Jateng

Peninggalan Sejarah: Transformasi Bangunan Eks Gedung DPRDGR Sleman Menjadi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Theo Adi Pratama | 17 Januari 2024, 12:00 WIB
Peninggalan Sejarah: Transformasi Bangunan Eks Gedung DPRDGR Sleman Menjadi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

AKURAT.CO Sejarah, Bangunan eks Gedung DPRDGR Sleman, yang sebelumnya berfungsi sebagai pusat legislatif, kini mengalami transformasi menjadi kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman.

Transformasi ini tidak hanya mengubah fungsi bangunan, tetapi juga memberikan wajah baru pada arsitektur yang mencerminkan nilai-nilai modern dan fungsionalitas yang dibutuhkan oleh dinas tersebut.

Baca Juga: Sebuah Kisah Perjalanan Bale Mangu: Jejak Sejarah dan Transformasi Fungsional

Bangunan ini menghadap ke barat, dengan struktur utama beratap limas dan bagian depan berbentuk pelana.

Dua sayap beratap limas memperkuat karakteristik arsitektur tropis modern Indonesia.

Bagian bawah bangunan ditutupi oleh kerikil hitam yang memberikan sentuhan estetis, sementara jendela kaca dan plat luifel di bagian atasnya memberikan pencahayaan alami dan ventilasi yang cukup.

Denah bangunan eks Gedung DPRDGR Sleman memiliki bentuk seperti salib dengan sayap di kiri dan kanan pada bagian depan.

Ruang utama mencakup aula, dua ruang rapat yang mengapit aula, ruang kantor, dapur, dan kamar mandi.

Dahulu, aula digunakan sebagai ruang sidang, sementara dua ruang rapat kemungkinan digunakan sebagai ruang kerja pimpinan DPRDGR atau ruang sidang kecil.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Bangsal Trajumas: Memahami Sejarah dan Peranannya dalam Kraton Yogyakarta

Bangunan ini mencerminkan gaya arsitektur tropis modern Indonesia yang diidentifikasi oleh beberapa ciri khas, termasuk atap miring dengan penutup genteng, teritis lebar untuk melindungi jendela dari curah hujan, jendela lebar untuk ventilasi dan pencahayaan, elemen geometris dominan, dan penggunaan bahan bangunan industrial seperti beton, baja, dan kaca.

Awalnya, kompleks ini dibangun pada tahun 1964 sebagai Gedung DPRD Sleman, yang menjadi pusat legislatif setelah ibukota Kabupaten Sleman dipindahkan ke bekas Pabrik Gula Beran di Desa Tridadi.

Namun, seiring perkembangan zaman, bangunan ini kemudian direnovasi dan diubah fungsi menjadi kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca Juga: Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan

Transformasi bangunan eks Gedung DPRDGR Sleman menjadi kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencerminkan adaptasi fungsional terhadap kebutuhan zaman.

Dengan gaya arsitektur tropis modern Indonesia yang masih dipertahankan, bangunan ini menjadi representasi harmonis antara warisan sejarah dan kemajuan yang berkelanjutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.