Jateng

Mimpi PSIS Juara Liga 1 Jadi Tanda Tanya, Usai 'Terusir' dari Jatidiri hingga Akhir Musim 2023/24, CEO: Kami Terkejut

Arixc Ardana | 17 Februari 2024, 18:06 WIB
Mimpi PSIS Juara Liga 1 Jadi Tanda Tanya, Usai 'Terusir' dari Jatidiri hingga Akhir Musim 2023/24, CEO: Kami Terkejut

AKURAT.CO, Mimpi PSIS Juara Liga 1 Jadi Tanda Tanya, Usai 'Terusir' dari Stadion  Jatidiri hingga Akhir Musim 2023/24, CEO: Kami Terkejut

Mimpi PSIS Semarang untuk meraih gelar juara Liga 1 menjadi tanda tanya besar di tengah tantangan baru yang dihadapi klub setelah terpaksa 'terusir' dari kandangnya di Stadion Jatidiri hingga akhir musim 2023/24.

Saat ini, PSIS berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 2023/2024 dengan raihan 42 poin, terpaut 12 angka dari pemuncak klasemen Borneo FC dengan 54 poin, sementara Persib Bandung dan Bali United berada di posisi ketiga dan keempat dengan 41 poin.

Baca Juga: Diusir dari Stadion Jatidiri, PSIS Cari Alternatif Home Base, Stadion Moch Soebroto Magelang Jadi Opsi

Posisi kedua yang diraih PSIS menjadi pencapaian terbaik yang diperoleh hingga minggu ke-24 Liga 1 2023/2024.

Namun, capaian tersebut kini terancam dengan 'terusirnya' PSIS dari kandangnya, Stadion Jatidiri Semarang.

Stadion Jatidiri, yang merupakan landmark ikonik kota Semarang, tengah bersiap untuk menjalani serangkaian renovasi besar-besaran.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengumumkan rencana renovasi stadion ini yang dimulai bulan Februari, dengan target penyelesaian pada bulan Oktober 2024.

Renovasi ini meliputi perbaikan kursi penonton, sistem drainase, kualitas rumput stadion, serta peningkatan aspek keselamatan dan keamanan, menjadikan Jatidiri siap untuk gelaran internasional seperti Piala AFF U16.

Dampak dari renovasi ini langsung terasa bagi PSIS Semarang, klub kebanggaan warga Semarang yang terpaksa harus menjadi 'tim musafir' lagi, mencari stadion alternatif untuk beberapa pertandingan sisa di BRI Liga 1 2023/24.

Termasuk pada pertandingan terdekat pada 23 Februari 2024 mendatang, yang dijadwalkan PSIS Semarang akan menjalani laga tandang di Stadion Jatidiri melawan Dewa United di pekan ke-25 Liga 1 musim ini, dikhawatirkan batal digelar dan harus berpindah lokasi.

Kondisi ini tentu menambah tantangan bagi PSIS, terutama dalam upaya mempertahankan performa dan dukungan fans di tengah ketidakpastian kandang.

Yoyok Sukawi, selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS, mengungkapkan kekecewaan dan tantangan yang dihadapi tim terkait dengan Stadion Jatidiri.

"Kami terkejut mendengar kabar tentang perluasan total lapangan rumput, tetapi setelah hujan deras terbukti bahwa drainase memang tidak maksimal.

Kami minta maaf tidak bisa melanjutkan sisa kompetisi di Jatidiri dan saat ini sedang mencari stadion alternatif di Jawa Tengah, seperti Magelang dan Solo," jelas Yoyok.

Dengan kondisi ini, perjalanan PSIS menuju gelar juara Liga 1 menjadi semakin rumit.

Tantangan bermain di stadion alternatif, tanpa dukungan penuh dari para pendukung di kandang, dapat memengaruhi performa tim.

Namun, di balik semua tantangan tersebut, harapan masih tetap ada. PSIS Semarang memiliki kekuatan dan determinasi untuk menghadapi segala rintangan dan tetap bersaing di puncak klasemen.

Dengan dukungan penuh dari penggemar dan manajemen klub yang solid, mimpi untuk meraih gelar juara Liga 1 tetap menjadi target yang realistis.

Semoga PSIS Semarang dapat mengatasi semua tantangan ini dan menjadikan musim 2023/24 sebagai tahun kebangkitan mereka dalam sejarah klub.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.