Kekhawatiran Terbesar Verstappen Jelang GP Singapura 2026: Start Buruk Red Bull

JATENG.AKURAT.CO, Max Verstappen berhasil mengamankan pole position untuk Grand Prix Singapura 2026 di Sirkuit Marina Bay, Sabtu (10/10/2026). Ini menjadi pole pertamanya di sirkuit jalan raya tersebut, sekaligus menandai peningkatan performa signifikan Red Bull setelah kemenangan di Malaysia pekan lalu.
Namun, di balik pencapaian itu, pembalap asal Belanda tersebut menyimpan satu kekhawatiran besar yang bisa menggagalkan ambisinya meraih kemenangan perdana di Singapura. Verstappen mengungkapkan bahwa masalah start atau lepas landas dari garis start masih menjadi titik lemah Red Bull yang belum terselesaikan.
Ia bahkan menyebut start mobilnya di sesi Sprint Race sebagai "horrendous" atau mengerikan, dan menegaskan bahwa jika hal serupa terjadi di balapan utama, peluangnya untuk menang akan sirna dalam hitungan detik.
Kekhawatiran Verstappen terhadap start buruk Red Bull di GP Singapura 2026 ini menjadi sorotan utama paddock, terutama mengingat sirkuit Marina Bay sangat sulit untuk menyalip. Berikut ulasan lengkapnya.
Baca Juga: McLaren Peringatkan Norris dan Piastri Usai Tabrakan di Sprint Singapura: "Tidak Bisa Diterima"
Start Buruk yang Berulang Sepanjang Musim
Masalah start bukan hal baru bagi Red Bull di musim 2026. Verstappen mengaku telah mengalami kesulitan lepas landas sejak awal musim.
"Sepanjang tahun, start saya benar-benar buruk," ujarnya kepada Sky Sports F1. "Kami perlu melakukan sesuatu yang berbeda dan mencoba memahami apa masalahnya." Pada Sprint Race Singapura, Verstappen yang start dari pole harus rela disalip George Russell dari Mercedes sebelum tikungan pertama.
Ia beruntung karena Russell kemudian terjatuh dan menabrak dinding pembatas di akhir lap pertama, sehingga Verstappen bisa kembali memimpin dan memenangi Sprint. Namun, ia sadar keberuntungan seperti itu tidak akan datang dua kali.
Racing Bulls Jadi Pembanding yang Menyakitkan
Yang membuat situasi ini semakin membingungkan, tim satelit Red Bull, Racing Bulls, justru tampil lebih baik dalam hal start. Padahal, kedua tim menggunakan power unit yang sama persis.
"Mesinnya sama. Semuanya sama, jadi tidak ada alasan," tegas Verstappen. Ia menyebut Racing Bulls kadang-kadang melakukan start dengan lebih baik, yang berarti ada sesuatu yang salah di sisi tim pabrikan.
"Kami jelas melakukan sesuatu yang salah. Itu yang perlu kami perbaiki," tambahnya. Pernyataan ini menjadi sindiran tajam bagi tim teknis Red Bull yang bertanggung jawab atas prosedur start.
Start Menentukan Segalanya di Marina Bay
Verstappen menekankan bahwa di Sirkuit Marina Bay, start yang baik bukan sekadar keuntungan, melainkan keharusan. Sirkuit jalan raya ini memiliki karakter sempit dengan sedikit peluang untuk menyalip.
"Jika Anda kehilangan posisi di start, balapan Anda bisa berakhir di situ," kata Verstappen. Ia juga mengingatkan bahwa Ferrari memiliki start yang sangat kuat sepanjang akhir pekan. Lewis Hamilton, yang akan start dari posisi ketiga, berhasil melesat dari P6 ke P2 di Sprint Race.
"Itu selalu menjadi perhatian di sini. Jika beberapa kali terjadi kesalahan, itu otomatis menjadi perhatian yang lebih besar," ujarnya.
Upaya Red Bull Memperbaiki Masalah
Verstappen mengungkapkan bahwa timnya akan bekerja keras untuk memahami akar masalah start buruk ini. "Coba pahami dulu mengapa ini terus salah, lalu lakukan pekerjaan yang lebih baik besok," katanya.
Ia juga menyebut bahwa pada balapan di Malaysia, masalahnya berbeda dan penyebabnya sudah diketahui. Namun, di Singapura, masalahnya kembali muncul meski kondisi berbeda.
"Kami pikir semuanya akan baik-baik saja jika masalah itu tidak terjadi lagi, tapi ternyata tetap tidak cukup baik," jelasnya. Verstappen berharap cuaca kering pada balapan utama bisa membantu tim menemukan solusi.
Modal Pole Position dan Peluang Sejarah
Meski dihantui kekhawatiran, Verstappen tetap memiliki modal berharga: pole position. Ini adalah pole pertamanya di Marina Bay setelah sembilan kali tampil di Singapura tanpa pernah meraih posisi start terdepan.
Sepanjang akhir pekan, mobil RB22 miliknya tampil kompetitif, terutama pada ban medium di sesi latihan bebas. Namun, Verstappen menyadari bahwa performa jarak jauh masih belum diketahui karena sesi long run yang minim.
"Tidak ada yang benar-benar tahu tentang long run karena kami tidak benar-benar melakukannya," ujarnya. Balapan utama akan menjadi ujian sesungguhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Quest Prime Pemuda Semarang Resmi Ganti Identitas Jadi Pemuda Prime Hotel, Buka Babak Baru Pelayanan
- 2Nyawa Bocah Pemalang Melayang, Jateng Tak Ingin Luka Perundungan Terulang
- 3Prof Rina; Pengosongan Gedung Pandanaran Harus Disertai Audit Struktur
- 4DPP Unnes Kucurkan Beasiswa Rp 3,38 Miliar untuk 530 Mahasiswa Kurang Mampu
- 5PSIS Semarang Bidik Kemenangan Keempat, Misi Tekuk Persiraja Bidik Pemuncak Klasemen Grup A!
- 6Info Loker Jogja 2026: Felix Construction Buka Lowongan Kerja Posisi Drafter
- 7Tiga Hari Kendalikan Bara TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Terapkan Teknologi Thermal
- 8Satu Tahun TRING! by Pegadaian, Pengguna Tembus 7,5 Juta dan Transformasi Digital Makin Kuat
- 9PN Pemalang Mengeluarkan Penetapan, 2 ABH Kasus Pelajar SD Meninggal Dititipkan di LPKS 6 Bulan
- 10Kerja Keras Tuai Hasil, 50 Warga Binaan Lapas Semarang Terima Premi




