Sarasehan Kemandirian Ekonomi Pesantren, Ponpes Ar-Rois Cendekia Undang Umi Wahedaa

AKURAT.CO SEMARANG - Pondok Pesantren Ar Rois Cendekia Semarang mengadakan “Sarasehan Kemandirian Ekonomi Pesantren” bekerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Tengah, di Aula Yayasan Ar-Rois Cendekia, Rabu (25/10/2023).
Diikuti 150 peserta dari berbagai perwakilan pesantren di Jawa Tengah, acara tersebut menghadirkan Pembina Yayasan Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Bogor, Dr. Hj. Umi Wahedaa, S.Psi, M.Si.
Baca Juga: Bappilu Gerindra Kota Semarang Siapkan Strategi Pemenangan Prabowo-Gibran
Umi Wahedaa mengatakan, sejak didirikan tahun 1998 Pondok Pesantren Nurul Iman telah mengratiskan biaya pendidikan untuk santri.
Dari kepemimpinan suaminya Habib Saggaf, Pondok Pesantren Nurul Iman berkembang pesat dari tahun ke tahun.
Puncaknya, pada tahun 2010, Habib Saggaf meninggal dunia.
Baca Juga: Gerindra Jateng Optimis Keberadaan Gibran Bisa Menangkan Pilpres 2024
Atas amanah suami sebelum meninggal, kepemimpinan pesantren jatuh kepada dirinya.
"Habib, tidak meninggalkan warisan, ia hanya meninggalkan wakaf atau aset pesantren ini. Pesannya sebelum meninggal, saya yang harus mengelola," katanya.
Ia mengaku, saat awal memimpin pondok pesantren merasa tertekan, karena tidak tahu bagaimana mengelola bisnis pesantren.
Terlebih masih ada hutang unit usaha pesantren senilai 2 miliar.
Baca Juga: 22 Pelajar di Semarang Ditangkap Terlibat Tawuran dan Kepemilikan Senjata Tajam
"Saya ditugaskan hanya mengajar oleh suami. Tidak pernah ikut berkecimpung dalam pengolaan bisnis. Tetapi saya nekat, dan alhamdulillah bisa terlaksana sampai saat ini," ungkapnya.
"Saya lunasi hutang-hutang unit usaha dahulu. Saya jual mobil, jual emas dan sebagainya. Bisa dibilang saya mengelola unit usaha pesantren ini dari minus, bukan zero lagi," imbuhnya.
Kemudian, Umi menuturkan, awal dahulu ada 25 unit bisnis dan sekarang telah berkembang menjadi 59.
Baca Juga: Pemkot Semarang Siapkan Mitigasi Bencana Antisipasi Persoalan Banjir
Semua unit tersebut murni atas pengelolaan mandiri oleh pesantren, tanpa sokongan donasi dari luar.
Dikelola oleh dirinya dan dibantu oleh santri-santri yang telah lulus SMA atau Sarjana.
"Sama sekali, tanpa donasi. Kita benar-benar kelola secara mandiri secara profesional dan transparan," tuturnya.
Baca Juga: Pemerintah Jawa Tengah Gencarkan Perekaman e-KTP untuk Pemilih Pemula Jelang Pemilu 2024
Ia berpesan dalam pengelolaan bisnis di pesantren harus dibagi kedalam empat bidang manajerial.
Manajemen sumber daya manusia, manajemen produksi, menejemen keuangan dan manajeman pemasaran.
Empat bidang tersebut harus dikelola oleh orang-orang yang berbeda.
"Ini, biasanya di pondok, seluruh manajeman dipegang satu orang. Ini harus dirubah, agar manajerial bisnis pesantren bisa berjalan efektif. Jangan sampai bagian produksi ikut campur dalam pemasaran, dan sebagainya" pesannya.
"Lihat pasarnya dulu, dan harus percaya diri dengan produk kita sendiri. Itu prinsip," tegasnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rois Cendekia, Dr. K.H Ahmad Rofiq Mahfudz, M.Si mengungkapkan, sarasehan ini dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.
Harapannya, dapat memantik pengelola dan santri-santri pondok pesantren atas kepercayaan dirinya dan keterampilan yang kuat untuk berwirausaha.
"Semoga sarasehan kemandirian pesantren dapat menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan agama dapat berintegrasi dengan pengembangan keterampilan praktis, menciptakan generasi muda yang terampil, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era globalisasi," paparnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






