Jateng

Uji Coba SmadAV vs Ransomware Jigsaw: Benarkah Antivirus Proteksi Tambahan Ini Cukup Ampuh?

Theo Adi Pratama | 6 April 2025, 12:00 WIB
Uji Coba SmadAV vs Ransomware Jigsaw: Benarkah Antivirus Proteksi Tambahan Ini Cukup Ampuh?

JATENG.AKURAT.CO, Kali ini kita akan mengulik smadAV, antivirus lokal buatan Indonesia yang mengklaim diri sebagai "proteksi tambahan" bukan antivirus utama.

Pertanyaannya: bisakah smadAV menghadapi ransomware ganas seperti Jigsaw? Yuk, simak hasil uji coba eksklusif kami!

Apa Itu SmadAV?

SmadAV adalah software keamanan lokal yang populer di Indonesia.

Berbeda dengan antivirus biasa, smadAV lebih fokus sebagai:

  • Pelengkap proteksi (bukan pengganti antivirus utama)
  • Pendeteksi virus lokal yang sering lolos dari scanner internasional
  • Ringan dengan ukuran file kecil

Tapi... benarkah cukup kuat hadapi ransomware?

Uji Coba vs Ransomware Jigsaw

Seoramh youtuber bernama Nanda Pradika dalam akun channel youtube Nanda Pradika menguji smadAV (versi gratis) di Windows 10 dengan Windows Defender dimatikan.

Berikut hasilnya:

1. Deteksi Manual vs Otomatis

  • File Jigsaw dalam ZIP → Tidak terdeteksi otomatis (berbeda dengan Windows Defender yang langsung memblokir).
  • Setelah diekstrak → SmadAV bisa mendeteksi saat di-scan manual, tapi tidak menghapus file (hanya mengubah ukuran jadi 0 byte).

"Harus scan manual dulu, tidak seperti antivirus biasa yang langsung auto-block."

2. Saat Jigsaw Dijalankan

  • SmadAV memunculkan peringatan dan berhasil meng-quarantine virus sebelum mengenkripsi file.
  • Tapi... respon lambat (sempat not responding) dan tidak memulihkan file jika sudah terenkripsi.

"Bisa menghalau, tapi tidak 100% andal untuk mencegah kerusakan."

3. Kelemahan Utama

  • Tidak otomatis memblokir file mencurigakan (harus di-scan manual).
  • Tidak bisa memulihkan file yang sudah kena ransomware.
  • Terkadang 'kewalahan' menghadapi serangan real-time.

Jadi, Cocokkah SmadAV untuk Anda?

Bagus sebagai tambahan – Bisa mendeteksi beberapa malware lokal yang lolos dari antivirus lain.

Tidak cukup sebagai satu-satunya proteksi – Kurang efektif hadapi serangan canggih seperti ransomware.

Disarankan untuk → Pengguna yang ingin ekstra proteksi plus antivirus utama (seperti Windows Defender atau Avast).

Tips Tambahan:

Jangan matikan Windows Defender – Gabung dengan smadAV untuk proteksi berlapis.
Backup data rutin – Antivirus apa pun tidak bisa memulihkan file kena ransomware!
Hati-hati buka file ZIP/EXE – Scan dulu sebelum ekstrak/jalankan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.