Jateng

Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Ngenep, Jejak Sejarah dan Transformasi Pasar Tradisional di Semanu

Theo Adi Pratama | 19 Januari 2024, 16:00 WIB
Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Ngenep, Jejak Sejarah dan Transformasi Pasar Tradisional di Semanu

AKURAT.CO Sejarah, Pasar Ngenep, yang terletak di Padukuhan Sembuku, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, memiliki sejarah panjang sebagai pasar tradisional yang mencerminkan perkembangan masyarakat dan ekonomi di sekitarnya.

Artikel ini akan menjelajahi asal-usul, transformasi, dan makna historis Pasar Ngenep.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Bangsal Trajumas: Memahami Sejarah dan Peranannya dalam Kraton Yogyakarta

Lokasi dan Struktur Pasar

Berada di sudut pertigaan jalan dengan denah segi tiga, Pasar Ngenep menjadi bagian integral dari Kemantren Pasar Semanu.

Dikelilingi oleh jalan aspal dan berdiri di atas talud setinggi sekitar 1 meter, pasar ini memiliki tiga pintu masuk utama, yakni di sisi utara, barat, dan timur.

Pasar Ngenep memiliki bangunan permanen berupa kantor dinas pasar dan 13 los untuk pedagang, termasuk los besi peninggalan kolonial.

Transformasi Struktural

Seiring berjalannya waktu, Pasar Ngenep mengalami sejumlah transformasi struktural.

Bangunan los yang semula terdiri dari los besi dan kayu digantikan dengan los beton.

Pada tahun 2018, pembangunan tiga los baru dilakukan di sisi barat dan timur, menandai upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pasar.

Baca Juga: Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan

Fungsi dan Aktivitas Pasar

Sebagai pasar umum, Pasar Ngenep menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari dan menarik pedagang dari berbagai daerah sekitarnya.

Saat ini, tercatat 155 pedagang resmi yang berjualan di pasar tersebut setiap hari pasaran Wage.

Pedagang pakaian mendominasi los besi yang masih kokoh berdiri di tengah pasar.

Makna Historis Pasar Ngenep

Pasar Ngenep memiliki makna historis yang penting sebagai bangunan pasar permanen yang didirikan sejak masa kolonial.

Sebagai bagian dari konsep catur tunggal kota kerajaan, pasar tradisional seperti Pasar Ngenep menjadi penanda simbolis-filosofis sebuah kota kerajaan.

Keberadaan pasar ini juga mencerminkan upaya pemerintah kolonial dalam mempromosikan komersialisme dan modernitas.

Baca Juga: Jejak Bangunan Sejarah: GPIB Beth-El Magelang, Megahnya Gedung Gereja Bersejarah di Pusat Kota

Rehabilitasi dan Perubahan

Sejumlah rehabilitasi terjadi dalam sejarah Pasar Ngenep.

Penggantian los besi dengan los kayu, penghilangan bango-bango yang dibangun oleh pedagang, hingga pembangunan los beton dan los baru di sisi barat dan timur, menandai upaya pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal.

Hari Pasaran dan Perkembangan

Pasar Ngenep tetap mempertahankan tradisi hari pasaran Wage, di mana pedagang dan pembeli memadati pasar.

Namun, kisaran waktu operasional pasar telah berubah seiring perkembangan waktu, dari sebelum subuh hingga pukul 08.00 pagi.

Baca Juga: Sebuah Sejarah: Makam Johannes van der Steur di Kota Magelang, Menjaga Warisan Kemanusiaan yang Hampir Satu Abad

Pasar Ngenep tidak hanya melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi saksi hidup sejarah dan perkembangan ekonomi lokal.

Dengan transformasi dan rehabilitasi yang dilakukan, pasar ini terus beradaptasi dengan tuntutan zaman, sambil tetap mempertahankan akar sejarahnya yang kaya.

Pasar Ngenep tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang vital bagi masyarakat setempat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.