Jateng

Sejarah dan Daya Tarik Klenteng Sanggar Agung: Tempat Ibadah dan Destinasi Wisata yang Memikat di Surabaya

Theo Adi Pratama | 7 Februari 2024, 14:00 WIB
Sejarah dan Daya Tarik Klenteng Sanggar Agung: Tempat Ibadah dan Destinasi Wisata yang Memikat di Surabaya

AKURAT.CO Sejarah, Surabaya, kota metropolitan yang berdenyut dengan kehidupan dan kekayaan budaya, memiliki sebuah tempat yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata yang menarik.

Klenteng Sanggar Agung, atau dikenal juga sebagai Klenteng Hong San Tang, merupakan salah satu ikon spiritual dan keindahan arsitektur di Jalan Sukolilo No. 100, Surabaya, Jawa Timur.

Klenteng Sanggar Agung tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Tri Darma, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan dan keunikan klenteng ini.

Baca Juga: Klenteng Eng An Kiong: Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya di Kota Malang

Pengelola klenteng dengan bijaksana telah menyediakan jalur khusus bagi wisatawan agar tidak mengganggu umat yang sedang beribadah, menjadikan kunjungan ke klenteng ini nyaman dan berkesan bagi semua pengunjung.

Latar Belakang Klenteng Sanggar Agung

Klenteng Sanggar Agung diresmikan pada tahun 1999, seiring dengan perayaan Tahun Baru Imlek, dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada Nan Hai Guan Shi Yin Pu San atau Bodhisatwa Kwan Im Laut Selatan.

Sebelumnya, klenteng ini bernama Kwan Kong Bio dan dibangun pada tahun 1978, bersamaan dengan festival bulan purnama.

Lokasi klenteng ini sempat dipindahkan sebanyak tiga kali sebelum akhirnya Klenteng Sanggar Agung dibangun.

Baca Juga: Sejarah Klenteng Kim Hin Kiong: Menapak Jejak Klenteng Tertua di Jawa Timur

Daya Tarik Klenteng Sanggar Agung

Salah satu ciri khas yang membuat Klenteng Sanggar Agung begitu menakjubkan adalah patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter yang berdiri di tepi laut.

Pembuatan patung ini diawali dengan penampakan sosok wanita berjubah putih di atas air yang dipercaya sebagai Dewi Kwan Im oleh salah seorang karyawan klenteng.

Patung ini dibangun setelah dua tahun pembangunan klenteng yang berdiri persis di tepi laut Kenjeran.

Selain patung Dewi Kwan Im, terdapat juga gerbang langit yang dijaga oleh sepasang Naga Surgawi, yang memberikan pemandangan yang megah menghadap laut Kenjeran.

Arsitektur yang Memukau

Klenteng Sanggar Agung dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan arsitektur yang memadukan desain bangunan Jawa dan Bali.

Baca Juga: Perjalanan Klenteng Cu An Kiong Lasem: Jejak Sejarah dan Kearifan Budaya di Kecamatan yang Bersejarah

Meskipun berbeda dengan klenteng pada umumnya yang dominan dengan desain Khas Tiongkok, klenteng ini memadukan keindahan arsitektur Jawa dan Bali.

Desain bangunannya yang unik, terutama di tepi laut, menjadikan klenteng ini sebagai tujuan favorit bagi para pecinta seni arsitektur dan pencinta alam.

Harga Tiket dan Jam Buka

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Klenteng Sanggar Agung, mereka akan dikenakan tiket masuk seharga Rp 2.500.

Klenteng ini buka 24 jam sehingga pengunjung dapat menikmatinya tanpa batasan waktu.

Klenteng Sanggar Agung, dengan keindahan alamnya dan kemegahannya yang mengagumkan, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memikat di Surabaya.

Dengan menyatu antara spiritualitas dan keindahan arsitektur, klenteng ini menjadi destinasi yang patut untuk dikunjungi oleh siapa pun yang ingin merasakan kedamaian dan keindahan yang tersimpan di tengah kesibukan kota.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.