawan, mengatakan persiapan atlet telah dilakukan secara intensif sejak Januari 2026. Program latihan rutin digelar setiap pagi dan sore dengan penekanan pada penguatan teknik, kondisi fisik, serta kesiapan mental menghadapi pertandingan.
“Untuk persiapan kita sudah maksimal dari bulan Januari sampai sekarang. Sudah latihan pagi dan sore. Mau teknik, mental, fisik, atlet sudah siap,” kata Maruf, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, persiapan panjang tersebut diarahkan untuk memastikan atlet mampu tampil optimal saat pertandingan berlangsung. Tahapan akhir pembinaan difokuskan pada pemantapan kemampuan sekaligus menjaga kondisi atlet agar tetap prima hingga hari pertandingan.
Dari total 21 nomor yang dipertandingkan dalam cabang olahraga Tarung Derajat, Kota Semarang hanya akan mengikuti 13 nomor. Sejumlah nomor lainnya tidak dapat diikuti karena atlet yang diproyeksikan tidak lolos babak prakualifikasi Porprov.
Meski jumlah nomor yang diikuti terbatas, Maruf tetap melihat peluang bagi kontingen Kota Semarang untuk mengumpulkan medali. Setiap atlet diharapkan mampu memaksimalkan kesempatan pada nomor yang diikuti, terutama nomor-nomor yang selama ini menjadi kekuatan tim.
Seni Gerak Jadi Tumpuan Medali
Salah satu nomor yang menjadi andalan Tarung Derajat Kota Semarang adalah Seni Gerak. Nomor ini diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali emas untuk memperkuat posisi kontingen dalam persaingan klasemen perolehan medali.
Maruf menegaskan, sasaran utama tim bukan sekadar mengirimkan atlet untuk berkompetisi, melainkan mempertahankan prestasi yang telah diraih pada ajang sebelumnya. Kendati demikian, ia memilih memasang target realistis dengan menjadikan capaian di Pati Raya sebagai tolok ukur.
Pada Porprov sebelumnya, Tarung Derajat Kota Semarang mengoleksi tiga medali emas, lima perak, dan dua perunggu. Hasil tersebut menjadi pijakan bagi tim untuk kembali bersaing di tingkat provinsi.
“Target kita jelas untuk menyumbang medali emas buat Kota Semarang. Tapi kita targetnya minimal menyamai Porprov sebelumnya di Pati Raya, yaitu tiga medali emas, lima perak, dua perunggu,” ujar Maruf.
Persaingan dengan daerah lain menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam penyusunan strategi. Status Pati sebagai juara umum sebelumnya membuat daerah tersebut menjadi salah satu pesaing yang patut diwaspadai.
Karena itu, kesiapan teknik dan fisik tetap menjadi perhatian utama. Selain kemampuan individu, konsistensi penampilan saat pertandingan juga akan menentukan peluang atlet untuk menembus podium.
Pengurus KODRAT Tekankan Kesehatan dan Prestasi Atlet
Ketua Pengcab Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Kota Semarang, Nur Salim Efendi, berharap seluruh atlet dapat menjalani pertandingan dengan kondisi sehat dan selamat. Ia menilai kesiapan atlet perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga kondisi tubuh selama menjalani rangkaian kompetisi.
Nur Salim tidak ingin memberikan tekanan berlebihan melalui target yang terlalu tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa mempertahankan raihan medali pada Porprov sebelumnya tetap menjadi sasaran yang harus diperjuangkan bersama.
“Harapannya satu, diberi kesehatan, keselamatan, kesuksesan untuk berhasil memberikan prestasi yang terbaik untuk KONI Kota Semarang,” kata Nur Salim.
Ia optimistis peluang mempertahankan medali emas masih terbuka selama atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena pertandingan.
“Masalah emas insyaallah bisa tetap emas. Tapi minimal emas kemarin bisa dipertahankan. Saya tidak pernah memberikan harapan yang muluk-muluk. Yang jelas bisa mempertanggungjawabkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan pengurus yang menempatkan prestasi dan tanggung jawab atlet sebagai prioritas. Target medali tetap menjadi motivasi, tetapi pelaksanaannya harus ditopang kesiapan yang matang dan penampilan maksimal di setiap nomor.
KONI Semarang Pantau Kesiapan Cabang Olahraga
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum V KONI Kota Semarang, Ferry Satariyanto, menyampaikan bahwa pemantauan terhadap kesiapan cabang olahraga terus dilakukan menjelang Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Pemantauan tersebut mencakup berbagai aspek pembinaan, mulai dari ketersediaan lokasi latihan, program yang disusun pelatih, hingga pemenuhan kebutuhan gizi atlet. KONI juga menjalankan fungsi pengawasan untuk mengidentifikasi persoalan yang berpotensi menghambat persiapan masing-masing cabang olahraga.
“Kita juga fungsi kontrol. Di KONI itu juga ada setiap pengurus untuk membawahi masing-masing cabor. Itu fungsinya untuk bisa tahu permasalahan di masing-masing cabor,” jelas Ferry.
Menurut dia, pengawasan diperlukan agar kebutuhan atlet dan persoalan selama masa persiapan tidak terlewatkan. Dukungan terhadap cabang olahraga tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk fasilitas, tetapi juga harus disertai pemantauan terhadap pelaksanaan program pembinaan dan pemenuhan hak atlet.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, mayoritas cabang olahraga Kota Semarang dinilai telah berada pada jalur persiapan yang sesuai dengan rencana.
“Saya lihat, alhamdulillah cabor-cabor yang nanti akan bertanding semua on the track. Sudah 90 persen lebih kesiapannya dari cabor-cabor untuk bertanding di Porprov nanti,” kata Ferry.
Selain latihan rutin, sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga juga masih mengikuti uji tanding atau try out serta kejuaraan di daerah lain. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan atlet ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Bagi Tarung Derajat Kota Semarang, persiapan panjang yang telah dijalani kini memasuki fase penentuan. Sebanyak 16 atlet akan berjuang pada 13 nomor pertandingan dengan membawa misi mempertahankan raihan tiga medali emas sekaligus menyumbangkan poin penting bagi kontingen Kota Semarang.
Keberhasilan memenuhi target tersebut akan bergantung pada kemampuan atlet menerjemahkan hasil latihan ke dalam penampilan di arena. Di tengah persaingan yang diperkirakan ketat, konsistensi, kesiapan fisik, dan ketepatan strategi menjadi faktor penting bagi Tarung Derajat Semarang untuk menjaga prestasi sekaligus membantu Kota Semarang bersaing dalam perebutan gelar juara umum Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 10Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya



