GP Singapura 2026: Hamilton Tercepat di Q1 dan Q2, tetapi Gagal di Q3

JATENG.AKURAT.CO, Lewis Hamilton harus menerima kenyataan pahit pada sesi kualifikasi Grand Prix Singapura 2026 di Sirkuit Marina Bay, Sabtu (10/10/2026). Pembalap Ferrari itu tampil dominan di Q1 dan Q2, bahkan menjadi yang tercepat di kedua segmen tersebut.
Namun, ketika momen paling krusial tiba, Hamilton justru kehilangan momentum dan harus puas start dari posisi ketiga, tertinggal 0,123 detik dari Max Verstappen yang merebut pole position ke-50 sepanjang kariernya. Rekan setimnya, Charles Leclerc, bahkan berhasil menyelip di posisi kedua dengan selisih hanya 0,054 detik dari Verstappen.
Hamilton secara terbuka mengakui bahwa penampilannya di sesi Q3 jauh dari memuaskan. “Jadi itu tidak cukup baik untuk saya sendiri,” ujarnya saat ditanya tentang penyebab kegagalan tersebut. Kegagalan ini memperpanjang paceklik pole position Hamilton di Grand Prix, yang terakhir kali ia raih pada GP Hungaria 2023.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada mobil SF-26 miliknya di sesi Q3, dan bagaimana Hamilton melihat peluangnya di balapan utama hari Minggu?
Baca Juga: Mercedes Beri Penilaian Baru soal Upgrade W17 Usai Kualifikasi GP Singapura 2026
Dominasi di Q1 dan Q2 yang Berujung Antiklimaks
Hamilton memulai sesi kualifikasi dengan performa yang meyakinkan. Ia memuncaki timesheet di Q1 dan mempertahankan kecepatannya di Q2, membuat banyak pihak menjagokan dirinya sebagai kandidat terkuat peraih pole position.
Mobil Ferrari SF-26 terasa sangat seimbang dan mudah dikendalikan pada ban medium yang digunakan di kedua segmen awal tersebut. Namun, ketika sesi Q3 dimulai dan seluruh pembalap beralih ke ban soft, karakter mobil berubah drastis.
Hamilton yang sebelumnya tampil mulus justru berjuang keras mengendalikan bagian belakang mobilnya. Kesalahan kecil di awal lap, terutama saat memasuki Tikungan 3, membuatnya kehilangan sekitar dua persepuluh detik yang sulit dikejar kembali.
Baca Juga: Kekhawatiran Terbesar Verstappen Jelang GP Singapura 2026: Start Buruk Red Bull
Front Wing yang Berubah Menjadi Pedang Bermata Dua
Penyebab utama hilangnya performa Hamilton di Q3 ternyata berasal dari keputusan teknis yang ia ambil bersama tim. Setelah merasa mobilnya memiliki potensi lebih besar di Q1 dan Q2, Hamilton memutuskan untuk menambah sedikit sudut pada front wing atau sayap depan.
“Saya merasa mobilnya luar biasa di Q1 dan Q2, dan ketika saya menyelesaikan lap, saya berpikir ‘mobil ini masih punya lebih’. Satu-satunya cara untuk mengeluarkan potensi itu adalah dengan menambah wing,” jelas Hamilton. Sayangnya, penambahan tersebut justru membuat mobil melewati batas keseimbangan yang ideal.
“Hanya satu lubang atau semacamnya, tetapi rasanya seperti berada di ujung pisau. Setelah itu, mobilnya jadi sangat sulit diprediksi, dan tidak ada satu pun lap di Q3 yang bagus,” tambahnya.
Baca Juga: McLaren Peringatkan Norris dan Piastri Usai Tabrakan di Sprint Singapura: "Tidak Bisa Diterima"
Verstappen Manfaatkan Momentum, Leclerc Selip di Depan
Di sisi lain, Max Verstappen tampil tenang dan memaksimalkan setiap peluang. Pembalap Red Bull itu mencatat waktu 1 menit 31,373 detik pada percobaan pertamanya di Q3, yang ternyata sudah cukup untuk mengamankan pole position.
Leclerc yang sempat kesulitan dengan masalah pengereman sepanjang kualifikasi berhasil bangkit dan menyalip Hamilton di percobaan terakhirnya. Verstappen bahkan mengalami masalah power pada percobaan terakhirnya, tetapi waktu sebelumnya sudah tidak terkejar oleh para rival.
Kegagalan Hamilton ini juga menutup peluangnya untuk meraih pole ke-105 dalam karier dan yang pertama bersama Ferrari.
Strategi Dua Mobil Ferrari untuk Tekan Verstappen
Meski kecewa dengan hasil kualifikasi, Hamilton tetap melihat sisi positif dari posisinya saat ini. Ferrari berhasil menempatkan kedua mobilnya di tiga besar, dengan Leclerc di posisi kedua dan Hamilton di posisi ketiga.
Situasi ini memberikan keuntungan strategis tersendiri karena tim dapat bekerja sama untuk menekan Verstappen yang tampil sendirian di depan. “Akan sangat sulit untuk mengalahkan Max besok, tetapi ada dua Ferrari di sana dan mungkin ada peluang bagi kami untuk bekerja sama dan memberikan tekanan,” ujar Hamilton.
Ia juga menyebut bahwa sisi kanan lintasan yang menjadi posisi startnya mungkin sedikit lebih menguntungkan dibandingkan sisi kiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Quest Prime Pemuda Semarang Resmi Ganti Identitas Jadi Pemuda Prime Hotel, Buka Babak Baru Pelayanan
- 2Nyawa Bocah Pemalang Melayang, Jateng Tak Ingin Luka Perundungan Terulang
- 3Prof Rina; Pengosongan Gedung Pandanaran Harus Disertai Audit Struktur
- 4DPP Unnes Kucurkan Beasiswa Rp 3,38 Miliar untuk 530 Mahasiswa Kurang Mampu
- 5Tiga Hari Kendalikan Bara TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Terapkan Teknologi Thermal
- 6PSIS Semarang Bidik Kemenangan Keempat, Misi Tekuk Persiraja Bidik Pemuncak Klasemen Grup A!
- 7Info Loker Jogja 2026: Felix Construction Buka Lowongan Kerja Posisi Drafter
- 8Satu Tahun TRING! by Pegadaian, Pengguna Tembus 7,5 Juta dan Transformasi Digital Makin Kuat
- 9PN Pemalang Mengeluarkan Penetapan, 2 ABH Kasus Pelajar SD Meninggal Dititipkan di LPKS 6 Bulan
- 10Kerja Keras Tuai Hasil, 50 Warga Binaan Lapas Semarang Terima Premi



