Jejak Bangunan Sejarah: GPIB Beth-El Magelang, Megahnya Gedung Gereja Bersejarah di Pusat Kota

AKURAT.CO Sejarah, Bangunan megah berwarna putih di pusat Kota Magelang tetap kokoh berdiri, meski usianya sudah tak lagi muda.
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Beth-El Magelang, sebuah simbol keagungan dan sejarah, menyambut pengunjung dengan halaman parkir yang tak pernah sepi dari jajaran kendaraan yang singgah sejenak.
Namun, kehadiran pengunjung yang lalu-lalang tak mengurangi kesakralan tempat ini, di mana setiap minggu umat berkumpul untuk beribadah.
Dua Abad Perjalanan GPIB Beth-El Magelang
Sejarah GPIB Beth-El Magelang dimulai dua abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1817.
Gereja ini didirikan seiring dengan pembangunan alun-alun kota oleh Adipati Danuningrat I, dengan restu dari Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa kekuasaan Inggris.
Sejak saat itu, kawasan gereja ini tidak hanya menjadi jantung Kota Magelang, tetapi juga menjadi simbol pluralisme, karena dibangun berdampingan dengan Masjid dan Gereja Katolik di sekitarnya.
Selama dua abad, GPIB Beth-El dan sekitarnya pernah menjadi saksi pertempuran dan perebutan kekuasaan antara Hindia-Belanda.
Setelah kembali ke tangan Belanda dari hasil Traktat London, kawasan alun-alun Kota Magelang berkembang sesuai dengan misi Belanda pada masa itu, yang dikenal dengan sebutan Gold Glory Gospel (3G).
Misi ini melibatkan pembangunan tempat ibadah bagi penganut agama Kristen, dan GPIB Beth-El dipilih sebagai salah satu lokasi untuk memenuhi kebutuhan rohani komunitas Eropa yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Simbol Persatuan dan Pluralisme
GPIB Beth-El Magelang bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan pluralisme.
Sejak didirikan, gereja ini menjadi tempat yang mewadahi berbagai kelompok dan komunitas.
Menyandang nama De Protestantse Kerk te Magelang sebelum diberi nama GPIB Beth El, gereja ini menunjukkan peran pentingnya dalam pelayanan rohani untuk komunitas Kristen Protestan Eropa.
Majelis GPIB Beth-El Magelang, dr Reno Ranuh, menjelaskan bahwa gereja ini didirikan pada tahun yang sama ketika Kota Magelang diresmikan sebagai ibu kota Karesidenan Kedu pada 14 Maret 1817.
Angka tahun tersebut telah diabadikan di halaman depan gereja dengan tulisan "Magelang Heritage 1817," menunjukkan warisan sejarah yang dimilikinya.
Peran Gereja Seiring Perjalanan Waktu
Pada masa pemerintahan Belanda, gereja ini diserahi tanggung jawab kepada institusi De Indische Kerk untuk mengelolanya.
Gereja ini menyediakan pelayanan rohani untuk komunitas Eropa yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Namun, bagi masyarakat pribumi atau inlander, didirikan pula gereja Protestan di Kebonpolo pada 1923, dikenal dengan nama Gereja Ambon karena banyaknya jemaat dari Ambon atau Maluku pada saat itu.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, De Indische Kerk melepaskan tanggung jawabnya dan menyerahkan bangunan gereja ini kepada lembaga agama Kristen Protestan De Protestansche Kerk in Westelijk Indonesia (GPIB) pada 31 Oktober 1948.
Sejak saat itu, sekitar 250-300 jemaat pribumi rutin beribadah dan berkegiatan di gereja ini.
Baca Juga: Jejak Peninggalan Sejarah Kota Salatiga: Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Tamansari
Meskipun GPIB Beth-El Magelang hampir tidak pernah mendapat pemugaran yang signifikan, bangunan bergaya arsitektur Gothic itu masih berfungsi dengan baik.
Dr Reno mengungkapkan bahwa meski hanya beberapa kali mengalami pengecatan ulang, GPIB Beth-El tetap megah dan berdiri sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Kota Magelang dan Indonesia pada umumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya









