Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Jejak Sejarah Stasiun Sedayu yang Sudah Sirna dan Bekas Rumah Dinas yang Masih Berdiri

AKURAT.CO Sejarah, Stasiun Sedayu, yang diperkirakan didirikan pada tahun 1887, memiliki kisah panjang sebagai bagian dari perjalanan kereta api di Hindia Belanda dan Indonesia.
Artikel ini akan mengungkap sejarah, peran, dan akhir tragis dari Stasiun Sedayu serta bekas rumah dinas yang masih ada.
Peran Awal dan Perkembangan
Stasiun Sedayu didirikan seiring dengan diresmikannya Stasiun Tugu Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1887.
Peresmian tersebut menjadi momen penting yang diikuti dengan pembukaan jalur lintas Lempuyangan-Yogyakarta dan lintas Maos-Kroya-Yogyakarta.
Stasiun ini menjadi bagian dari perusahaan kereta api SS (Staatspoorwegen), milik pemerintah Hindia Belanda, yang memulai pengerjaan jalur dari Yogyakarta menuju Maos.
Masa Konflik dan Pembangunan Ulang
Stasiun Sedayu menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah saat dihancurkan oleh pejuang pada masa Agresi Militer Belanda II, menghindarkan penggunaannya oleh militer Belanda.
Setelah kemerdekaan Indonesia, stasiun ini dibangun kembali dengan arsitektur yang berbeda.
Namun, takdir tragisnya kembali menyelimuti saat Stasiun Sedayu dirobohkan selama pembangunan jalur rel ganda Kutoarjo-Purwosari.
Rumah Dinas Stasiun Sedayu
Bangunan Rumah Dinas Stasiun Sedayu, yang menghadap ke barat dengan atap model limasan, mencerminkan gaya arsitektur Indis.
Bangunan ini terdiri dari dua bagian yang terpisah, dihubungkan dengan doorloop di sisi timur.
Bagian utara dengan arsitektur bergaya Indis menampilkan atap dengan ciri khas, dinding berbatu kerikil tempel, dan doorloop.
Denahnya berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 10,1 m x 13,8 m.
Akhir dari Stasiun Sedayu
Pada tahun 1990-an, Stasiun Sedayu dinonaktifkan dan kemudian digunakan sebagai tempat operator perlintasan kereta api.
Namun, seiring dengan pembangunan jalur rel ganda, stasiun ini akhirnya dirobohkan dan tanah tempatnya berdiri menjadi bagian dari jalur rel ganda sebelah utara.
Stasiun Sedayu mewakili jejak sejarah perkeretaapian di Indonesia, dari masa Hindia Belanda hingga era kemerdekaan.
Sayangnya, akhirnya bangunan ini harus merelakan takdirnya yang tragis dan yang tersisa hanya ada bekas rumah dinas pegawai yang bekerja di Stasiun Sedayu.
Meskipun hanya tinggal kenangan, Stasiun Sedayu tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan kereta api di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah







