Jateng

Tempat Sejarah di Semarang: Mengulik Legenda dan Polemik Toko Oen di Kota Atlas

Theo Adi Pratama | 10 Februari 2024, 15:00 WIB
Tempat Sejarah di Semarang: Mengulik Legenda dan Polemik Toko Oen di Kota Atlas

AKURAT.CO Sejarah, Toko Oen, sebuah nama yang telah melambung di hati masyarakat, telah menjadi salah satu ikon kuliner yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Semarang, bersanding dengan lunpia dan tahu gimbal sebagai sajian khasnya.

Keberadaan Toko Oen telah menjadi legenda di kota ini, bahkan bangunannya hingga namanya telah menjadi bagian dari cagar budaya Indonesia.

Baca Juga: Keindahan Sejarah Masjid Agung Jepara: Jejak Ukiran Kayu dan Karya Arsitektur

Sejarah Toko Oen

Toko Oen bukan sekadar restoran biasa; ia adalah sebuah tempat antik yang terletak di Kota Lama Semarang.

Sebagai salah satu restoran tertua yang masih berdiri tegak, Toko Oen menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.

Keunikan tempat ini tidak hanya terletak pada usianya yang telah mencapai lebih dari 80 tahun, melainkan juga konsepnya yang kental dengan nuansa jaman dulu.

Nama Toko Oen diambil dari pendirinya, Ny. Liem Gien Nio, atau yang akrab disapa Nenek Oen.

Nenek Oen merupakan istri dari Tuan Oen Tjoen Hok, atau yang lebih dikenal sebagai Kakek Oen.

Awalnya, Nenek Oen hanya membuat kue kering pada tahun 1910 di Yogyakarta.

Namun, kue buatannya sangat disukai oleh orang Belanda, sehingga ia melebarkan sayapnya dengan memproduksi es krim pada tahun 1922.

Toko Oen bahkan telah mematenkan namanya di Belanda karena banyaknya peminat dan penikmat masakan dari negara tersebut.

Saat ini, Toko Oen dikelola oleh Roy Riesta, generasi keempat dari pendiri Toko Oen.

Baca Juga: Sejarah dan Daya Tarik Klenteng Sanggar Agung: Tempat Ibadah dan Destinasi Wisata yang Memikat di Surabaya

Polemik Cabang Toko Oen

Pada masa 1900-an, Toko Oen memiliki empat cabang di kota-kota besar.

Namun, jejak bangunan Toko Oen di Jakarta telah lenyap setelah eksis selama 39 tahun.

Cabang Jakarta akhirnya dibeli oleh Bank ABN pada tahun 1973 dan dirobohkan untuk dibangun kembali sebagai fasilitas kantor.

Sementara itu, cabang Toko Oen di Yogyakarta kemudian dipindahkan ke Semarang pada tahun 1936, dan hingga kini masih bertahan sebagai pusatnya.

Namun, cabang Toko Oen di Malang mengalami polemik perizinan dan hak paten bangunan serta mereknya, sehingga aset bangunan tersebut dijual pada tahun 1990.

Bangunan dan nama Toko Oen telah menjadi bagian dari cagar budaya, dan beberapa merek kuliner khas Toko Oen telah terdaftar sebagai hak cipta.

Namun, polemik muncul ketika pemilik baru gedung bekas Toko Oen di Malang menggunakan identitas dan merek dagang Toko Oen tanpa memiliki perjanjian dengan pemegang hak paten merek Toko Oen di Semarang.

Meski demikian, cita rasa otentik Toko Oen di Semarang tidak dapat dipalsukan karena Toko Oen memiliki resep kunci rahasia yang khas.

Restoran ini menyajikan menu andalannya, seperti kue kering, nasi goreng, cap cay, panekuk, dan es krim Toko Oen, dengan konsistensi rasa yang terjaga.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Klenteng Pan Kho Bio: Jejak Kuno dan Kekayaan Warisan Bogor

Menu Andalan dan Lokasi

Bagi yang penasaran dengan Toko Oen, Anda dapat mengunjungi restorannya yang berada di Jalan Pemuda Nomor 52, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Toko Oen buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Jadi, jika Anda berada di Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner khas legendaris dari Toko Oen yang telah menjadi bagian dari sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.