Makna Kata: Jancok, Asal-Usul dan Sejarah serta Maknanya Bagi Masyarakat Jawa Timur

AKURAT.CO Sejarah, Kata "jancok" atau "dancok" memiliki keberadaan yang mencolok di kalangan masyarakat Jawa Timur, khususnya di Surabaya, Malang, dan sekitarnya.
Meskipun sering dianggap sebagai kata makian atau ungkapan tidak sopan, penting untuk memahami asal-usul, sejarah, dan makna sebenarnya dari kata ini.
Sejarah dan Asal-Usul Kata Jancok
Anggapan umum bahwa kata "jancok" berasal dari sebuah tank Belanda yang bertuliskan "Jan-Cox" di Surabaya pada Pertempuran Surabaya tahun 1945 ternyata tidak tepat.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yam Saroh dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia, asal-usul kata ini dapat ditelusuri lebih jauh.
Menurut Edi Samson, seorang anggota Cagar Budaya di Surabaya, kata "jancok" atau "dancok" sebenarnya berasal dari bahasa Belanda "yantye ook," yang berarti "kamu juga" atau "you too."
Ungkapan ini populer di kalangan remaja Indo-Belanda pada tahun 1930-an. Kemudian, remaja Surabaya mengadopsi dan mengubahnya menjadi "yanty-ok," dan melalui perubahan fonetik, kata ini menjadi "jancok" atau "dancok."
Arti dan Makna Kata Jancok
Meskipun sering diucapkan sebagai kata makian atau ungkapan marah, arti sebenarnya dari "jancok" juga telah dijelaskan oleh Yam Saroh.
Menurutnya, kata ini memiliki sinonim dengan kata "encuk," yang berarti bercinta sebelum menikah.
Transformasi kata dari "yantye ook" menjadi "jancok" merupakan hasil modifikasi dan perubahan bahasa yang dilakukan oleh remaja Surabaya pada masa itu.
Ragam Kata Jancok
Kata "jancok" mengalami berbagai variasi dalam pelafalan dan bunyi.
Beberapa bentuk yang sering digunakan di antaranya adalah "jancuk," "dancuk," "dancok," "damput," "dampot," "diancuk," "diamput," "diancok," dan sebagainya.
Saroh juga menyebutkan bahwa bentuk sopan dari kata "jancok" adalah "jangkrik" dan "jambu."
Jancok Bukan Berasal dari Tank Belanda
Sebagai klarifikasi, anggapan bahwa kata "jancok" berasal dari tulisan pada tank Belanda di Surabaya pada 10 November 1945 tidak benar.
Foto tank dengan tulisan "Jan-Cox" ternyata diambil di Garut pada Oktober 1947, bukan di Surabaya.
Dengan demikian, tank tersebut tidak pernah sampai ke Surabaya dan tidak memunculkan kata "jancok."
Baca Juga: Sejarah Gua Jepang 18 di Seloharjo, Bantul DIY: Jejak Misteri dalam Kedalaman Perut Bumi
Makna Sosial dan Tabu
Dalam perspektif sosiologi, kata "jancok" di kalangan masyarakat Jawa dianggap memiliki tabu dan makna buruk.
Meskipun demikian, di Surabaya dan Malang, kata ini diakui sebagai bagian dari identitas komunitas dan sering diucapkan sebagai bentuk keakraban dan solidaritas di antara anggota komunitas tersebut.
Kesimpulannya, kata "jancok" memiliki sejarah yang menarik dan makna yang lebih kompleks daripada sekadar kata makian.
Mengetahui asal-usulnya dapat membantu kita memahami konteks penggunaannya dan mencegah kesalahpahaman terkait dengan kata ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








