Moon Chang-Jin, Gelandang Asal Korea Selatan, Resmi Bergabung dengan PSS Sleman

AKURAT.CO, PSS Sleman telah resmi menandatangani Moon Chang-Jin, gelandang serang berpengalaman dari Korea Selatan.
Keputusan ini didasari oleh pengalaman luas Moon di K-League, di mana ia telah berhasil memenangkan tiga gelar utama bersama Pohang Steelers.
Moon, yang telah membuat keputusan besar untuk melanjutkan karirnya di Indonesia, mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan ini.
“Pertama kali menerima tawaran untuk bermain di PSS Sleman, saya mencari informasi mengenai klub ini. Saya terkesan dengan antusiasme suporter dan kehangatan manajemen klub,” ungkap Moon di Omah PSS, Sleman.
Baca Juga: Pelatih Nova Arianto Ingatkan Timnas Indonesia U-16 untuk Tidak Cepat Berpuas Diri
Pemain asal Negeri Ginseng ini memiliki catatan impresif di sepak bola profesional, dengan dua gelar Korean Cup Winner dan satu kali sebagai South Korean Winner di liga domestik.
Pengalaman ini diharapkan bisa membawa semangat baru kepada skuad PSS Sleman, yang pada musim lalu berada di peringkat menengah ke bawah.
“PSS Sleman membutuhkan dorongan untuk mencapai puncak performa musim ini, dan dengan pengalaman serta prestasi yang saya miliki, saya berharap dapat cepat beradaptasi dan membawa tim ini mencapai lebih banyak kesuksesan,” tambah Moon.
Manajemen PSS Sleman percaya bahwa kehadiran Moon Chang-Jin akan memberikan dampak positif baik di dalam maupun luar lapangan, terutama dalam membina pemain muda dan membangun mental pemenang di klub.
Baca Juga: Persib Bandung Perkuat Pertahanan dengan Kedatangan Mateo Kocijan dari Kroasia
Sebelumnya, PSS Sleman dengan resmi telah mendatangkan Alan José Bernardon, kiper asal Brasil yang memiliki tinggi impresif 2,01 meter, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi penjaga gawang mereka untuk kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi yang mendalam mengenai kelemahan tim di posisi tersebut selama musim lalu.
Alan, yang sebelumnya bermain untuk XV Piracicaba di Campeonato Paulistão, mengungkapkan antusiasmenya terhadap tantangan baru ini.
“Bermain di hadapan suporter PSS yang penuh energi dan antusiasme tinggi merupakan kesempatan besar bagi saya untuk meningkatkan karir,” ujarnya di Omah PSS, Sleman.
Pemain berusia 29 tahun ini juga mengakui adanya perbedaan budaya, konsumsi makanan, dan bahasa sebagai tantangan yang harus dihadapinya. Namun, ia bertekad untuk mempelajari bahasa Indonesia demi memperlancar komunikasi dengan tim dan staf pelatih.
Baca Juga: Persita Tangerang Tunjuk Fabio Lefundes Sebagai Pelatih Kepala, Ini Profilnya
“Saya percaya bahwa bahasa sepak bola bersifat universal. Dengan mempelajari dasar-dasar bahasa Indonesia, saya berharap bisa lebih cepat beradaptasi dan berkomunikasi lebih efektif dengan rekan setim,” tutur Alan.
Adaptasi dengan cuaca dan makanan lokal juga menjadi bagian penting dari transisi Alan.
“Saya sudah terbiasa dengan iklim tropis di Brasil, sehingga memudahkan saya beradaptasi dengan kondisi di Sleman. Selain itu, saya beradaptasi dengan baik terhadap makanan lokal yang membantu saya mengenal lebih jauh cita rasa masakan Indonesia,” tambahnya.
Dengan pengalaman yang dimilikinya, Alan berambisi untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi PSS Sleman dan membantu tim mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajemen.
“Saya percaya dengan dedikasi dan kerja keras bersama tim PSS, kami dapat mencapai tujuan ini dan membawa kebanggaan bagi keluarga besar PSS,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 3Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat



