Simulasi UMK Jateng 2027: Dari Rp221 Ribu sampai Rp351 Ribu, Siapa Juara?

JATENG.AKURAT.CO, Simulasi UMK 2027 di Jateng menunjukkan Semarang paling pesat secara nominal dengan kenaikan Rp277–351 ribu, sementara Banjarnegara dan Sragen paling pelan dengan Rp174–222 ribu; tapi “paling pesat” belum tentu “paling layak”, karena KHL Jateng sudah Rp3,51 juta dan Semarang disebut Rp4,1 juta.
Bayangkan meja Dewan Pengupahan Jawa Tengah bulan ini. Di atas meja itu ada tiga angka: inflasi 3,18 persen, pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, dan alfa 0,5–0,9.
Dari tiga angka itu, lahir rentang kenaikan 5,78–7,86 persen. Buruh lewat KSPI minta 7,5–9,5 persen. Apindo minta alfa jangan lebih dari 0,5.
Angka-angka itu berlaku untuk semua kabupaten/kota. Tapi efeknya tidak sama. Daerah dengan UMK tinggi akan merasakan kenaikan nominal paling besar.
Daerah dengan UMK rendah akan merasakan kenaikan nominal paling kecil. Persentasenya sama. Rupiahnya beda.
Tabel: Simulasi UMK 2027 di Beberapa Daerah Jateng
Daerah | UMK 2026 | Simulasi 7,5% | Simulasi 9,5% | Kenaikan Nominal (9,5%) |
|---|---|---|---|---|
Kota Semarang | Rp3.701.709 | Rp3.979.337 | Rp4.053.371 | +Rp351.662 |
Kab. Demak | Rp3.122.805 | Rp3.357.015 | Rp3.419.471 | +Rp296.666 |
Kab. Kendal | Rp2.992.994 | Rp3.217.469 | Rp3.277.328 | +Rp284.334 |
Kab. Kudus | Rp2.818.585 | Rp3.029.979 | Rp3.086.351 | +Rp267.766 |
Kab. Cilacap | Rp2.773.184 | Rp2.981.173 | Rp3.036.136 | +Rp262.952 |
Kab. Jepara | Rp2.756.501 | Rp2.963.239 | Rp3.018.369 | +Rp261.868 |
Kab. Karanganyar | Rp2.592.154 | Rp2.786.566 | Rp2.838.409 | +Rp246.255 |
Kab. Sragen | Rp2.337.700 | Rp2.512.028 | Rp2.559.782 | +Rp222.082 |
Kab. Banjarnegara | Rp2.327.813 | Rp2.502.399 | Rp2.548.955 | +Rp221.142 |
Sumber: simulasi berdasarkan UMK 2026 dan usulan KSPI 7,5–9,5 persen.
Perhatikan kolom terakhir. Semarang naik Rp351.662 di skenario 9,5 persen. Banjarnegara naik Rp221.142.
Selisih kenaikannya Rp130.520. Bukan karena Semarang dapat persentase lebih besar. Persentasenya sama. Tapi karena basis UMK-nya berbeda.
Paling Pesat Secara Nominal: Semarang
Secara nominal, Semarang juara. Kenaikannya paling besar karena UMK-nya paling tinggi. Ini bukan kejutan.
Rumus persentase selalu memberi hasil absolut lebih besar pada angka dasar yang lebih besar.
Tapi ada konsekuensi lain. Semarang juga daerah dengan KHL tertinggi di Jateng. Survei Aliansi Buruh Jawa Tengah (Abjat) bersama akademisi Undip menempatkan KHL Kota Semarang di kisaran Rp4,1 juta.
Dengan UMK 2027 skenario 9,5 persen Rp4.053.371, gap ke KHL kota masih sekitar Rp47 ribu. Dengan skenario 7,5 persen, gap-nya sekitar Rp120 ribu.
Jadi, Semarang paling pesat secara nominal. Tapi belum tentu paling “layak”.
Paling Pelan: Banjarnegara dan Sragen
Di ujung lain, Banjarnegara dan Sragen bergerak paling pelan. Kenaikannya hanya Rp221–222 ribu di skenario 9,5 persen. UMK 2027 Banjarnegara Rp2.548.955, Sragen Rp2.559.782.
Angka itu masih jauh dari KHL Jateng Rp3.512.997. Gap-nya sekitar Rp950 ribu sampai Rp1 juta. Bagi pekerja di sana, kenaikan UMK 2027 tidak akan terasa seperti “naik kelas”.
Ia hanya memastikan bahwa gaji mereka tetap di bawah garis layak, sementara harga beras dan transport terus naik.
“Pesat” Bukan Satu-satunya Ukuran
KSPI lewat Presiden Said Iqbal menyebut kenaikan upah minimum 2027 bisa dihitung sekarang karena formula PP 49/2025 masih memakai indeks tertentu 0,5–0,9. “Dengan demikian kenaikan upah minimum tahun 2027 pun dapat kita hitung sekarang,” katanya, dikutip Bisnis.com.
Apindo Jateng, lewat Ketua Frans Kongi, menolak alfa 0,9. “Kalau alfa 0,9, seolah-olah hampir seluruh produktivitas berasal dari buruh saja. Ini tidak sesuai dengan kondisi riil dunia usaha,” tegasnya, dikutip Jatengnews.
Karmanto dari Dewan Pengupahan Jateng mengakui pembahasan mandek karena menunggu panduan turunan UU baru. “Sudah menjelang akhir Oktober, tetapi pembahasan upah ini mandek,” katanya, Kamis (22/10/2026), dikutip Bisnis.com.
Artinya, semua angka di tabel ini masih simulasi. Belum ada keputusan resmi. UMP 2027 ditetapkan paling lambat 21 November 2026, UMK paling lambat 30 November 2026.
Jadi, Mana yang Paling Pesat?
Kalau ukurannya nominal, jawabannya Kota Semarang. Kenaikannya paling besar karena UMK-nya paling tinggi. Kalau ukurannya persentase, semua daerah sama—tergantung skenario yang dipilih.
Kalau ukurannya keadilan, pertanyaannya berubah: apakah “pesat” berarti “cukup untuk mengejar KHL”? Untuk Semarang, hampir. Untuk Banjarnegara dan Sragen, jauh.
Yang paling pesat bukan selalu yang paling layak. Dan yang paling pelan bukan selalu yang paling menderita—karena biaya hidup di sana juga lebih rendah.
Tapi selama UMK di separuh kabupaten/kota Jateng masih di bawah Rp2,6 juta, dan KHL provinsi sudah Rp3,5 juta, “pesat” hanya akan jadi kata indah di berita. Bukan kenyataan di rekening.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Agenda Bulan Bahasa, Tadris Bahasa Indonesia UIN SATU, Gelar Lomba Presenter se-Jawa Timur
- 2PMII Jateng Soroti Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, Polisi Dinilai Abaikan Aspek Humanis
- 3Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam
- 4APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 5Iswar Aminuddin Suntikkan Semangat untuk PSIS Semarang Usai Gagal Raih Kemenangan
- 6PPP Kota Semarang Mulai Panaskan Mesin Politik, Bidik Kebangkitan pada Pemilu 2029
- 7Dari Kolam Lele hingga Olahan Pangan, PLN dan UNNES Kembangkan Kampung Minapolitan Siroto
- 8Lampion Terangi Langit Borobudur, Andrea Bocelli Hadirkan Konser Penuh Warna
- 9Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
- 10Festival Tring! by Pegadaian Hadir di Solo Paragon, Suguhkan Hiburan hingga Edukasi Investasi Emas





