Laporan Eksklusif WWDC 2025: Lonjakan OS Apple ke Versi 26, Era Liquid Glass Dimulai! Pengguna iPhone XS Series Siap-siap Patah Hati?

JATENG.AKURAT.CO, Gemuruh sorakan dan spekulasi panjang akhirnya terjawab. Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) 2025 resmi digelar tadi malam, membawa serangkaian kejutan yang signifikan bagi seluruh ekosistem produk Apple.
Sesuai rumor yang beredar, raksasa teknologi ini membuat lompatan versi operating system (OS) secara drastis, dari yang seharusnya iOS 18 menjadi OS 26.
Perubahan ini berlaku menyeluruh untuk semua produk Apple, mengikuti periode perilisan tahunan mereka.
Pembukaan Spektakuler ala Apple: Craig Federighi "Nyentrik" di Atas Apple Park
Seperti biasa, Apple membuka acara WWDC dengan sangat spektakuler. Kali ini, Craig Federighi, sang Senior Vice President of Software Engineering Apple, kembali beraksi dengan gimmick yang tak terduga.
Ia terlihat "balapan" Formula 1 di atas genteng Apple Park, mengubahnya menjadi sirkuit balap layaknya arena Mario Kart.
Aksi ini, yang juga menampilkan rambutnya yang membesar mirip Jimmy Neutron, merupakan jembatan untuk menyambut film terbaru Apple TV yang berjudul "F1" atau "Formula 1".
Sebuah strategi advertising yang sangat niat, bahkan menjadikan Apple Park sebagai "Apple Sentul Park".
"Liquid Glass": Revolusi Desain UI ala VisionOS Hadir di Semua OS Apple
Inti dari presentasi WWDC 2025 tadi malam adalah pengumuman mengenai perubahan besar pada desain User Interface (UI) atau tema keseluruhan OS Apple.
Mulai dari OS 26, iOS, WatchOS, TVOS, MacOS, dan lainnya akan "ganti kulit" dengan konsep baru yang diberi nama Liquid Glass.
Konsep ini, yang memang telah lama dirumorkan, secara resmi terinspirasi dari VisionOS milik Apple Vision Pro.
Visual "Liquid Glass" menghadirkan efek seakan-akan kaca yang transparan namun memiliki kedalaman 3D dan efek kilau di sudut-sudutnya, bukan sekadar transparan datar.
Animasi UI juga diperbarui, terasa lebih hidup dan dinamis. Pengguna juga akan dimanjakan dengan pilihan ikon di home screen: ada yang benar-benar "full glass" transparan, mode normal, hingga dark mode dengan efek "black glass" yang tetap menonjolkan efek 3D.
Tampilan ini secara keseluruhan terasa sangat "Apple banget", minimalis, elegan, dan clean.
Perubahan ini merata di seluruh aplikasi native iOS seperti Foto, Safari, Telepon, FaceTime, dan lainnya.
Efek "embun air" atau distorsi tipis pada liquid glass membuat tampilan seolah "menembus pandang" dengan wallpaper di belakangnya, memberikan kesan yang lebih hidup.
Personalisasi Layar Kunci yang Lebih Cerdas dan Dinamis
Lock Screen pada iOS 26 juga mendapatkan pembaruan signifikan. Tampilan jam kini mengusung gaya glass dan menjadi dinamis.
Jam akan menyesuaikan diri dengan subjek di wallpaper Anda, bisa memanjang atau memendek. Bahkan notifikasi pun akan membuat jam beradaptasi secara dinamis.
Tak hanya itu, bagi pecinta musik, Apple Music kini menampilkan animated album art dari artis favorit langsung di lock screen saat lagu diputar.
Ini semua menunjukkan komitmen Apple dalam menyajikan pengalaman visual yang lebih imersif.
CarPlay Ultra: Kemewahan di Balik Setir Mobil Milyaran Rupiah
Pengguna CarPlay juga akan merasakan sentuhan "Liquid Glass" pada tampilan head unit mobil mereka.
Tampilan ini menjanjikan nuansa yang lebih elegan dan bersih, terutama dalam mode dark mode.
Apple juga memperkenalkan CarPlay Ultra, sebuah evolusi CarPlay yang lebih canggih.
Untuk pertama kalinya, CarPlay Ultra akan disematkan secara eksklusif pada mobil Aston Martin, yang diperkirakan berharga miliaran rupiah.
Hal ini mengindikasikan bahwa CarPlay Ultra kemungkinan besar akan menjadi fitur premium yang diperuntukkan bagi sport car, hyper car, atau mobil-mobil kelas atas lainnya.
Kabar Pahit: iPhone XS, XS Max, dan XR Tidak Kebagian iOS 26
Namun, ada kabar yang kurang menggembirakan bagi sebagian pengguna iPhone.
Apple mengumumkan bahwa iPhone 11 atau iPhone SE generasi kedua (dengan chipset A13 Bionic) menjadi minimum requirement untuk bisa memperbarui ke iOS 26.
Ini berarti, iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR (termasuk varian warna kuning, biru, dan hijau) tidak akan bisa mendapatkan pembaruan iOS 26.
iOS 18 akan menjadi versi terakhir yang bisa di-update oleh perangkat-perangkat tersebut.
Meskipun demikian, para pengguna iPhone XS Series diharapkan tidak berkecil hati.
Prediksi mengenai hal ini sudah sempat disampaikan sebelumnya, dan masih ada banyak alasan mengapa tidak mendapatkan iOS 26 tidak menjadi akhir segalanya.
Fitur Baru Berbasis Apple Intelligence: Dari Penerjemah Real-time hingga Aplikasi Game Khusus
iOS 26 juga akan dibekali sejumlah fitur baru yang melibatkan Apple Intelligence:
- Live Translation: Fitur ini berlaku untuk aplikasi Pesan, FaceTime, dan Panggilan Telepon. Pengguna dapat langsung mendapatkan terjemahan real-time saat berkomunikasi, sangat berguna bagi mereka yang memiliki koneksi atau klien dari luar negeri.
- Visual Intelligence Improvement: Kini, pencarian konten dapat dilakukan langsung dari apa yang ada di layar (onscreen). Jika sebelumnya harus mengandalkan kamera untuk mencari objek, sekarang cukup screenshot layar iPhone, dan opsi pencarian akan muncul. Fitur ini, meskipun terbilang terlambat, akhirnya hadir di Apple Intelligence.
- Aplikasi Game Dedicated: Apple merilis aplikasi khusus untuk gaming, terpisah dari App Store. Aplikasi ini berfungsi layaknya "Steam"-nya Apple, di mana pengguna bisa mencari game Apple Arcade terbaru, bermain multiplayer dengan teman, melihat leaderboard, hingga berinteraksi dalam komunitas. Ini menandakan keseriusan Apple dalam pasar gaming di perangkat mereka.
Evolusi macOS 26, WatchOS 26, dan VisionOS 26: Sentuhan 'Liquid Glass' yang Menyeluruh
Tak hanya iOS, Apple juga mengumumkan versi terbaru untuk macOS (dengan coden name "Le Taho"), WatchOS 26, dan VisionOS 26.
Semua OS ini mendapatkan redesign Liquid Glass yang sama, menegaskan bahwa VisionOS memang menjadi inspirasi utama bagi semua perubahan di WWDC 2025.
Ada fitur menarik di VisionOS 26: Spasial Widget. Pengguna kini bisa menempatkan widget atau jam di dinding tertentu, menciptakan ilusi seolah widget tersebut muncul atau tenggelam di tembok.
Bahkan, pengguna bisa menambahkan "jendela" virtual dengan pemandangan yang diinginkan.
Fitur Persona atau tampilan wujud virtual pengguna saat video call juga kini jauh lebih realistis, mendekati replika fisik, memberikan pengalaman yang semakin imersif dan bahkan sedikit "menyeramkan" layaknya adegan di film Black Mirror. Fitur ini masih bisa dinikmati di produk Apple Vision Pro yang sama.
iPadOS 26: Jelmaan macOS? Fitur Windowing System dan Menu Bar yang Revolusioner
Salah satu bintang yang mencuri perhatian di WWDC 2025 adalah iPadOS 26.
Apple memperkenalkan fitur MacOS-style Windowing System yang mengubah total pengalaman multitasking di iPad.
Pengguna kini dapat dengan leluasa mengubah ukuran (resize) dan membuka banyak aplikasi sekaligus di satu layar yang sama, layaknya di MacBook atau macOS, bukan lagi sekadar mode Stage Manager.
Selain itu, hadir pula Menu Bar yang akan muncul di bagian atas layar iPad, semakin menjadikan iPadOS ini menyerupai macOS.
Hal ini memicu pertanyaan lama: mengapa iPadOS tidak langsung saja menggunakan macOS?
Namun, fakta ini adalah kabar baik bagi para pengguna iPad yang bekerja atau belajar, karena perangkat mereka kini hampir menyerupai MacBook dari segi fungsionalitas sistem operasi.
Gebrakan Desain, Namun Inovasi Perlu Diuji
Secara keseluruhan, WWDC 2025 menyoroti fokus Apple pada konsistensi desain dan pengalaman visual.
Perubahan drastis ke konsep "Liquid Glass" yang terinspirasi dari VisionOS memang patut diacungi jempol dari segi estetika dan keselarasan ekosistem. Ini mengingatkan kita pada gebrakan desain di era iOS 7, yang merupakan redesign terbesar iOS.
Namun, apakah hype dan "rasa" inovasinya sebesar di era iOS 7? Menurut pengamatan awal, gebrakannya mungkin tidak semasif itu. Perlu diuji lebih lanjut melalui pengalaman hands-on langsung.
Dari lock screen, home screen, control center, pusat notifikasi, aplikasi Foto, Telepon, FaceTime, hingga Kamera, tampilannya kini benar-benar minimalis dan khas Apple.
Sebagai penutup, perlu diingat bahwa tampilan "glass" atau translucent ini sebenarnya bukan hal baru di dunia operating system. MacOS dengan "Aqua" atau Windows Vista juga pernah mengadopsi tampilan serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






