Laba Bersih Phapros Melonjak 311,58 Persen pada Kuartal III 2026, Penjualan Tembus Rp786,57 Miliar

JATENG.AKURAT.CO – PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan kinerja keuangan positif hingga kuartal III 2026.
Perusahaan farmasi yang tergabung dalam Holding BUMN Farmasi ini membukukan laba bersih sebesar Rp31,60 miliar, melonjak 311,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,68 miliar.
Peningkatan laba tersebut ditopang pertumbuhan penjualan sebesar 15,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp683,58 miliar pada Januari–September 2025 menjadi Rp786,57 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Selain pertumbuhan penjualan, peningkatan profitabilitas Phapros juga didukung oleh efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, serta penguatan portofolio produk.
Strategi tersebut membantu perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri farmasi, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah.
Kinerja positif ini sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan yang telah dicatatkan Phapros sepanjang 2025.
Pada tahun tersebut, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp940,88 miliar, meningkat 26,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Efisiensi Produksi Perkuat Margin Keuntungan
Di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi kurs, Phapros mampu menjaga kenaikan harga pokok produksi atau cost of goods sold (COGS) tetap terkendali.
Selama sembilan bulan pertama 2026, COGS tercatat sebesar Rp384,04 miliar, naik 11,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp345,86 miliar.
Kenaikan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan tersebut berdampak pada membaiknya efisiensi perusahaan.
Rasio harga pokok produksi terhadap penjualan turun menjadi 48,8 persen, dari sebelumnya 50,6 persen.
Perbaikan itu turut mendorong laba kotor Phapros meningkat 19,19 persen menjadi Rp402,53 miliar, dibandingkan Rp337,72 miliar pada Januari–September 2025.
Sejalan dengan peningkatan laba kotor, margin laba kotor perseroan juga naik menjadi 51,2 persen dari sebelumnya 49,4 persen.
Efisiensi tersebut menunjukkan bahwa Phapros tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga memperbaiki kualitas keuntungan melalui pengelolaan biaya dan proses produksi yang lebih efektif.
Peningkatan efisiensi juga tercermin pada kinerja EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Hingga September 2026, EBITDA Phapros tumbuh 30,26 persen menjadi Rp117,66 miliar.
Margin EBITDA turut meningkat dari 13,2 persen menjadi 15 persen.
Kenaikan ini mencerminkan semakin kuatnya kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari aktivitas operasionalnya.
Laba Usaha Naik 55,90 Persen
Perbaikan kinerja operasional berlanjut pada peningkatan laba usaha.
Sepanjang Januari–September 2026, Phapros membukukan laba usaha sebesar Rp80,97 miliar, naik 55,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,94 miliar.
Pada periode tersebut, beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp321,15 miliar.
Sementara itu, laba sebelum pajak melonjak 233,59 persen menjadi Rp48,65 miliar, dibandingkan Rp14,58 miliar pada Januari–September 2025.
Peningkatan pada berbagai indikator keuangan tersebut menjadi pendorong utama lonjakan laba bersih perusahaan hingga lebih dari empat kali lipat.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, mengatakan capaian hingga September 2026 menunjukkan perseroan berada pada jalur yang tepat untuk menjaga profitabilitas secara berkelanjutan.
Menurut Intan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari penerapan strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten, mulai dari penguatan modal kerja, pengendalian biaya yang lebih terukur, pengembangan portofolio produk dan bisnis, hingga transformasi sistem serta proses bisnis.
Strategi tersebut mulai dijalankan sejak 2025 dan terus dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan dinamika pasar dan kebutuhan perusahaan.
“Kami optimistis tren positif kinerja keuangan Phapros akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Bahkan, kami juga yakin dengan fundamental yang kokoh, tren pertumbuhan akan terus berlanjut hingga tahun depan,” ujar Intan dalam keterangan pers, 2 November 2026.
Ia menambahkan, peningkatan margin EBITDA menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan semakin efisien dalam menjalankan operasional dan memiliki profitabilitas yang lebih kuat.
Dengan kondisi tersebut, Phapros berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengembangan bisnis farmasi yang berkelanjutan.
Arus Kas Operasi Menguat, Kas Tumbuh 70,54 Persen
Selain mencatatkan peningkatan laba, kondisi fundamental keuangan Phapros juga ditopang oleh penguatan arus kas.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi selama Januari–September 2026 mencapai Rp129,96 miliar, meningkat 142,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,51 miliar.
Penguatan arus kas tersebut memberikan dukungan bagi perusahaan dalam menjaga kelancaran operasional, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta menjalankan strategi pengembangan bisnis.
Posisi kas dan setara kas Phapros per 30 September 2026 juga mengalami peningkatan signifikan.
Nilainya mencapai Rp157,54 miliar, naik 70,54 persen dibandingkan Rp92,38 miliar pada 30 September 2025.
Dari sisi aset, total aset perseroan per akhir September 2026 tercatat sebesar Rp1,45 triliun. Angka tersebut meningkat 4,74 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp1,39 triliun.
Penguatan arus kas, kenaikan saldo kas, serta pertumbuhan aset menjadi bagian dari fondasi keuangan yang mendukung keberlanjutan bisnis perseroan.
Phapros Siapkan Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
Menutup kuartal III 2026, Phapros terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengelolaan bisnis yang disiplin, pengembangan portofolio produk berdaya saing, serta peningkatan efisiensi dan keandalan operasional.
Perseroan juga mengandalkan kapabilitas industri farmasi dan jaringan distribusi untuk menangkap peluang pasar di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.
Di sisi lain, penerapan tata kelola perusahaan yang baik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan membangun kepercayaan para pemangku kepentingan.
Ke depan, Phapros akan berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham.
Perusahaan berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan melalui strategi yang terarah dan pelaksanaan program bisnis secara konsisten.
Dengan capaian hingga September 2026, Phapros optimistis dapat memperkuat daya saing, menjaga profitabilitas, dan meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan hingga akhir tahun.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Agenda Bulan Bahasa, Tadris Bahasa Indonesia UIN SATU, Gelar Lomba Presenter se-Jawa Timur
- 2PMII Jateng Soroti Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, Polisi Dinilai Abaikan Aspek Humanis
- 3Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam
- 4APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 5Iswar Aminuddin Suntikkan Semangat untuk PSIS Semarang Usai Gagal Raih Kemenangan
- 6PPP Kota Semarang Mulai Panaskan Mesin Politik, Bidik Kebangkitan pada Pemilu 2029
- 7Dari Kolam Lele hingga Olahan Pangan, PLN dan UNNES Kembangkan Kampung Minapolitan Siroto
- 8Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat
- 9Lampion Terangi Langit Borobudur, Andrea Bocelli Hadirkan Konser Penuh Warna
- 10Festival Tring! by Pegadaian Hadir di Solo Paragon, Suguhkan Hiburan hingga Edukasi Investasi Emas




