Jateng

McLaren Peringatkan Norris dan Piastri Usai Tabrakan di Sprint Singapura: "Tidak Bisa Diterima"

Theo Adi Pratama | 11 Oktober 2026, 12:31 WIB
McLaren Peringatkan Norris dan Piastri Usai Tabrakan di Sprint Singapura: "Tidak Bisa Diterima"

JATENG.AKURAT.CO, Insiden tabrakan antar-rekan setim kembali menghantam garasi McLaren pada Sprint Race Grand Prix Singapura 2026 di Marina Bay Street Circuit, Sabtu (10/10/2026).

Lando Norris dan Oscar Piastri terlibat kontak di lap terakhir balapan 20 lap tersebut, tepatnya saat Norris mencoba menyalip di sisi dalam Tikungan 5. Kedua mobil MP4-31 itu berputar, mengakhiri balapan Piastri lebih cepat sementara Norris hanya mampu finis di posisi kedelapan.

Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi tim yang tengah bersaing ketat di klasemen konstruktor. Alih-alih meraih sembilan poin dari posisi empat dan lima, McLaren harus puas pulang dengan satu poin saja. Insiden ini sontak memantik reaksi keras dari Prinsipal Tim Andrea Stella, yang dengan tegas menyatakan bahwa aksi tersebut sama sekali tidak bisa diterima.

Peringatan McLaren usai tabrakan Norris Piastri di Sprint Singapura 2026 ini menjadi sorotan utama paddock, terutama karena tim tengah berjuang mengamankan posisi di klasemen konstruktor. Berikut ulasan lengkapnya.

Kronologi Insiden di Lap Terakhir

Insiden bermula ketika Norris mencoba memanfaatkan celah di sisi dalam Tikungan 5. Piastri yang berada di depan tidak memberi ruang cukup, dan kedua mobil bersentuhan hingga kehilangan kendali.

Piastri terhempas ke dinding pembatas dan mengalami kerusakan parah pada bagian belakang mobilnya. Sementara itu, Norris mampu melanjutkan balapan meski harus puas finis di urutan kedelapan, hanya membawa satu poin untuk tim.

Steward memutuskan bahwa tidak ada penalti yang dijatuhkan kepada salah satu pembalap, menilai bahwa keduanya turut berkontribusi dalam insiden tersebut.

Stella: "Ini Tidak Bisa Diterima"

Andrea Stella tidak menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara kepada media setelah sesi kualifikasi. Dalam wawancara dengan Sky Sports F1, ia menyebut kejadian ini sebagai sesuatu yang "sama sekali tidak bisa diterima".

"Kami melihat dua mobil McLaren bersentuhan. Itu tidak bisa diterima," ujar Stella dengan nada tegas. Ia menegaskan bahwa kepentingan tim jauh lebih besar daripada ambisi pribadi masing-masing pembalap.

"Tidak ada ego. Tidak ada orang yang lebih besar dari kepentingan tim McLaren Formula 1," tambahnya.

Rapat Tertutup dengan Kedua Pembalap

Stella mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan tertutup dengan Norris dan Piastri untuk membahas insiden tersebut. Ia menekankan bahwa diskusi ini bertujuan memperkuat kesatuan tim, bukan untuk mencari siapa yang bersalah.

"Ini adalah sesuatu yang akan kami bicarakan dengan pembalap kami. Kami akan melakukannya secara privat," kata Stella. "Kami akan menegaskan kembali bahwa kepentingan tim jauh lebih besar dari kami semua".

Meski kecewa, Stella yakin bahwa percakapan ini justru akan membuat tim menjadi lebih bersatu dan kuat.

Norris Minta Maaf, Piastri Tegaskan Batas

Lando Norris mengaku telah menyampaikan permintaan maaf kepada tim atas insiden tersebut.

"Saya sudah minta maaf kepada tim," ujarnya singkat, menolak berkomentar lebih jauh. Sementara itu, Oscar Piastri menegaskan bahwa insiden semacam ini tidak boleh terulang. "Jelas bahwa hal-hal seperti ini tidak bisa terjadi. Semua orang tahu di mana posisi kami," kata Piastri.

Keduanya tampak menyadari bahwa tekanan semakin besar menjelang balapan utama hari Minggu, di mana mereka akan start berdampingan di baris kedua.

Dampak bagi Klasemen Konstruktor McLaren

Insiden ini bukan sekadar kerugian emosional. Kerusakan pada mobil Piastri, termasuk gearbox yang harus diganti, menambah beban kerja mekanik dan anggaran tim di tengah aturan cost cap.

McLaren kini berada dalam pertarungan ketat melawan Red Bull untuk posisi ketiga di klasemen konstruktor. Poin yang hilang di Sprint Singapura bisa menjadi sangat krusial di akhir musim.

Stella menyadari betul konsekuensi material dari insiden ini, menyebut bahwa kerugian bagi tim bersifat nyata dan signifikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.