Walikota Semarang Minta Inspektorat dan Asisten 1 Selidiki Dugaan Pungli di Kelurahan Tawang Mas

AKURAT.CO - Inspektorat Kota Semarang merespons aduan dugaan pungli dana FKK dan PKK di Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat.
Inspektur Pembantu V Inspektorat Kota Semarang Pitoyo Tri Susanto mengungkapkan paska aduan masyarakat lewat pemberitaan soal pungli yang diduga dilakukan oleh Lurah Tawang Mas, institusinya langsung merapatkan hal tersebut.
"Saya dipanggil Pak Plt Inspektur Rabu (9/8/2023) pagi terkait informasi dugaan pungli di Tawang Mas. Kami tindaklanjuti dengan membentuk tim," ujar dia, saat dikonfirmasi pada Sabtu (12/8/2023).
Baca Juga: LPMK Semarang Tak Terima Dituduh Lakukan Pungli
Menurut Pitoyo, kasus tersebut juga mendapat perhatian dari Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Lewat Asisten 1 M Khadik, pihaknya diminta Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, untuk menindaklanjuti aduan dugaan pungli Tawang Mas.
"Siang, kami ditelpon Bapak Asisten 1 menginformasikan hal tersebut. Bahwa ini dawuh (perintah) dari Bu Wali Kota untuk ditindaklanjuti. Dan kami sampaikan kepada Bapak Asisten bahwa tadi pagi sudah kami diskusikan dengan Bapak Plt Inspektur. Dan kami sudah siapkan untuk ditindaklanjuti, kami langsung membentuk tim, sambil menunggu disposisi Bu Wali Kota," beber dia.
Tim awalan yang dibentuk Inspektorat, sementara ditugasi untuk mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Baca Juga: 416 Bikers Jambore Touring Gayeng Jawa Tengah Gelar Baksos
Termasuk mengidentifikasi persoalan dan pihak yang mengetahui persoalan dugaan pungli.
"Sembari menunggu disposisi dari Ibu Wali Kota kami sudah siapkan tim awalan. Jadi ketika ada disposisi, tim ini sudah siap menangani," ujar dia.
Karena masih di tahap awal , Pitoyo belum bisa memberi keterangan lebih lanjut soal penanganan kasus tersebut.
"Perkembangannya kita lihat nanti," imbuh dia.
Baca Juga: Ini Pilihan 5 Lokasi Glamping Terfavorit di Subang Jawa Barat
Diberitakan sebelumnya, Lurah Tawang Mas Semarang Barat, Rusmanto diduga melakukan pungli dana FKK dan PKK. E, kader FKK yang juga kader PKK mengaku dimintai Lurah Rusmanto Rp 1.400.00 lantaran sudah membantu proses pencairan dana FKK dan PKK.
Aduan permintaan uang ini disertai bukti chat WhatsApp dan tiga lembar kuitansi serah terima uang tertanggal 29 Desember 2022 dan 3 Januari 2023.
Rusmanto berdalih uang Rp 1 juta bukan untuk dirinya, melainkan diberikan ke kader FKK lain yang belum menerima honor selama 2022.
Sedangkan uang Rp 400 ribu digunakan untuk pengadaan alat tulis kantor mengingat di awal tahun biasanya kelurahan tidak ada anggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat






