Jateng

Sebuah Sejarah dan Perjalanan Kendal: Sunan Katong, Peletak Dasar Kaliwungu

Theo Adi Pratama | 5 Maret 2024, 12:00 WIB
Sebuah Sejarah dan Perjalanan Kendal: Sunan Katong, Peletak Dasar Kaliwungu

AKURAT.CO, Sunan Katong, seorang tokoh penting dalam sejarah Kaliwungu, tidak hanya dikenal sebagai penyebar agama Islam, tetapi juga sebagai tokoh yang menorehkan sejarah dengan memberikan nama kepada Kadipaten Kaliwungu.

Dilahirkan dari perjuangan dan keteguhan hati, kisah Sunan Katong telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan spiritualitas masyarakat setempat.

Baca Juga: Jejak Sejarah dan Perjalanan Kota Jayapura: Perkembangan dari Era Kolonial Hingga Masa Kini

Membabat Tanah Kaliwungu dan Penamaan Daerah

Sunan Katong, yang terkenal sebagai pembabat tanah Kaliwungu, telah memberikan kontribusi yang besar dalam penyebaran ajaran Islam di daerah tersebut.

Kisahnya dimulai saat ia diutus oleh kakeknya, Bhatara Katong, untuk membantu Sunan Pandan Arang dalam menyebarkan dan mendakwahkan Islam.

Dipercayakan oleh Sunan Pandan Arang dengan wilayah sebelah barat, Sunan Katong berdakwah dan mengajarkan syariat Islam di sana.

Sebagai penghormatan atas jasanya, daerah tersebut kemudian dinamakan Kaliwungu.

Asal-usul nama Kaliwungu sendiri memiliki beberapa cerita.

Salah satunya terjadi ketika Sunan Katong beristirahat di tepi Sungai Saeran dan melihat banyak Pohon Wungu yang mengarah ke sungai, sehingga munculah ide untuk menamai daerah tersebut sebagai Kaliwungu.

Baca Juga: Jejak Sejarah Pencarian Pasangan Hidup: Dari yang Termuat di Surat Kabar Sejak Jaman Kolonial Hingga Aplikasi Kencan Modern

Budaya Pesantren dan Pengaruh Sunan Katong

Sunan Katong tidak hanya menjadi tokoh agama, tetapi juga pencetus budaya pesantren di Kaliwungu.

Selama hidupnya, ia secara konsisten mengajar agama Islam kepada penduduk setempat, menjadikan Kaliwungu dikenal sebagai Kota Santri.

Pengaruhnya dalam mengembangkan budaya dan spiritualitas Islam di daerah tersebut tetap terasa hingga saat ini.

Makam Sunan Katong dan Warisan Sejarah

Makam Sunan Katong, terletak di Desa Protomulyo, menjadi tempat ziarah yang ramai oleh peziarah setiap harinya.

Kompleks makam tersebut, dikenal sebagai Astana Kuntul Nglayang, juga menjadi peristirahatan terakhir bagi para leluhur Kaliwungu dan keturunan Pangeran Djoeminah pada masa Kerajaan Mataram Islam.

Keberadaan makam ini menjadi bukti nyata penghargaan dan penghormatan terhadap jasa Sunan Katong dalam menyebarkan agama Islam dan membangun spiritualitas masyarakat setempat.

Baca Juga: Mengungkap Kekayaan Sejarah dan Kebudayaan di Binjai, Kota yang Mengagumkan di Sumatra Utara

Kenyamanan Spiritual dan Pengaruhnya

Sunan Katong, dengan ajaran dan kontribusinya, tidak hanya meninggalkan jejak sejarah, tetapi juga mewariskan kenyamanan spiritual bagi penduduk Kaliwungu.

Pengaruhnya tidak hanya terbatas pada masa lalu, tetapi masih dirasakan hingga saat ini, terutama dalam budaya, agama, dan spiritualitas masyarakat setempat.

Kisah Sunan Katong, dengan segala perjuangannya, telah menginspirasi generasi setelahnya untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kearifan lokal, dan semangat kebersamaan dalam membangun komunitas yang lebih baik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.