Jateng

Hadjar Alami Mimpi Buruk di Singapura, Gagal Start Kualifikasi karena Masalah Gearbox

Theo Adi Pratama | 11 Oktober 2026, 13:22 WIB
Hadjar Alami Mimpi Buruk di Singapura, Gagal Start Kualifikasi karena Masalah Gearbox

JATENG.AKURAT.CO, Isack Hadjar mengalami akhir pekan yang sangat berat di Grand Prix Singapura 2026. Pembalap Red Bull Racing itu dipaksa pensiun lebih awal dari Sprint Race di Sirkuit Marina Bay, Sabtu (10/10/2026), setelah mobil RB22 miliknya kehilangan tenaga akibat masalah power unit.

Belum reda kekecewaannya, nasib buruk kembali menghantam di sesi kualifikasi. Mekanik Red Bull berjibaku memperbaiki mobilnya dalam waktu singkat, tetapi kerja keras tersebut tidak membuahkan hasil.

Pada Q1, Hadjar melaporkan mesin mobilnya mati saat berada di lintasan, dan ketika ia mencoba kembali ke trek, ia kehilangan semua gigi persneling akibat kegagalan gearbox.

Alhasil, pembalap asal Prancis itu menjadi satu-satunya pembalap yang tidak mencatatkan waktu dan harus memulai balapan utama dari posisi paling belakang.

Kekecewaan Hadjar di GP Singapura 2026 ini menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi Red Bull, terutama karena rekan setimnya, Max Verstappen, justru meraih pole position ke-50 dalam kariernya. Berikut kronologi lengkap dan reaksi Hadjar atas insiden yang menimpanya.

Baca Juga: GP Singapura 2026: Hamilton Tercepat di Q1 dan Q2, tetapi Gagal di Q3

Kronologi Kegagalan di Sprint Race

Masalah pertama muncul saat Sprint Race baru berjalan tiga lap. Hadjar yang start dari posisi kesembilan melaporkan melalui radio bahwa mobilnya kehilangan tenaga. "Mesinnya mati," ujarnya saat itu.

Ia pun terpaksa memarkir mobilnya di tepi lintasan dan menyaksikan sisa balapan dari luar. Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah masalah baterai membuatnya kehilangan peluang podium di GP Malaysia.

Dua kegagalan teknis dalam dua balapan beruntun tentu bukan hal yang mudah diterima oleh pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Baca Juga: Mercedes Beri Penilaian Baru soal Upgrade W17 Usai Kualifikasi GP Singapura 2026

Kerja Keras Mekanik yang Tidak Membuahkan Hasil

Setelah Sprint Race berakhir, tim mekanik Red Bull bekerja cepat mengganti komponen power unit Hadjar agar ia bisa tampil di kualifikasi. "Saya menghargai kerja keras mereka," kata Hadjar, dikutip dari Formula 1.

Namun, apresiasi itu tidak bertahan lama. Saat Q1 dimulai, Hadjar melaporkan mesinnya kembali mati saat berada di Trek. Ia sempat kembali ke pit, tetapi ketika mencoba lagi, ia mengalami kegagalan gearbox yang membuatnya kehilangan semua gigi. "Ay, ay, ay, ****! Masalah yang sama. Saya kehilangan gigi," teriaknya di radio.

Baca Juga: Kekhawatiran Terbesar Verstappen Jelang GP Singapura 2026: Start Buruk Red Bull

Hadjar: "Saya Hanya Ingin Balapan"

Kekecewaan Hadjar terlihat jelas dalam wawancaranya dengan Sky Sports F1. Ketika ditanya apakah mengetahui bahwa masalah tersebut bukan kesalahannya membuat hasil buruk ini lebih mudah diterima, ia menjawab tegas.

"Tidak, saya ingin balapan. Jujur, saya tidak peduli dengan P22. Saya hanya ingin keluar ke sana dan melakukan tugas saya," ujarnya. Ia juga menyoroti ban soft yang tidak terpakai di garasi.

"Itu yang paling membuat saya kesal. Saya hanya ingin berada di sana dan bertarung dengan pembalap lain," tambahnya.

Baca Juga: McLaren Peringatkan Norris dan Piastri Usai Tabrakan di Sprint Singapura: "Tidak Bisa Diterima"

Permintaan Mesin Baru untuk Balapan Minggu

Dengan posisinya yang sudah berada di barisan belakang, Hadjar mendukung gagasan untuk mengganti seluruh komponen power unit dengan yang baru.

"Kita butuh barang-barang yang baru," katanya. "Dan besok adalah kesempatan, jelas, karena semuanya berantakan akhir pekan ini. Ya, kita butuh memulai dari awal lagi".

Tim Red Bull sendiri belum mengonfirmasi apakah mereka akan menerapkan penalti grid tambahan untuk pemasangan mesin baru tersebut. Namun, dengan start dari posisi belakang, strategi ini dianggap paling logis.

Apresiasi dan Permintaan Maaf dari Tim

Prinsipal Tim Red Bull, Laurent Mekies, menyampaikan permintaan maafnya kepada Hadjar. "Saya ingin meminta maaf kepada Isack, karena ia memiliki waktu yang sangat terbatas di lintasan akhir pekan ini," kata Mekies.

"Kru di garasi melakukan pekerjaan luar biasa untuk menyiapkan mobil untuk kualifikasi, tetapi sayangnya kami kemudian menemui masalah gearbox yang masih kami selidiki".

Mekies juga menegaskan bahwa tim akan berjuang bersama Hadjar untuk bangkit dari keterpurukan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.