Kisah Perjalanan Bangsal Trajumas: Memahami Sejarah dan Peranannya dalam Kraton Yogyakarta

AKURAT.CO Sejarah, Bangsal Trajumas, sebuah keajaiban arsitektur di kompleks Sri Manganti Kraton Yogyakarta, mengandung sejarah panjang dan berbagai perubahan fungsi yang mencerminkan perjalanan zaman dan peranannya yang beragam dalam kehidupan kraton.
Berada di dalam halaman berbentuk persegi panjang yang dikelilingi oleh pagar tembok sebagai bagian dari Cepuri Kraton Yogyakarta, Bangsal Trajumas bersanding dengan Bangsal Sri Manganti, menjadi penjaga warisan budaya yang tak ternilai.
Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Dharma Samudera 2024, Mengenang Sejarah Pertempuran Laut Aru
Arsitektur dan Konstruksi
Bangsal Trajumas dibangun dengan konstruksi yang menakjubkan, menggunakan bahan kayu jati sebagai bahan utama.
Bentuk arsitektur Limasan/Joglo Trajumas Sinom Lambang Gantung menjadi ciri khasnya.
Dengan jumlah saka guru yang berjumlah enam, bangunan ini diberi nama Tajumas yang artinya timbangan emas.
Keunikan struktur ini mencerminkan keindahan dan ketenangan yang melekat pada setiap jengkalnya.
Fungsi Awal dan Perubahan Fungsional
Awalnya, Bangsal Trajumas berfungsi sebagai tempat pangrantunan, tempat menanti atau menunggu para pejabat dan keluarga keraton pada saat upacara dan hajatan.
Namun, seiring berjalannya waktu, bangunan ini mengalami beberapa perubahan fungsi yang mencerminkan dinamika kehidupan kraton:
1. Tempat Piket dan Pesoasan Abdi Dalem: Pada beberapa waktu, Bangsal Trajumas dijadikan tempat piket abdi Dalem Prajurit Nyutra di emper sisi timur.
Selain itu, sekeliling emper juga digunakan sebagai tempat menyediakan paring Dalem makanan bagi abdi Dalem Penewu Mantri saat menonton pergelaran wayang orang.
2. Sekolah Sri Manganti: Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VI, Bangsal Trajumas menjadi tempat Sekolah Sri Manganti dengan status Kelas Satu.
Sekolah ini diperuntukkan bagi keturunan raja dan anak-anak abdi dalem yang berpangkat tinggi.
Baca Juga: Celurit dalam Carok: Simbol Perlawanan dan Warisan Budaya dalam Sejarah Perjalanan Madura
3. Tempat Pengadilan: Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII, Bangsal Trajumas digunakan sebagai tempat pengadilan perkara pidana dan perdata.
4. Tempat Midodareni dan Pameran Koleksi: Fungsi Bangsal Trajumas berkembang menjadi tempat acara midodareni pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VIII.
Selanjutnya, pada masa Sri Sultan Hamengku Buwana IX hingga sekarang, bangunan ini juga digunakan sebagai tempat penyimpanan dan pameran sebagian koleksi Kraton Yogyakarta, mendukung pariwisata dan pemahaman akan kekayaan budaya kraton.
Bangsal Trajumas, dengan perjalanan sejarah dan perubahan fungsinya, menjadi bukti nyata kehidupan kraton yang dinamis dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Bangunan ini bukan hanya menyimpan keindahan arsitektur tradisional, tetapi juga menyampaikan pesan tentang warisan budaya yang harus dilestarikan dan dihargai oleh generasi selanjutnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital








