PSSI Jateng Hukum Persip Pekalongan, Persik Kendal, dan Persibangga Purbalingga Serta PSIP Pemalang Pasca Insiden Liga 3

AKURAT.CO, Berita sepak bola regional telah menarik perhatian setelah Komite Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Tengah merilis hasil sidang terkait insiden-insiden dalam kompetisi Liga 3 Jawa Tengah.
Tim-tim terkenal di Liga 3 Jateng seperti Persip Pekalongan, Persik Kendal, dan Persibangga Purbalingga terlibat dalam beberapa pelanggaran yang menghasilkan sanksi yang signifikan.
Persip Pekalongan Dijatuhi Sanksi Karena Tindakan Penonton
Dalam sebuah kejadian yang tidak menguntungkan, penonton Persip Pekalongan dikenakan hukuman karena perilaku buruk yang melibatkan pelemparan batu ke arah pemain dan ofisial tim PSIP Pemalang.
Baca Juga: Tiket PSIS vs Madura United Ada Diskon, Ini Syaratnya
Kejadian ini terjadi saat ada protes ke Asisten Wasit 2, dan berlanjut hingga pemain dan ofisial PSIP Pemalang bergerak menuju terowongan setelah pertandingan.
Akibatnya, Persip Pekalongan dihukum dengan denda sebesar Rp. 10.000.000.
Pemain Persik Kendal dan Persibangga Purbalingga Terlibat Perkelahian
Pemain Persik Kendal, Fajar Rahmawan, dan pemain Persibangga Purbalingga, Wahyu Susilo, terlibat dalam perkelahian yang menyebabkan keduanya menerima skorsing.
Fajar Rahmawan dihukum skorsing untuk dua pertandingan dan denda Rp. 5.000.000, sementara Wahyu Susilo juga disanksi skorsing untuk dua pertandingan dengan denda yang lebih berat, yaitu Rp. 15.000.000.
Baca Juga: Adu Strategi Pelatih: PSIS dan Madura United Siap Unjuk Gigi di Pekan Kritis Liga 1
Insiden ini telah menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola Liga 3 Jawa Tengah, menyoroti pentingnya disiplin dan olahraga yang bersih.
Pentingnya Disiplin dalam Sepak Bola Regional
Insiden-insiden ini menggarisbawahi pentingnya disiplin dalam olahraga, terutama dalam kompetisi regional seperti Liga 3 Jawa Tengah, di mana semangat kompetisi sering kali tinggi.
Sanksi yang diberikan oleh PSSI Jawa Tengah bertujuan untuk memelihara integritas permainan dan memastikan bahwa sepak bola tetap sebagai olahraga yang dinikmati oleh semua, tanpa kekerasan dan perilaku buruk baik di dalam maupun di luar lapangan.
PSSI Jawa Tengah telah menegaskan komitmennya untuk mempromosikan olahraga yang adil dan menghukum setiap pelanggaran dengan serius.
Sementara ini, tim dan pemain yang terkena dampak diharapkan untuk meninjau kembali standar dan perilaku mereka, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat





