Penguatan Ideologi Pancasila, Salah Satu Upaya Pj Bupati Kudus Tangkal Paham Radikalisme

AKURAT.CO KUDUS - Paham Radikalisme dan juga terorisme merupakan suatu paham yang sangat berbahaya keberadaannya bagi keutuhan bangsa dan negara.
Oleh karena itu, keberadaan paham tersebut tidak cocok berkembang di Indonesia.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Dinkes Semarang Minta Masyarakat Langsung Melapor Jika Ada Gejala
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus menyelenggarakan kegiatan Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Keamanan Terhadap Kelompok Radikal di Pendapa Kudus, Rabu (25/10).
Kegiatan tersebut di buka oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus Bergas C. Penanggungan didampingi Asisten II Sekda Kudus dan Kepala Badan Kesbangpol Kudus.
Baca Juga: Tahun 2024, Tiga Ruas Jalan Di Kota Semarang Akan Dibangun
Turut hadir, Ustaz Imron Baihaqi atau Abu Tholut (eks napiter) sebagai narasumber, Kapolsek Kota, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kudus, santri perwakilan FKPP, dan undangan lainnya.
Menurut Bergas, saat ini para santri telah memiliki latar belakang yang bagus dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Pemkot Semarang Gandeng KPK Lakukan Supervisi untuk Berantas Pelaku Korupsi
Tinggal bagaimana para pengasuhnya dapat menanamkan sebuah pedoman (Ideologi Pancasila) sehingga para generasi penerus bangsa tidak terbawa arus paham radikalisme dan terorisme.
"Makanya kenapa saya lebih gencar bicara urusan Ideologi Pancasila. Dengan demikian, pemikiran jahat akan hilang," jelasnya.
Bergas pun menaruh harapan besar pada para santri di Kabupaten Kudus untuk dapat menjadi agen-agen dalam upaya menyebarkan sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Menurutnya, dengan hal itu telah terbukti ampuh dalam menangkal paham-paham radikalisme maupun terorisme.
Baca Juga: Rumah Sakit Masmitra Membuka Banyak Lowongan Pekerjaan, Segera Daftar Sebelum Ditutup!
"Semoga para santri dapat menjadi agen dalam mengambil peran yang menyejukkan melalui moderasi beragama yang merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan beragama," harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kudus, Muhammad Fitriyanto mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 80 orang perwakilan santri yang tergabung dalam FKPP Kudus.
"Ada sebanyak 80 orang santri yang menghadiri kegiatan ini. Kami ingin mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan ponpes maupun di masyarakat," katanya.
Selain memberikan materi tentang Optimalisasi Peran Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Keamanan Terhadap Kelompok Radikal, pihaknya juga berpesan pada segenap santri agar dapat turut serta mensukseskan gelaran pemilu tahun 2024 mendatang serta dapat ikut andil menjaga kondusifitas wilayah di Kabupaten Kudus.
"Tahun depan akan terselenggara pemilu serentak, kami berpesan panjenengan dapat turut serta mensukseskan gelaran pemilu serta ikut andil menjaga kondusifitas wilayah," pesannya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










