CEO Baru Apple Dikabarkan Siap Ubah Aturan App Store demi Raup Cuan Lebih Besar

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah transisi kepemimpinan yang baru saja berlangsung, Apple dilaporkan sedang mematangkan rencana perubahan besar pada kebijakan App Store.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan margin keuntungan dan menarik lebih banyak pendapatan berulang dari platform distribusi aplikasi raksasa tersebut.
Rencana yang digagas oleh CEO baru John Ternus dan Senior Vice President Services Eddy Cue ini dikabarkan menjadi pemicu mundurnya eksekutif senior Apple, Phil Schiller, dari posisinya sebagai pemimpin App Store pekan lalu.
Baca Juga: 2026, Tahun Bersejarah bagi Mac: OLED, Touchscreen, dan Dynamic Island
Gegarasi dari Dalam: Ketidakcocokan Visi di Puncak Apple
Salah satu tokoh paling berpengaruh di balik layar Apple, Phil Schiller, memutuskan untuk mundur dari peran sebagai kepala App Store.
Menurut laporan jurnalis Bloomberg Mark Gurman, langkah ini dipicu oleh perbedaan pandangan mendasar terkait strategi bisnis platform tersebut.
Ternus dan Cue ingin mencari cara untuk meningkatkan pendapatan dari App Store.
Namun, Schiller justru khawatir bahwa kebijakan yang terlalu agresif untuk mengeruk keuntungan akan memperburuk hubungan Apple dengan para pengembang aplikasi dan pemerintah di berbagai negara.
Meski tidak ada konflik terbuka, Schiller memilih untuk tidak terlibat dalam arahan baru ini dan mengundurkan diri dari posisinya, meskipun ia tetap menjabat sebagai Apple Fellow.
Opsi yang Dipertimbangkan: dari Otomatisasi hingga Kenaikan Biaya
Hingga saat ini, Apple belum mengumumkan secara resmi perubahan apa yang akan mereka terapkan. Namun, sejumlah skenario telah muncul sebagai opsi yang memungkinkan.
Salah satunya adalah peningkatan otomatisasi dalam proses peninjauan aplikasi (App Review).
Mengganti sebagian besar proses manual yang memakan biaya dengan sistem otomatis dinilai dapat menekan pengeluaran operasional, meskipun langkah ini berpotensi menuai kritik.
Opsi lainnya adalah menaikkan biaya keanggotaan tahunan bagi pengembang yang saat ini dipatok sebesar 99 dolar AS (sekitar Rp 1,5 juta).
Apple juga bisa memberlakukan biaya berlangganan tambahan bagi pengembang besar berdasarkan volume lalu lintas aplikasi mereka, sebagai bagian dari upaya berbagi biaya infrastruktur.
Dampak bagi Pengembang dan Regulasi
Potensi perubahan ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Ternus, Apple bisa menjadi lebih agresif dalam memonetisasi platform yang sudah sangat menguntungkan.
Namun, langkah ini memiliki risiko besar mengingat Apple saat ini sedang menghadapi tekanan dari regulator di berbagai negara yang mengkritik kebijakan "pajak Apple" (Apple Tax).
Perubahan kebijakan yang dianggap merugikan pengembang bisa memicu gelombang kritik baru dan meningkatkan pengawasan antitrust.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Agenda Bulan Bahasa, Tadris Bahasa Indonesia UIN SATU, Gelar Lomba Presenter se-Jawa Timur
- 2PMII Jateng Soroti Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, Polisi Dinilai Abaikan Aspek Humanis
- 3APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 4Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam
- 5Iswar Aminuddin Suntikkan Semangat untuk PSIS Semarang Usai Gagal Raih Kemenangan
- 6PPP Kota Semarang Mulai Panaskan Mesin Politik, Bidik Kebangkitan pada Pemilu 2029
- 7Dari Kolam Lele hingga Olahan Pangan, PLN dan UNNES Kembangkan Kampung Minapolitan Siroto
- 8Lampion Terangi Langit Borobudur, Andrea Bocelli Hadirkan Konser Penuh Warna
- 9Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
- 10Festival Tring! by Pegadaian Hadir di Solo Paragon, Suguhkan Hiburan hingga Edukasi Investasi Emas




